Mendapat kabar bahwa buku Bahaya Alkohol dan Cara Mencegah Kecanduannya termasuk dalam jajaran buku laris di toko buku Gramedia Kelapa Gading Mall, tentunya membuat saya gembira. Gembira sebab buku tersebut baru minggu lalu beredar di seluruh toko buku Gramedia. Dengan hati senang dan gembira tentu saja membuat saya semakin semangat mempromosikan buku ini melalui berbagai cara.
Cara yang saya lakukan pertama kali mendapat kabar buku telah terbit dan beredar adalah cyber marketing. Melalui pembuatan blog buku Bahaya Alkohol, sehingga menambah jumlah blog yang saya kelola. Walau saya pernah dikritik oleh salah seorang pembaca mengenai banyaknya blog yang saya ciptakan, hal itu hanya membuat saya tersenyum sendiri saat saya membuat blog buku Bahaya Alkohol minggu lalu. Karena membuat blog khusus setiap buku-buku yang saya tulis adalah penting. Penting karena setiap buku yang saya tulis satu sama lain berbeda temanya. Tidak seperti Enid Blyton penulis buku petualangan anak-anak yang saya senangi, dia terkenal sebagai penulis buku anak-anak tema petualangan. Kedua, menulis artikel di milis-milis agar para pembaca penasaran dan tertarik membaca buku ini. Ada sekitar 78 milis yang saya ikuti, tentunya dengan digest agar tidka penuh inbox. Bagi mereka yang punya anggota keluarga terjerat miras pasti langsung membelinya. Sedangkan para kutu buku teman-teman di goodreads Indonesia sudah mendapat info di hari yang sama buku ini dimasukkan dalam www.goodreads.com. Ketiga, saya mengirim kabar ke seluruh AA (alkohol anonimus) baik yang berada di Jakarta, Yogya, Bali, Bandung, Solo, Manado dan Surabaya. Pesan yang saya kirim berisi sinopsis buku dan data buku. Sebab sesuai namanya anonimus, maka mereka tidak akan menampilkan identitas diri. Yang penting pesan dan isinya sampai di baca oleh mereka. Saya tidak ingin menjadi penulis yang homogen dan terpaku pada satu tema khusus. Itulah sebabnya, banyak artikel yang saya tulis memasuki ipoleksosbud. Bahkan karena tulisan saya mengenai salah satu parpol dianggap saya berpihak atau memakai baju parpol tersebut. Sebab banyak yang belum tahu bahwa UU yang berlaku di Indonesia bahwa WNI yang menikah dengan orang asing dilarang masuk parpol. Bahkan saya sering dikirim virus akibat tulisan mengenai parpol tersebut. Untunglah feeling saya so good hingga hari ini kiriman virus di inbox tidak pernah dibuka dan terhindar dari masalah virus. Kembali ke buku Bahaya Alkohol yang masuk dalam jajaran buku laris di toko buku Gramedia Kelapa Gading Mall, tentunya bukan karena blog saja. Blog Anda tidak akan dibuka jika Anda tidak memperkenalkan ke khayalak pembaca. Salah satu wadah tempat saya menulis bebas sebelum saya memasuki Facebook adalah Kolom Kita almarhum (KOKI Kompas.com). Melalui Koki inilah saya mendapat kesempatan memperkenalkan blog, hingga pernah salam satu hari blog saya dihit ratusan pembaca KOKI. Sayang KOKI lenyap dari kompas.com. dan digantikan oleh Kompasiana. Kendala sebagai penulis yang menetap di luar negeri adalah ruang gerak untuk berpromosi sangat terbatas. Saya tidak dapat bertemu penerbit langsung, tidak dapat melakukan pemasaran langsung ke lembaga-lembaga dan masyarakat umum. Padahal buku Bahaya Alkohol dan Cara Mencegah Kecanduannya ini, sangat cocok didiskusikan di sekolah-sekolah, kampus, AA (Alkohol Anonimus), dll. Menyadari kendala tersebut, tentu saja saya tetap fokus pada masalah bagaimana caranya agar masyarakat Indonesia mengetahui ada buku yang bisa membantu mengatasi masalah mereka. Seketika saya ingat tahun lalu saat melakukan siaran live talk show di Delta FM Radio Jakarta dengan Ida Arimurti. Bincang-bincang melalui telepon dari Yunani- Jakarta tidak ada masalah, sebab saya menggunakan kartu 5 euro (baca kisah dalam buku Love and Shock) yang bisa dipakai 3 jam menelepon ke Indonesia. Maka langsung saya menghubungi pihak radio agar dapat kembali melakukan diskusi dan bedah buku Bahaya Alkohol di stasiun radio-radio di seluruh nusantara. Beruntung sekali pihak penerbit dapat bekerja sama, membantu mengirimkan buku ke beberapa harian dan ke stasiun radio-radio. Ternyata banyak sekali masalah miras di Indonesia, istilah miras hanya digunakan di Indonesia saja. Terbukti ketika saya melakukan pencarian di google yang muncul 153.000 kasus berhubungan dengan miras dalam waktu 0.006 detik. Jika ada yang menyebutkan bahwa masalah miras di Indonesia bukan hal yang penting adalah busted alias tidak terbukti! Bukti lainnya dalam seminggu buku Bahaya Alkohol masuk jajaran buku laris, artinya banyak korban miras yang terselubung dan tidak diketahui oleh khalayak. Yang terungkap biasanya masalah supir bus tabrakan, korban meninggal dunia akibat oplosan, peredaran miras palsu. Sedangkan masalah anak-anak dan dewasa yang kecanduan dalam keluarga tidak terungkap. Semoga saja dalam waktu dekat penulis dan para kontributor buku dapat melakukan bincang-bincang di beberapa stasun radio di seluruh nusantara. Tentunya berkat media massa, kontributor, pemberi endorsemen merupakan salah satu faktor yang membuat buku ini laris. Cara ke-empat ini yang masih saya tunggu, melalui media massa dan radio. Saya yakin buku ini akan segera cetak ulang dalam waktu dekat. Walau saya belum lihat dan pegang bukunya dan belum tanda tangan SPP-nya. http://bahaya-alkohol.blogspot.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
