Dunsanak palanta RN Saya reposting lagi ini, ragu saya apakah sudah terkirim ke Palanta RN masalahnya nggak muncul di Inbox saya, maaf kalo dua kali posting mdah2an bermanfaat dan menjadi pemikiran kita semua
Wass-Jepe ******* Sanak Suryadi dan sanak di Lapau Menyimak pengalaman dan perjalanan sanak ke buton naik speed boat saya jadi teringat juga pengalaman seperti yang sanak alami saat naik speed boat dari Pulau Simelue ke pulau kecil yaitu Pulau Teupah Barat dalam rangka menyalurkan bantuan bersama sebuah NGO Jerman Dalam Speed Boat tersebut kami rombongan dipimpin dua orang bule, saat dalam perjalanan saya dan kawan2 yang orang rumpun melayu ini diatas speed boat memamah/ngemil makanan kecil seperti kue2 kering dan biskuit yang kemasannya dari plastik serta air mineral botolan atau air mineral gelas yang kemasannya juga di plastik Setelah makan sengaja atau tidak sengaja atau ini kebiasan buruk kawan saya seenak saja tanpa beban membuang kantong2 atau kemasan plastik makanan dan minuman tersebut (Tidak semua hanya yang telah habis makanan dan minuman) Secara spontan ketika plastik itu diterbang angin dan melayang ke tubuh bule jerman tersebut spontan bule ini marah dan menasehati kami akibat perbuatan yang mencemari lingkungan ini dengan sampah plastik, ceramahnya sederhana saja kira kira begini "Mungkin kalian berasumsi "ahhh dikit saja toh dibuang plastik ini ke laut...nggak masalah, coba bayangkan jika jutaan manusia berasumsi yang sama dengan kalian maka sampah2 plastik dan rumah tangga lainnya akan menggnung dan bertaburan mencemari planet bumi kita" Faktanya memang begitu yang terjadi di ketika kita berasumsi membuang sampah terutama sampah an organik yang susah terurai oleh jazad renik mungkin bahasanya begini "ahhh dikit aja nggak ngaruh" Ketika semua orang berasumsi seperti it ditambah tingkat kesadaran kita yang rendah tak pelak lagi sampah tidak terkontrol dan bertebaran dimana2 tempat umum, jalan raya, lingkungan rmah kita Semenjak "ditatar bule" tersebut kami membuat program bersih dan sadar lingkungan dan mencoba mensosialisasikan pada masyarakat tentunya harus dimulai dari kami dulu dikantor dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mencoba memilah dan memilih mana sampah organik mana sampah yang an organik kampanye kami ini dengan motto "Good for you, good for planet" Secara sederhana bagaimana sampah terutama plastik, karton dan sampah an organik lainnya jika kita buang sembarangan misalnya contoh dibuang ke laut tersebut mungkin bagi kita baik (good for you) tapi tidak buat planet/bumi (bad for planet) atau perbuatan ini "Good for you, Bad for planet Tentunya yang paling parah dan kondisi paling jelek terhadap rendahnya kesadaran lingkungan dengan seenaknya membuat sampah dan perilaku mencemari lingkungan lainnya yang menimbulkan bahaya bagi kehidupan ini menjadi "Bad for you, bad for planet" Jadi intinya masalah ini bagaimana bagus buat kehidupan kita dan bagus juga buat planet tempat kita hidup "GOOD FOR YOU, GOOD FOR PLANET" Pelajaran dari bule tersebut bagi diri saya sangat berharga sekali walau kelihatan sepele mungkin hanya membuat "secuil" plastik kemasan makanan ke lautan samudera hindia yang luas Sebagai contoh Sungguh saya (kita) semua prihatin jika setiap kali saya melintas di sepanjang lembah anai (belum tempat2 wisata dan keramaian lain) kiri kanan jalan dilembah tersebt luar biasa bertaburan sampah2 plastik dan sangat mencemari lingkungan dan dari segi estetika jauh dari pemandangan yang elok dan indah dipandang dibandingkan hutan2 sungai2 di lembah anai yang terpelihara cukup baik Lalu tak jarang juga dalam melintas jalan seputar lembah anai dan jalan2 utama di ranah minang terutama ke pusat2 parawisata begitu seenaknya saja orang2 bermobil melempar dan membangkan sampah2 plastik dan sisa sisa makanannya seperti kulit pisang, kulit jagung dan. Kulit buah2an walau ini dialam bisa terurai cepat tapi dari segi estika jelas merusak pemandangan dilingkungan sekitar kita Bagi orang yang di mobil tersebut mngkin "Good for you" dalam arti mobilnya bersih dan tidak bau dengan sampah2 tersebut tapi tidak buat planet (Bad for planet) Lalu bagaimana dengan saya sendiri dan klga diatas mobil tentu saya harus memulai kesadaran ini "good for you, good for planet" Didalam mobil saya pada perjalanan tersebut banyak makanan dan minuman yang dibeli disepanjang jalan sebut saja perkedel padang panjang yang dibungkus kantong plastik (asoy) makanan2 ringan dengan kemasan berbahan plastik dll, serta air mineral gelas atau botolan yang dikemas plastik Saya mencoba memberi peringatan dan arahan pada anak saya intinya"Jangan sekali-kali membuang sampah ke jalan" tentunya saya sudah siap tempat sampah di mobil paling tidak kantong plastik besar apapun jenis sampah dimasukan dulu dalam kantong semalas-malasnya anak saya paling tidak saya bilang "nggak sempat di tarok sampah makanan ya sudah buang saja dulu dilantai mobil tersebut jangan. Buang keluar sambil membuka jendela" Nah sampah di mobil ini ketika kita misalnya sdah sampai dirumah saat membersihkan mobil atau mencucinya sampah2 tersebut dikantongi dan tentunya dibuang pada tempat yang benar dan tidak mencemari lingkungan Lebih baik lagi kita bisa membedakan antara sampah organik dengan sampah an organik Sampah organik seperti kulit2 buahan2 atau sampah dari tumbuhan2an yang mudah terurai dialam malah menjadi pupuk kalau diolah ata populer disebut kompos, dibuat lobang lalu ditimbun lama kelamaan terurai olek mikro organisme dalam tanah lalu membusk bersatu dengan tanah yang membuta tanah tersebut subur Lalu sampah an organik terutama plastik atau kemasan berbahan plastik dan polymer lainnya yang sangat susah terurai oleh mikro organisme yang berpotensi mencemari dan meracuni lingkungan dan berdampak buruk bagi kehidupan jangan ditimbun dalam tanah ini bisa diambil oleh pemulung untuk dijual dan didaur ulang menjadi barang2 rumah tangga sehari2 yang bermanfaat. Dengan memisahkan dua jenis sampah ini tentu memdahkan dalam penanganannya dibandingkan disatukan yang menyulitkan dalam memisahkan dan orang2 yang memanfaatkan sepeerti tukang sampah atau pemulung yang pada akhirnya saya amati mereka hanya memilih yang sekira laku dijual sementara sampah yang diobok2nya kembali berantakan palagi ada "yang bau_bau menyengat" dibawa bintang dan berjejer dimana mana (Bad for planet) Jadi dari sekarang kita harus. Memulai sadar lingkungan pada diri kita dan kewluarga kita mulai dari hal2 yang kecil dan sederhana seperti yang saya uraikan diatas lupakan asumsi yang sepele ini tapi dampaknya sangat luar biasa bagi pencemaran lingkungan (planet) "Ahhh sedikit aja plastik ini saya buang...nggak ngaruh ini" Ketika semua manusia berasumsi seperti itu Anda bisa membayangkan planet akan menjadi tong sampah raksasa dan ini sudah terjadi di Negara kita terutama di kota besar Jakarta, sampah dimana2 dan masalah yang tidak pwernah habis2nya diselesaikan dan telah membebankan kehidupan kearah kualitas hidup yang rendah KAmpanyekanlah dengan moto terhadap lingkungan dan sampah ini GOOD FOR YOU GOOD FOR PLANET Jangan Good For You Bad For Planet apalagi Bad For You Bad For planet kalau ini "kiamat" sudah kualitas hidup anda di muka bumi ini Salam-Jepe Terus belajar dan belajar agar tercipta iklim hidup yang sehat di muka bumi "good for us and good for our planet" Saran Perlu rasanya kita bikin institusi non profit sesuai tujuan Milist RN merupakan (Think Tank buat kemajuan Ranah Minang seperti di Bidang Parawisata MPKAS terbentuk atas hasil diskusi yang panjang di Rantau Net begitu juga bisa kita bikin institusi di bidang lingkungan ini sehingga kan menunjang dunia parawisata ranah kita dengan segala alamnya yang elok dan indah lebih bersih dan jauh dari pencemaran sampah2 terutama di objek2 parawisata Kita kampanyekan Instutusi yang kita buat ini dengan motto Good for yo good for Planet lalu action kita dilapangan misalnya dengan mengajak siswa2 SLTA di Padang Panjang menyapu bersih sampah2 kiri kanan dijalan lembah anai sambil memasang spanduk dan baliho instutusi kita dengan motto tersebut paling tidak sekali sebulan kita lakukan hal ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengguna jalan akan malu seenaknya membuang sampah ke jalan dan pada akhirnya akan menjadi budaya cinta pada lingkungan Bagaimana Orang Dapur, Pak Sa'af Kanda Nofrin Kanda Indra Catri Kanda Riri IJP Uni Iffah Pak Emi Kanda Elthaf Sanak FirdausN Buya HMA para tetua Datuk2 di RN serta sanak sekalian palanta RN di penjuru Dunia, toh kita punya dana sedsikit banyak dan banyak sanak2 di RN sini yang jago2 mencari dana untuk mensukseskan motto GOOD FOR YOU GOOD FOR PLANET melalui institusi nir laba hasil pemikiran dan dibentuk oleh members RN Saya secara pribadi siap tenaga dan konsep pemikiran bagaimana penangan sampah ini agar tidak menjadi sampah dan bisa memanfaatkan paling tidak sampah tidak bertaburan lagi di ranah minang kita tercinta yang indah elok dan cantik Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
