sekedar menambahkan informasi upaya pemurtadan di ranah minang
pasca G30S

"Siapa tuhan mu?" begitu ucap sang relawan saat mendidik anak-anak di
pengungsian, ditirukan oleh warga setempat saat menerangkan modus-modus
pendangkalan akidah.
"Alloh SWT" jawab anak-anak itu. 
"Bukan Alloh SWT (pengucapan dengan O atau akses Arab), tetapi Allah 
(pengucapan dengan huruf A)" kata sang relawan.


wassalam,
harman st.idris 36-Koto

http://www.muslimdaily.net/berita/lokal/4351/upaya-pemurtadan-atas-korban-gempa-sumbar-bukan-isapan-jempol


Upaya Pemurtadan Atas Korban Gempa Sumbar Bukan Isapan Jempol
Diposting pada Senin, 26-10-2009 | 10:41:10 WIB

Lagi-lagi upaya pendangkalan akidah dan pemurtadan terjadi kepada korban dalam 
musibah gempa. Seperti kejadian-kejadian gempa dan musibah sebelumnya, 
pemurtadan kali ini terjadi di daerah Korong Koto Tinggi, Kenagarian Gunung 
Padang Alai, Kecamatan Koto Timur, Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Menurut keterangan warga setempat, kejadian itu tidak berlangsung serta merta 
namun berjalan pelan dan pasti. Upaya pemurtadan ini dilakukan oleh sebuah LSM 
bernama Samaritan yang mendapat bantuan dari luar negeri (AS-red). 

Modus pemurtadan dengan mengajarkan anak-anak setempat pengenalan pada tuhan 
agama tertentu.

"Siapa tuhan mu?" begitu ucap sang relawan saat mendidik anak-anak di 
pengungsian, ditirukan oleh warga setempat saat menerangkan modus-modus 
pendangkalan akidah.

"Alloh SWT" jawab anak-anak itu. 

"Bukan Alloh SWT (pengucapan dengan O atau akses Arab), tetapi Allah 
(pengucapan dengan huruf A)" kata sang relawan.

"Kalian tahu Isa? Siapakah beliau?" tanya sang relawan lagi.

"Isa adalah seorang Nabi dan Rasul yang harus diimani." demikian kurang lebih 
jawaban anak-anak.

"Bukan, Isa adalah seorang anak Allah yang suci" jawab sang relawan. 

Demikian pengajaran yang disampaikan kepada anak-anak di kamp pengungsian 
sebagai terapi mental. Padahal, anak-anak yang diajarkan itu adalah para 
pemeluk Islam.

Modus lain yang dipakai adalah janji tawaran bantuan yang diberikan oleh LSM 
kepada warga setempat. Oleh LSM itu, warga sekampung dijanjikan akan selalu 
dipasok dengan bantuan logistik selama tiga tahun penuh dengan kehadiran 5 
helikopter setiap hari non stop, minimal 2 helikopter.

Daerah Koto Tinggi terletak di kawasan pegunungan dan perbukitan yang cukup 
berat diakses dari darat mengingat lalu lintas jalan terputus total. 
Bangunan-bangunan yang ada hampir semua rubuh dan rusak parah.

Sebuah tawaran yang sangat menggiurkan warga setempat di tengah badai musibah 
gempa. Namun, proposal bantuan menggiurkan itu oleh warga ditolak dengan alasan 
keimanan.

Oleh warga, dikatakan bahwa  jika memang bantuan itu diberikan secara cuma-cuma 
tanpa ada embel-embel harus berpindah agama keluar dari Islam mereka akan 
menerima dengan tangan terbuka.

Sayangnya, kata warga, persyaratan yang diajukan oleh LSM itu sangat berat. 
Warga diminta berganti agama secara benar-benar dan harus selalu menghadiri 
acara-acara siraman rohani agama barunya itu dan sudah tidak boleh lagi pergi 
ke masjid dan menghadiri acara-acara keislaman.

Serentak, sekitar 100 warga sepakat menandatangani nota bersama untuk mengusir 
dengan terpaksa LSM itu karena dianggap memaksakan kehendaknya untuk berganti 
keyakinan dan melanggar hukum. 

Pengaruh yang diperoleh warga kampung setempat, mereka harus rela berpuasa 
terlebih dahulu menunggu kiriman bantuan yang ditempuh dari jalur darat, 
mengingat kecilnya kemampuan para relawan dalam negeri dalam fasilitas.

Hingga saat ini, kiriman bantuan yang mereka peroleh baru berasal dari lembaga 
Majelis Mujahidin dan Mer-C. Demikian keterangan dari M. Shiddieq, ketua tim 
relawan Korp Majelis Mujahidin Sumatera Barat. 

Atas kejadian ini, Shiddieq menghimbau agar pemerintah dan lembaga-lembaga 
bantuan Islambisa segera mengirimkan bantuan ke daerah .... atau daerah lain 
yang juga terpencil dan sulit diakses bantuan.

"Saya yakin masih ada daerah lain yang seperti ini." ujarnya.

Daerah-daerah lain yang mau menerima proposal LSM Samaritan dan yang 
semisalnya, memang secara tampak luar memperoleh bantuan yang lebih layak dan 
lancar dibanding dengan daerah yang menolak. Kehidupan mereka tampak lebih 
makmur.

"Kami berharap, para relawan muslim dan relawan lain yag ikhlas membantu, bisa 
segera datang ke desa Korong Koto Tinggi untuk membantu daerah ini." demikian 
harap Shidieq kepada Muslimdaily. 

[muslimdaily.net]




________________________________
From: ASLIM NURHASAN <[email protected]>
To: Milis M-RantauNet G <[email protected]>
Sent: Thu, October 29, 2009 7:53:44 AM
Subject: [...@ntau-net] Re: Fw: [forahmi] Fw: Ass. Kpd ykh. ->PEMURTADAN 
/KRISTENISASI


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke