Dalam khazanah kebudayaan Hindu, keberadaan sebuah gunung kental sekali dengan unsur-unsur religi yang menghubungkan manusia dengan para hyang di atas sana. Di India, Nepal dan Tibet, keberadaan puncak Mahameru di gugusan Himalaya sangatlah diagungkan sebagai tempat suci dan pusat kegiatan religius-mistik.
Demikian halnya dengan komunitas Hindu yang ada di Indonesia. Orang Hindu Bali dan Tengger, Jawa Timur masih mengkultuskan keberadaan Gunung Semeru di Jawa Timur sebagai Puncak Mahameru ala Jawa, bahkan menurut orang Bali, pura terbesar mereka itu letaknya di Gunung Semeru, bukan di Pulau Bali (pada kenyataannya tidak ada pura disana, hanya pura-pura kahyangan yang tidak kasat mata) Masyarakat Hindu Melayu, pada zamannya juga mengkeramatkan puncak-puncak gunung. Tercatat Gunung Daik di Lingga dan Bukit Siguntang Mahameru dikeramatkan oleh masyarakat Melayu sampai saat ini. Yang paling terkenal tentu saja Gunung Ledang, gunung mitologis yang keberadaannya secara geografis sangat multitafsir. Gunung Ledang muncul dalam kaba-kaba Minangkabau seperti Anggun Nan Tongga, Malin Dewa Nan Gombang Patuanan dan Gadih Basanai. Gunung Ledang begitu populer dalam epik-epik pesisiran Minangkabau sebagai tempat bertapa (batarak), mencari ilmu, melarikan diri, kuburan, pemujaan dll. Di Sumatera Barat sendiri terdapat 3 gunung dengan karakteristik mistik, yaitu Gunung Marapi di Tanah Datar, Gunung Kerinci dan Gunung Ophir di Pasaman. Ketiganya kental diliputi oleh mitologi. Kerinci dikenal sebagai Kerinci Sandaran Agung, Marapi sebagai tempat asal muasal orang Minangkabau dan Ophir sebagai pusat emas Sumatera. Lalu dimanakah Gunung Ledang? Malaysia memberi nama sebuah bukit di Johor sebagai Gunung Ledang. Masyarakat Pariaman dan Pesisir Selatan berselisih pendapat soal lokasinya. Versi Pesisir Selatan merujuk pada puncak tertinggi Bukit Barisan di sekitar Salido. Versi Pariaman tidak terlalu jelas. Jadi dimanakah Gunung Ledang? Menurut saya Gunung Ledang itu ada di mana-mana, karena sama halnya dengan Puncak Mahameru yang dikultuskan itu, gunung apa saja dimana ada masyarakat berkebudayaan Hindu, bisa ditahbiskan menjadi Mahameru. Apakah itu Siguntang Mahameru, Kerinci Mahameru atau Semeru. Satu hal lagi, rata-rata gunung-gunung kiblat mitologi ini adalah Gunung Berapi. Jadi kalau kita boleh menebak, barangkali Gunung Ledang versi orang Pariaman dalam Kaba Anggun Nan Tongga itu adalah Gunung Talang, yang tampak begitu jelas dan anggun dari Kampung Dalam, Padang Pariaman. Regards, Zulfadli, 26th --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
