Ternyata sdr kita org Jawa udah menyeru utk penyelamatan bhs daerah mereka, bagaimana dg kita-bhs Padang/Minang?
Selamatkan Bahasa Jawa! <file:///C:\Documents%20and%20Settings\user\Local%20Settings\Temp\Rar$EX 00.687\selamatkan-bahasa-jawa.html> oleh Aniz Azhar Roy Sabtu, 05 September 2009 Sahabat fenomena bahasa daerah di era modern seperti sekarang ini memang sangat memprihatikan Bahasa daerah <http://duniaroy.blogspot.com/2009/09/33-warisan-budaya-indonesia-yang-d i.html> kini menempati posisi sebagai bahasa pinggiran bahasa desa ataupun bahasa kampung Penggunaan bahasa daerah kini hanya digunakan oleh orang-orang tua atau dalam keluarga tertentu di masing-masing daerah Sebagian besar generasi muda telah memilih bahasa global yakni bahasa Indonesia dan inggris sebagi bahasa sehari-hari mereka Bahkan kini penggunaan bahasa prokem atau bahasa gaul telah menyisihkan orang-oang yang menggunakan bahasa daerah sebagai golongan yang kampungan Atu biasanya mereka sebut "Tidak Gaul" Fenomena dan indikasi-indikasi tadilah yang kemungkinan besar akan mengantarkan bahasa daerah yang merupakan bahasa ibu ke lembah kepunahan Sama seperti hewan-hewan yang tak mampu mengikuti perubhan zaman Sahabat salah satu bahasa yang dekat dengan kita yang juga terancam akan punah adalah bahasa jawa Gempuran budaya perkotaan yang lekat dengan bahasa prokem atau bahasa gaul telah sampai ke pelosok daerah Akibatnya generasi muda yang tengah labil terpengaruh dan terbawa dengan budaya perkotaan termasuk penggunaan bahasa prokem dengan alasan mengikuti trend Lambat laun tapi pasti generasi muda mulai melupakan bahasa jawa Sebagian besar generasi muda orang jawa hanya mampu menguasai bahasa jawa 'ngoko' yaitu bahasa jawa paling kasar yang bisas digunakan untuk percakapan sehari-hari dengan orang sebaya Sedangkan untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih tua jarang sekali remaja yang mampu berbahasa jawa halus dengan fasih Jika ini terus dibiarkan terjadi tidak menutup kemungkinan beberapa generasi setelah kita bahasa jawa hanya tinggal nama Oleh karena itu bahasa jawa sebagai bahasa Ibu harus diberi perhatian lebih oleh pemerintah dan masyarakat jawa khususnya agar terhindar dari jurang kepunahan Oleh karena itu sahabat perlu dibangun kesadaran kolektif dari semua pihak Baik kepada masyarakat pemangku jabatan di lingkungan pemprov dan pemda serta institusi lain para guru dan dosen dan semua goal keepers yang peduli pada pemertahanan bahasa Jawa Keluarga-keluarga Jawa harus menjadikan bahasa Jawa sebagai bahasa keseharian dalam ranah kekeluargaan dengan penuh kesadaran Juga dalam ranah kekerabatan Jawa dengan sesama warga yang masih mampu berbahasa Jawa Semua harus sadar bahwa bahasa Jawa harus dijaga ketat pemakaiannya dalam ranah-ranah yang masih memungkinkan digunakan untuk media pemertahanan bahasa Jawa Dalam ranah pendidikan di tataran prasekolah play group juga di TK-TK di SD-SD kelas I sampai kelas III seharusnya tidak terburu-buru dikenalkan dengan bahasa seain bahasa Ibu atau bahasa Jawa Begitupun didaerah lain sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing Sebab dengan disingkirkannya bahasa ibu untuk pengajaran pada tahun-tahun awal pendidikan maka akan mengganggu penguasaan bahasa pada tahapan pendidikan selanjutnya Dan akhirnya siswa kesulitan mempelajari bahasa daerahnya dan memilih untuk melupakannya Oleh karena itu sahabat tidak heran kalau sekarang banyak sekali anak bahkan mahasiswa juga orang tua yang yang jelek penguasaan bahasa-bahasanya Penguasaan bahasa daerahnya jelek penguasaan bahasa Indonesianya juga jelek apalagi penguasaan bahasa Inggrisnya jebol Jadi sudah seharusnya kita tidak terlalu terpesona tergiur atau nggumun dengan pesona-pesona perkembangan bahasa global khususnya prokem hingga lupa dengan bahasa ibu sendiri Bahasa jawa Jika kita lihat dilingkungan yang paling dekat dengan kita yaitu di Daerah Istimewa yogykarta bahasa Jawa yang berjati diri sebagai bahasa ibu bagi sebagian terbesar warga masyarakat Yogyakarta dan sekelilingnya sepertinya justru dibiarkan makin merana Paling baru aksara-aksara jawa saja yang dipampang diberbagai sudut kota dan nama jalan namun yang dapat membaca tulisan itu masih bisa dihitung dengan jari Maka pertanyaan mendasarnya lalu sungguhkah kita yang "masih Jawa" ini rela membiarkan bahasa Jawa mati di rumah sendiri? Sungguhkah tidak ada upaya superkonkret untuk mencegah kepunahan bahasa Jawa? Semua pihak wajib memberikan sikap terhadap kebahasajaan ini Ayo segera selamatkan bahasa Jawa! Wallahu'alam bissowwab Sumber : http://duniaroy.blogspot.com/2009/09/selamatkan-bahasa-jawa.html --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
