Negara Hukum Yang Lagi Sakit..

.by : Jepe


"Paisson" saya tidak akan pernah luntur jika saya ditugaskan ke kampung-kampung 
bahkan disebuah kampung atau desa terpencil sekalipun disekitar hutan dimana 
aksebilitasnya sangat sulit untuk ditempuh, selalu ada yang menarik bagi saya 
bertemu dengan masyarakat desa apalagi di lapau-lapau ala kampung, disinilah 
sejatinya  suara keluh kesah masyarakat banyak tentang kesulitan hidup yang 
mereka alami di republik yang kaya ini

Bahkan bukan keluhan saja yang mereka. ungkapkan tapi sudah sampai jeritan dan 
"teriakan" ketika berkeluh kesah dilapau, mulai yang berteriak naiknya harga 
sembako seperti gula dan minyak goreng, sulitnya BBM untuk melaut atau kesungai 
mencari ikan, sarana jalan fasom dan fasum di kampung2 jauh dari layak, sekolah 
yang sedikit lebih bagus dari kandang sapi, fasilitas kesehatan dan obat2an 
yang tidak memadai bahkan obat2 yang kadaluarsa masih tersimpan di puskesmas 
yang reot, basah dan becek kala hujan.

Berbeda tentunya jika para pejabat, penguasa dan elit di negara ini kalaupn 
mereka menjerit 

"Waww betapa mahalnya mobil ini sampai harga diatas 1 M" ketika mereka melihat 
dan ingin memeiliki sebuah Mobil BMW terkini atau sebuah Ferrari special edisi, 
bukan gula, minyak goreng, sulit BBM, fasos dan fasum yang memprihatinkan yang 
mereka ikut juga menjerit (baca : merasakan) apa yang dirasakan masyarakat di 
kebanyakan di daerah-daerah pelosok

Menurut saya pemimpin yang baik itu adalah yang ikut peduli, tahu  dengan 
denyut urat nadi paling halus dan sekali-sekali berbaur serta ikut juga 
merasakan keluh kesah rakyat banyak ini. Jika para elit2 itu hidup senang, kaya 
dan sejahtera saya pikir syah2 saja dan itu "dihalal" kan dinegara ini buat 
seseorang kaya tapi paling tidak mereka tersebut juga peduli pada nasib rakyat 
yang miskin jauh dari sejahtera

Saya bukan belagak sok suci apalagi seperti malaikat, saya ingin juga kaya dan 
hidup senang di dunia ini, tapi ketika mendengar jeritan masyarakat banyak 
dilapau2 atau kedai kopi ala kampung memang membuat kita sedih akan nasib 
mereka, Disinilah sejatinya para elit partai atau yang duduk di kursi empuk 
parlemen harus duduk juga berbaur dengan masyarakat serta mendengar keluh kesah 
mereka, lalu di jeritkan di parlemen suara mereka ini dimana mereka anggota 
dewan yang nota bene penyambung lidah rakyat untuk menyampaikan segala keluh 
kesah serta beban derita hidup mereka yang miskin jauh dari sejahtera

Tapi saat ini apa yang terjadi para elit2 pemimpin bangsa besar ini 
mempertontonkan pada rakyat banyak betapa mereka-mereka tersebut telah membuat 
hidup bernegara ini lagi sakit dan mabuk

Kenapa begitu jika hidup bernegara dan berbangsa ini diatur dan berdasarkan 
hukum, ya jelas negara ini lagi sakit dimana hukum kita ditelanjangi dan 
dikangkangi serta diatur dengan kekuatan uang, ironisnya para pemimpin garda 
terdepan dalam penegakan hukum yang berbuat terlepas dari berbagai macam 
istilah mulai dari kriminalisasi KPK, rivalitas KPK dan Polisi, perseteruan KPK 
dengan Kejaksaan serta berbagai persoalan rumit di bidang hukum dengan tarik 
menarik kepentingan antar institusi atau lembaga pemerintahann 

Ada yang merasa terusik, ada yang merasa terancam wahh macam2 padahal lembaga2 
penegak hukum itu seharusnya bersatu dalam penegakan hukum serta memberantas 
korupsi apa0boleh buat ketika ujung2nya tetap uang yang bermain dan negara 
sekali lagi jika berdasarkan hukum maka negara ini dalam keadaan sakit dan sakit

Bertambah ironis ketika yang sakit itu adalah para petinggi yang menegakkan 
hukum di republik ini, terlepas siapa yang benar dan salah dalam pertarungan 
dipenghujung tahun 2009 yang sangat "sensasional"  dengan istilah "cicak versus 
buaya" sudah tidak jelas lagi siapa cicak dan siapa buaya, rakyat sedih dan 
prihatin melihat pemimpinnya yang ditelanjangi dan dikangkangi oleh kekuatan 
uang para cukong2 

Teringatlah saya  sebuah kata "tajam nan menusuk" dari ninik kita di ranah 
minang

"Tungkek bana nan mambaok rabah" 

Ironiskan resapilah makna kata itu, jika kita telan mentah-mentah kalimat tajam 
itu , kita tahu  sebatang tongkat tentu dibutuhkan buat penopang sesuatu benda 
yang bersdiri agar tidak runtuh, tapi alangkah naifnya karena sebatang tongkat 
inilah membuat benda yang di topang ini runtuh, begitulah sekarang mental 
aparat penegak hukum kita, mereka sendiri yang membuat hukum itu di acak-acak 
serta diobok-obok oleh kekuatan uang para cukong dan mereka begitu gampang 
tergoda oleh uang pada akhirnya mereka melakukan tindakan memalukan didepan 
rakyat banyak, semua ingin menegakan benang basah yang jelas pasti mereka lagi 
sakit dan tongkat yang mereka pegang agar hukum tegak setegaknya malah menjadi 
runtuh, roboh dan berderai

Saya tidak bisa membayangkan apa dalam pikiran presiden menghadapi aparatur 
negara di bidang penegakan hukum ini yang lagi sakit, siapapun yang menjadi 
Presiden bahkan malaikat sekalipun akan berada dalam pusaran yang sulit dan 
rumit, lembaga penegak hukum Polisi, Jaksa dan KPK semua berada di bawah 
kendali Presiden apalagi dibentuk TPF dengan anggota 8, semua lembaga hukum 
tersebut dimata Presiden dan Rakyat berusaha sekuat tenaga bahwa mereka yang 
paling benar, mereka sedang menegakan benang basah di depan kita semua, mereka 
ingin mempertontan kepada rakyat  bahwa merekalah yang  "sehat" tapi 
sesungguhnya mereka sedang sakit dan sekarat karena mengendalikan dan menegakan 
hukum dengan kekuatan uang yang berbicara (money talk) 

Sungguh jika hukum seperti ini maka negara dan bangsa ini memang sedang sakit, 
jika "the life must go on" maka kita menjalani hidup di negara ini dalam 
kondisi penegak hukum yang sedang sakit, mau contoh seorang Winarno  ketika 
meminta sepeda motornya yang ditahan polisi masih saja diminta uang 5 juta 
walau Winarno sudah berdamai dengan keluarga korban, itu sepotong hukum yang 
dikendalikan uang, ahhh saya pikir anda tentu banyak menemukan contoh2 yang 
lain dalam kehidupan betapa negara kita berdasarkan hukum lagi sakit dan mabuk

Desa Titi Akar, 12 Nop 2009
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke