Pak Masrul adalah pelaku sejarah. Sejarah lahirnya SMA 1. Masrul yang jadi embryo orang yang mengalami awal-awal kelahiran SMA 1
Betul Elthaf melihat potensi ini ada pada pak Masrul yang berfikiran jernih yang dayaingatnya bagus dan tutur katanya santun Seperti kebanyakan orang Pariaman Pak Masrul rajin sebagaimana rajinya Pak Saafruddin bahar, penulis lain Ajo Duta dan gigih dan luasnya cakrawala IJP Pariaman melahirkan orang yang ulet dan gigih berusaha, di tempat yang sulitpun dia bisa tumbuh Tinggi harapan tertompang pada pak Masrul untuk melahirkan tulisan sebagai bahan sejarah dan Tauladan bagi yang Muda Salam teriring do'a K Suheimi Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: masrursiddik masrursiddik <[email protected]> Date: Tue, 20 Oct 2009 23:10:44 To: <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Lentur Alhamdulillah, dan tarimokasih atas dorongan dari pakar nan produktif - inovatif kol. Tanyato Prof lai ndak lupo. Ambo sendiri ndak kan lupo, nan wakatu berucap " nah bahan tulisan Pak Emi nan taserak tingga di rangkai jadi mutiara kata". Ternyata benar adanya.......tapi ambo hanya bisa monitor selama >2 bln di Medan sejak pisah Juli sd Sept 09. Lap top ndak ta bao, BB masih jauh.... alun ado anak nan "traktir ala pak Emi" he he he. . . . . Doa kan semoga datang 'inspirasi'. Sadang manyusun PR dari dinda Elthaf " Kesan dan Pesan Reuni" Mudah2an tidak terlambat. InsyaAllah Sekalilagi terimakasih Wassalam Masru *r* Siddik,68th tumpah-darah di 'Kali Jeruk, Paris 2009/10/20 <[email protected]> > Tulisan2 yang lahir spontan waktu diminta pesenam Porpi > > Saya ingat pak masrul siddik sepanjang jalan di B Tinggi. Kita cerita > panjang sambil becanda dan tertawa > Ternyata pak Masrul lebih banya dan lbh kaya pengalamannya > Andaikan pengalaman yang pak Masrul sampaikan dulu di kemas jadi sebuah > kisah betapa indahnya > Salam ditunggu tulisan2 nya > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * masrursiddik masrursiddik <[email protected]> > *Date: *Tue, 20 Oct 2009 22:01:17 +0700 > *To: *<[email protected]> > *Subject: *...@ntau-net] Re: Lentur > > Assalamualaikum Prof > Senang benar menyimak tulisan pak Emi ko. "Lentur" sangat luas maknanya > baik untuk manusia mau pun bumi. > Ada saja materi nan diangkat / ditulis beliau ni, sebagaimana dialog > singkat wakatu bajalan kaliliang KikTingggi pada Reuni SMA I Lanbau, Agustus > lalu > Terimakasih CD / kumpulan tulisannya via Thaf > wassalam > Masrur Siddik '61 > 68 th, tingga di bandung > > 2009/10/20 <[email protected]> > >> L E N T U R >> Oleh K Suheimi >> >> Senam Porpi pagi ini di pekarangan Masjid An Nur saya diminta beri ceramah >> Saya sampaikan "Bedanya orang mati dg orang hidup adalah kelenturannya" >> >> Orang mati tidak ada bagian tubuhnya yang lentur, semuanya jadi kaku. >> Dimana-mana kaku sejak dari ujung rambut sampai ujung kuku. >> >> Orang hidup badannya lentur, kalau ada organnya yang sakit maka organ itu >> mulai kaku. >> Jadi selama organ itu lentur maka penyakit jarang menghinggapinya. >> >> Andaikan bangunan di Padang lentur dapat mengikuti irama gempa, agaknya >> tak perlu ada banguan yang roboh dan tak akan jatuh korban yang banyak. >> >> Kelenturan dikaitkan dengan kemampuan beradaptasi. Orang Minang di kenal >> sebagai suku yang lentur. Dikandang kambiang mambebek, dikandang harimau >> mangaum. Di ma tanah di pijak di sinan langik di junjuang" >> Kemampuan orang minang beradaptasi kerna dia lentur elastis, sehingga dia >> di senangi dan dimanapun dia bisa sukses dalam mengharungi hidup >> >> Maka Olah Raga Porpi yang teratur akan melenturkan semua organ tubuh >> dengan semboyan "Tiada pagi tanpa Porpi" >> Untuk melenturkan ruas-ruas tulang, untuk melenturkan uratiurat tubuh dan >> untuk melenturkan pembuluh darah adalah dengan latihan. >> Latihan yang teratur dan terukur serta bisa di kerjakan oleh segala umur >> ialah latihan senam porpi >> >> Setiap gerakan dalam senam porpi intinya adalah ke lenturan. Melenturkan >> ruas-ruas sendi. Melenturkan pinggang dan kaki. Melenturkan tangan dan >> leher. Melenturkan jantung dan hati dan melenturkan fikiran dan emosi. Semua >> di ramu dijadikan satu dalam paket senam Porpi >> >> Begitu pembuluh darah jadi kaku, tidak elastis lagi di awali dg rasa pegal >> dan kesemutan. >> Begitu sendi mulai kaku. Diawali dengan tak bisa dan sukar memasang tali >> sepatu dan sulit duduk bersimpuh. Kalau shalat gerakkannya tak benar lagi. >> Disaat itu semua penyakit secara berangsur pasti datang. >> >> Organ tubuh jika dibiarkan dia akan menuju kekakuannya dan untuk mencegah >> dari kekakuannya perlu dilatih. Hanya latihanlah yang bisa mencegah organ >> dari ke kakuannya. >> >> Sesuatu yang kaku dan tak lentur, tidak tahan menghadapi benturan. Apapun >> bendanya dan dimanapun dia berada. >> Andaikan satu bangunan ada ke lenturan maka goyangan gempa tak akan >> menghancurkannya >> >> Untuk saya terinagat sebuah Firman suciNya dalam Al Qur'an >> yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya,(QS 68;13) >> Pekan Baru 18 Oktober 2009 >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> >> > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
