Jangan melihat dari satu sudut saja ...Seperti kata kawan dari milis sebelah, 

Dari pada anda mengangguk angguk saja.. Silahkan Baca..ini...

sumber :milis migas

Tahun 2000 saya pernah tinggal 1 bulan di Chennai(Madras) . Waktu itu Indonesia 
sedang dilanda krismon. Dan waktu itu pula India sedang naik perekonomiannya. 
Saya hanya tinggal di seputaran kota saja. berikut ini kesan saya:
1. Miskin di India tidak sama dengan miskin di Indonesia: Saya ditugaskan di 
sebuah perusahaan manufaktur boiler yang dimiliki Jerman. Selama di sana saya 
akrab dengan beberapa engineer muda. Ada 2 hal yang sangat berkesan bagi saya. 
hal pertama: seorang engineer muda mengatakan ingin mampir ke hotel saya, 
tetapi awalnya saya tidak menerimanya karena saya baru kenal. tetapi dia selalu 
saja meminta untuk bisa datang. Akhirnya saya undang dia untuk dinner. tetapi 
dia menolaknya karena dia malu, atau sungkan. Rupanya dia hanya ingin melihat 
kamar hotel....... ....seumur- umur dia belum pernah melihat kamar hotel. Hal 
kedua; ketika saya mau pulang ke Indonesia saya meminta seorang bellboy untuk 
menemani saya belanja, saya beri uang dia tidak mau, dia hanya mau jeans yang 
saya pakai, seumur-umur dia belum pernah memakai jeans, padahal jeans yang saya 
pakai adalah jeans buat kerja sehari-hari alias dari kompani.
Alangkah bedanya miskin di Indonesia dengan di India. Tapi mereka pinter-pinter 
loh.
2. Korupsi sama aja; saya bawa sepuluh bungkus rokok, sembilan abis diembat di 
bandara, pulangnya juga kena embat 50 USD
3. Di Indonesia ga ada lembu diiket di depat hotel, coba disono, ga ada yang 
berani melarang.
4. Sewa mobil ga pake AC ama yang pake AC beda 50 rupee, busyet. Giliran sya 
suruh ngidupin AC minta tambah 50 rupee.
5. Supirku ga pake sendal, kaki ayam. Pake sarung lagi.
6. Aku diajak mampir ke rummah QC managernya, ampun deh. katanya tinggal di 
apartemen ga taunya RUSUNAWA.
7. Korannya tebel banget, 50 halaman kali...tapi harganya ga sampe setengah 
harga Kompas.
8. Setiap 100 meter ada bar alias kedai minuman keras pinggir jalan, belinya 
ketengan, setengah gelas juga boleh.
9 Rokok juga bungkusnya kecil-kecil, ga kayak Gudang Garam kata mereka kayak 
batu bata.
10. Aku ke kedai kain sutra, emang murah, tapi beda men, sutranya aneh. kata 
instriku di kampung keling (kampung Madras, medan lebih murah)
11. Di Indonesia ga ada pemulung di Mal, disana ampun deh, banyak pemulung di 
mal.
12, Nah yang tekahir aku bawa beras sekilo, berasnya bagus.

Suparno/Medan

dan teruskan dengan tulisan yang ini... 
  
Sayang orang yang nulis nggak sempat jalan ke Mumbai dan tinggal di kota
tsb.  Kemudian nyoba naik kereta dari Mumbai ke Taj Mahal dan pasti
kata2nya/tulisannya beda.  Mungkin nggak akan pernah mau naik kereta api
lagi seumur hidup dimana saja berada (lebih buruk dari gaya baru tahun
1990an.....waktu kuliah).
Setahu saya yang sempat menikmati susahnya tinggal di Mumbai tahun
1997-1998. Dijaman itu lagu dari Alanis Morissette - Thank You (India) lagi
sangat ngetop...dan kitapun/Engineers yang di assigned di kota/Negara
tersebut mlesetin judul lagunya jadi...."Thank you but no thanks".   Mulai
dari keadaan yang crowded luar biasa, hingga tengah malampun anda akan bisa
melihat orang tidur dipinggir jalan (trotoar).  Sangat kasihan sekali kalau
saya melihat.  Mungkin worse dari kota Jakarta.  Jika di saat pagi maka anda
melihat kebanyakan wanita dan anak2 kecil yang bekerja, dan lelaki duduk2
santai dipinggir jalan.... Jangan pernah memberikan uang anda untuk
pengemis, karena begitu anda kasih maka akan ada 10 orang menghampiri anda
dan meminta bagian yang sama.
Sayang terhadap binatang, memang dari budaya mereka yang tidak membenarkan
untuk melakukan hal tersebut. Sebagai salah satu contoh, di beberapa tempat
Mumbai, burung merpati banyak terlihat dan aman keadaannya.. ..cuman kotor
sekali didaerah tersebut dan menjadi kumpulan penyakit akhirnya.
Untuk meloloskan barang anda yang stuck di pelabuhan, keadaannya agak lebih
buruk dari Jakarta atau Surabaya.  Dan lagi berkenaan dengan palak yang
dilakukan oleh petugas immigrasi di Mumbai (setipa kali masuk, setiap kali
kena palak....untungnya bisa diklaim balik kekantor lama). Jadi pada
dasarnya, hal2 seperti ini adalah lumrah untuk India.  Kalau nggak salah
rig2 platform India itu sangat buruk dibanding dengan rig2 yang ada di
Indonesia... rusti banget.  Kecelakaan kerja disana kurang diperhatikan, dan
cenderung untuk diabaikan.  Saya lupa jumlah kebakaran rig offshore untuk
India...cukup signifikan saat2 itu.
Kemudian dari segi makanan, tidak higienis sama sekali yang saya alami
disana.  Paling tidak selama 2 minggu pasti disentri (langganan.. .karena
kerja 6/6 rotasi).  Hanya ada restaurant khusus di kota Mumbai yang rajin
dikunjungi oleh orang2 western karena bersih dan dijamin enak...(selalu
pesen nasi goreng kalau saya).
So, saya rasa kebetulan penulis cerita tersebut datang kekota yang jumlah
penduduknya sedikit dan baik keadaannya.  Nggak seluruhnya benar. Jika dia
datang ke kota sperti Mumbai, Gate of India, yakin deh cerita berbeda.
Nah keadaan cerita saya diatas nggak akan beda jauh jika anda sempat nonton
"Slumdog Millionaire" ....terlalu banyak manusia dalam satu kota dan
mengakibatkan jumlah kejahatan yang tinggi. Meskipun tingkat pertumbuhan
ekonomi yang tinggi, namun sangat tidak merata.
Pandangan saya pribadi, keadaan Indonesia masih lebih baik kok.......that is
for sure.....Memang kita ada kekurangan disana sini. Cuman, I have been
there and I live there....... .  thanks but no thanks, he...he...he. ..
Salam Erat,
Cah Bagus


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke