Assalamualaikum Prof Senang benar menyimak tulisan pak Emi ko. "Lentur" sangat luas maknanya baik untuk manusia mau pun bumi. Ada saja materi nan diangkat / ditulis beliau ni, sebagaimana dialog singkat wakatu bajalan kaliliang KikTingggi pada Reuni SMA I Lanbau, Agustus lalu Terimakasih CD / kumpulan tulisannya via Thaf wassalam Masrur Siddik '61 68 th, tingga di bandung
2009/10/20 <[email protected]> > L E N T U R > Oleh K Suheimi > > Senam Porpi pagi ini di pekarangan Masjid An Nur saya diminta beri ceramah > Saya sampaikan "Bedanya orang mati dg orang hidup adalah kelenturannya" > > Orang mati tidak ada bagian tubuhnya yang lentur, semuanya jadi kaku. > Dimana-mana kaku sejak dari ujung rambut sampai ujung kuku. > > Orang hidup badannya lentur, kalau ada organnya yang sakit maka organ itu > mulai kaku. > Jadi selama organ itu lentur maka penyakit jarang menghinggapinya. > > Andaikan bangunan di Padang lentur dapat mengikuti irama gempa, agaknya tak > perlu ada banguan yang roboh dan tak akan jatuh korban yang banyak. > > Kelenturan dikaitkan dengan kemampuan beradaptasi. Orang Minang di kenal > sebagai suku yang lentur. Dikandang kambiang mambebek, dikandang harimau > mangaum. Di ma tanah di pijak di sinan langik di junjuang" > Kemampuan orang minang beradaptasi kerna dia lentur elastis, sehingga dia > di senangi dan dimanapun dia bisa sukses dalam mengharungi hidup > > Maka Olah Raga Porpi yang teratur akan melenturkan semua organ tubuh dengan > semboyan "Tiada pagi tanpa Porpi" > Untuk melenturkan ruas-ruas tulang, untuk melenturkan uratiurat tubuh dan > untuk melenturkan pembuluh darah adalah dengan latihan. > Latihan yang teratur dan terukur serta bisa di kerjakan oleh segala umur > ialah latihan senam porpi > > Setiap gerakan dalam senam porpi intinya adalah ke lenturan. Melenturkan > ruas-ruas sendi. Melenturkan pinggang dan kaki. Melenturkan tangan dan > leher. Melenturkan jantung dan hati dan melenturkan fikiran dan emosi. Semua > di ramu dijadikan satu dalam paket senam Porpi > > Begitu pembuluh darah jadi kaku, tidak elastis lagi di awali dg rasa pegal > dan kesemutan. > Begitu sendi mulai kaku. Diawali dengan tak bisa dan sukar memasang tali > sepatu dan sulit duduk bersimpuh. Kalau shalat gerakkannya tak benar lagi. > Disaat itu semua penyakit secara berangsur pasti datang. > > Organ tubuh jika dibiarkan dia akan menuju kekakuannya dan untuk mencegah > dari kekakuannya perlu dilatih. Hanya latihanlah yang bisa mencegah organ > dari ke kakuannya. > > Sesuatu yang kaku dan tak lentur, tidak tahan menghadapi benturan. Apapun > bendanya dan dimanapun dia berada. > Andaikan satu bangunan ada ke lenturan maka goyangan gempa tak akan > menghancurkannya > > Untuk saya terinagat sebuah Firman suciNya dalam Al Qur'an > yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya,(QS 68;13) > Pekan Baru 18 Oktober 2009 > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
