Mari kita lihat kapan Sumpur Kudus akan berdering... Salam, --MakNgah Sjamsir Sjarif
Syafii Maarif: Sumpur Kudus Baru Merdeka Tahun 2005 Diposting oleh IBOEKOE on Jul 16th, 2009 di topik Kronik. Anda dapat mengikuti diskusi pada berita ini melalui RSS 2.0. Anda bisa juga meninggalkan komentar dan trackback Dalam paparannya di depan peserta bedah buku Islam, Keindonesiaan dan Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Sejarah karya Syafii Maarif di Gedung PP Muhammadiyah Cikditiro Yogyakarta (16/7), Dosen UGM Fajrul Falaakh mengutip salah satu fragmen refleksi pemikiran Syafii Maarif ihwal paradoks keagamaan dan realitas sosial. Fragmen itu ialah ketika listrik baru masuk Sumpur Kudus, Sawahlunto/Sijunjung, Sumatera Barat, pada tahun 2005. Bagi Syafii, kenyataan itu getir sekaligus ironis. Listrik adalah simbol dari kemerdekaan, baik dilihat dari sisi sosial, ekonomi, maupun kultural. Dan listrik itu baru masuk ke tanah kelahirannya pada tahun 2005. Artinya, baru pada tahun itulah Sumpur Kudus merdeka. "Bayangkan, tanah tumpah darah yang telah melahirkan tokoh Muhammadiyah sekelas Syafii baru bisa menikmati listri pada tahun 2005. Apanya yang salah di sini: Muhammadiyah, Islam, pemerintah, atau siapa. Sangat paradoks. Syafii tak perlu mengutip data dari mana-mana untuk melihat bagaimana paradoks keagamaan dan realitas sosial itu terjadi," kata pakar hukum tata negara UGM dan pemikir NU ini disambut tepuk tangan peserta bedah buku. (GM) Sumber: http://indonesiabuku.com/?p=1025 --- In [email protected], "Indra J Piliang" <pi_li...@...> wrote: > > Tifatul, anak urang Koto ini, paling bersemangat dan paling banyak berjanji. > Kemaren menjanjikan komputerisasi, lalu meningkat ke 100 desa pintar dlm 100 > hari. Kini meningkat lagi. Mudah2anlah. > > Tiga Bulan Lagi, 25.000 Desa Berdering > > Sabtu, 24 Oktober 2009 | 17.51 WIB > >  > KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN > > > JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga bulan ke depan, 25.000 desa terpencil di Indonesia > akan terhubung dengan saluran telepon. Demikian janji Menteri Komunikasi dan > Informasi yang baru, Tifatul Sembiring. > > "Ya, target kita dalam seratus hari ini adalah 25.000 desa berdering," kata > Tifatul kepada wartawan usai memberikan sambutan pada acara Pesta Blogger > 2009 di Jakarta, Sabtu (24/10). > > Tifatul menambahkan, Indonesia masih berusaha mengejar kekurangan layanan > dasar ini sesuai standar Universal Service Obligation atau USO. Saat ini, > Indonesia baru memenuhi 46 persen permintaan sambungan telepon fixed dari PT > Telekomunikasi Indonesia (Telkom) untuk tingkat kecamatan dan 16 persen > tingkat desa. Adapun untuk sambungan mobile dari Telkomsel, Indonesia baru > memenuhi 69 persen layanan tingkat kecamatan dan 54 persen di level desa. > > "Sesuai standar minimum (USO) itu, kita harus memenuhi 4.217 kecamatan atau > 32.874 desa. Jadi dalam seratus hari ini Presiden memberikan target harus > terwujud 25.000 desa berdering," lanjut menteri asal Bukittinggi tersebut. > > Penyambungan sarana telekomunikasi ini nantinya akan diprioritaskan pada > daerah-daerah terpencil yang masih sulit dijangkau oleh sarana transportasi. > > Laksono Hari Wiwoho > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
