Saya punya "Kaba Pusako Minangkabau: Bonsu Pinang Sibaribuik" dikasih oleh penulisnya Emral Djamal Datuak Rajo Mudo (65). Beliau penghulu adat dari Bayang Pesisir Selatan, budayawan yang sekaligus dikenal sebagai salah seorang pakar silek Minangkabau. Buku tersebut setebal 410 halaman, diterbitkan tahun 2005 lalu. Minta informasi dengan Uda Indra Catri dan Bung Edy Utama, mudah-2an ada nomor talipon liau.
saya kita beliau punya semua kaba dan jago menuliskan kaba. Kaba Bonsu Pinang Sibaribuik bisa terbit karena (kalau tak salah, karena dibantu penerbitannya oleh Dewan Bahasa Malaysia). Mungkin, kalau ada pihak yag peduli, banyak karya Emral Djamal Datuak rajo Mudo yang bisa diterbitkan. Beliau serius bertahun-tahun menggali nilai-nilai warisan Budaya Alam Minangkabau. itu kaba, yang bisa dikabakan. yurnaldi panduko rajo --- On Tue, 10/27/09, Zulfadli <[email protected]> wrote: > From: Zulfadli <[email protected]> > Subject: [...@ntau-net] Tanya : Kaba Sutan Pangaduan dan Bongsu Pinang > Sibaribuik > To: [email protected] > Date: Tuesday, October 27, 2009, 9:24 AM > Yth, mamak-mamak, angku-angku, uda-uda dan > uni-uni di palanta RantauNet > Assalamualaikum, > > Saya ingin bertanya kepada kepada sidang palanta, apakah > ada yang masih mengetahui jalan cerita tentang Kaba Malin Dewa Nan > Gombang > Patuanan (Kaba Sutan Pangaduan dan Sutan Lembak Tuah) > dan Kaba Bonsu > Pinang Sibaribuik? > > > > Kedua kaba diatas termasuk 2 dari 4 kaba tareh (kaba utama) > yang berkembang di Minangkabau. Dua yang lainnya adalah > Cindua Mato dan Anggun Nan Tongga yang telah akrab dengan > kita semua. > Kaba Sutan Pangaduan ini berkembang di Pariaman dan Pesisir > Selatan dan Kaba Bonsu Pinang Sibaribuik berkembang di > Kubuang Tigo Baleh (Solok), Alam Surambi Sungai Pagu (Solok > Selatan) dan Pesisir Selatan. > > Kaba Bonsu Pinang Sibaribuik ini sangat panjang dan > didalamnya bertebaran epik-epik tentang perbudakan dan > peperangan antar nagari yang pernah terjadi di Minangkabau > (setidaknya demikian yang saya dengar). > > Saya berharap uda Suryadi di Leiden menemukan literatur > khususnya tentang Kaba Bonsu Pinang Sibaribuik ini. > > > Terimakasih atas perhatiannya, > > Wassalam, > > Zulfadli, 26th > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
