Assalamualaikum Wr.Wb Bung JePe, Bapak Masrrur Siddik, serta ummat RN di 
Palanta.

Saya hanya mau menambahkan sedikit Bung JePe, serta Pak Masrrur.

Menurut hemat saya bukan hanya SDMnya Pak Masrrur, tetapi primer, MORAL nya 
yang GANDA.
Ironinya, negara kita, penduduknya beragama ISLAM yang jumlahnya terbesar 
diDunia. 
Kalau saya tak salah ingat, juga.... Jumlah Export Haji yang terbesar didunia.
TKW nya mungkin juga gak kecil angkanya.
Presidennya juga Islam, pemerintahnya umumnya Islam, jadi apa gerangan?
Antahlah Yuang!

Seperti tulisan Bung JePe, Hilang ayam, pengaduan keNegara, biayanya kambing. 
Ayam den lapeh, kambiang den tandeh.

Wah Bung JePe, memang begitulah negara kita lagi sakit berat chronis yang aqut, 
tak bakal sembuh (bukan saya yang pesimis), tunggu mamp.........nya saja. Tapi 
pabila, ya? Kapan kapan...........

Gitulah demokrasi kita, gak kayak demokrasi Singapura, ataupun demokrasi M'Sia.

Lihatlah, M'Sia, Vietnam, dah maju, Singapura apa lagi....

Kita sejak dulu hanya, export Latex dari DOELOE sampe sekarang, tembako, minyak 
fosil, udang, dll....tapi bikin TAJAK saja ama JARUN PINJAIK saja belon bisa. 
Harga didikte oleh pengimport, kenapa bisa....???

Seandainya negara2 industri dah bisa buat, buat latex syntetis sendiri, bisa 
buat energi sendiri, kita makan apa? Makan susu latex?

Lebih baik menyeramkan tapi tamat, dari pada menakutkan tapi tanpa akhir.

Wassalam,
Muljadi


 
-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Sat, 14 Nov 2009 00:39:04 +0700
> Von: masrursiddik masrursiddik <[email protected]>
> An: [email protected]
> Betreff: [...@ntau-net] Re: Negara Hukum Yang Lagi Sakit....by : Jepe

> Bung Jepe,
> Mungkin SDM nya yang tidak berkualitas.
> Bayangkan Guru-guru mulai dari TK s/d SMA 'melarat'
> konon ada guru TK terima gaji 180 rb per bulan.
> Terpaksa jadi tukang cuci piring dengan honor 5-10 rb rp saja,
> suka-sukanya
> sipemberi kerja.
> Ada juga guru selepas ngajar cari tambahan menjadi Tk Ojek, bahkan jadi
> Pemulung. Dimana wibawa mereka dalam pandangan murid. Makin ke pelosok,
> para
> guru ini semakin 'melarat'.  Tetapi karena masyarakat disekelilingnya
> melarat pula maka wibawa masih 'tegak'. Bayangkan di kota-kota, pa guru
> naik
> Mercy -- yang kapasitas 60 orang, alias Bis Kota-- sementara para murid
> naik
> mobil mewah.. Bahkan gurunya pun dibeli.Jadi keruwetan ini ibarat benang
> kusut, namun pangkalnya ya Pendidikan.  Kilas balik ketika di SR, SMP, SMA
> dulu..... rasa-rasanya les tambahan belajar....gratis.
> Guru sangat kita segani bukan takut, tetapi dicintai. Bahkan kita berebut
> menyambut dan membawakan tas Ibu/Pak Guru waktu itu.  Apakah karena gaji
> guru besar ? Entahlah, yang jelas banyak anak2 yang bercita-cita menjadi
> guru.  Seingat saya kehidupan kami sekeluarga 'makmur'. Walau pun Ayah
> seorang guru, hidup rasa berkecukupan. Terutama sebelum PRRI.  Walau tidak
> setiap minggu, namun setidak-tidaknya kami ditratir ayah makan sato Mak
> Minah, Gado-gado Bang....di pasa ateh Kik Tinggi.  Sekali-sekali piknik ka
> Ngalau Kamang, Air Janiah, atau ke panorama, ngarai sianok.... pulangnya
> makan pical sikai dst
> Itu sedikit komentar.... panambah-nambah inspirasi Bung Jepe
> menuliskan.....
> pentingnya Pembenahan Sektor Pendidikan ini,,Terbaca di Kompas, Menteri
> Diknas sudah membuat kejutan lagi....... UAN di majukan jadi Maret '10.
> Nah
> nan repot Guru lagi..... memadatkan pelajaran mengejar waktu yang sempit
> itu....... nanti para murid prustasi...... lalu cari jalan pintas......
> sogok sini- sogok sana.....kalau udah besar terbiasa nyogok......
> entahlah....
> 
> Selamat menulis lagi Jepe
> 
> Masrur Siddik,
> biar menyimak, dan mengidamkan sekolah tempo doeloe
> atau jalan
> 
> 2009/11/13 <[email protected]>
> 
> > Negara Hukum Yang Lagi Sakit..
> >
> > .by : Jepe
> >
> >
> > "Paisson" saya tidak akan pernah luntur jika saya ditugaskan ke
> > kampung-kampung bahkan disebuah kampung atau desa terpencil sekalipun
> > disekitar hutan dimana aksebilitasnya sangat sulit untuk ditempuh,
> selalu
> > ada yang menarik bagi saya bertemu dengan masyarakat desa apalagi di
> > lapau-lapau ala kampung, disinilah sejatinya  suara keluh kesah
> masyarakat
> > banyak tentang kesulitan hidup yang mereka alami di republik yang kaya
> ini
> >
> > Bahkan bukan keluhan saja yang mereka. ungkapkan tapi sudah sampai
> jeritan
> > dan "teriakan" ketika berkeluh kesah dilapau, mulai yang berteriak
> naiknya
> > harga sembako seperti gula dan minyak goreng, sulitnya BBM untuk melaut
> atau
> > kesungai mencari ikan, sarana jalan fasom dan fasum di kampung2 jauh
> dari
> > layak, sekolah yang sedikit lebih bagus dari kandang sapi, fasilitas
> > kesehatan dan obat2an yang tidak memadai bahkan obat2 yang kadaluarsa
> masih
> > tersimpan di puskesmas yang reot, basah dan becek kala hujan.
> >
> > Berbeda tentunya jika para pejabat, penguasa dan elit di negara ini
> kalaupn
> > mereka menjerit
> >
> > "Waww betapa mahalnya mobil ini sampai harga diatas 1 M" ketika mereka
> > melihat dan ingin memeiliki sebuah Mobil BMW terkini atau sebuah Ferrari
> > special edisi, bukan gula, minyak goreng, sulit BBM, fasos dan fasum
> yang
> > memprihatinkan yang mereka ikut juga menjerit (baca : merasakan) apa
> yang
> > dirasakan masyarakat di kebanyakan di daerah-daerah pelosok
> >
> > Menurut saya pemimpin yang baik itu adalah yang ikut peduli, tahu 
> dengan
> > denyut urat nadi paling halus dan sekali-sekali berbaur serta ikut juga
> > merasakan keluh kesah rakyat banyak ini. Jika para elit2 itu hidup
> senang,
> > kaya dan sejahtera saya pikir syah2 saja dan itu "dihalal" kan dinegara
> ini
> > buat seseorang kaya tapi paling tidak mereka tersebut juga peduli pada
> nasib
> > rakyat yang miskin jauh dari sejahtera
> >
> > Saya bukan belagak sok suci apalagi seperti malaikat, saya ingin juga
> kaya
> > dan hidup senang di dunia ini, tapi ketika mendengar jeritan masyarakat
> > banyak dilapau2 atau kedai kopi ala kampung memang membuat kita sedih
> akan
> > nasib mereka, Disinilah sejatinya para elit partai atau yang duduk di
> kursi
> > empuk parlemen harus duduk juga berbaur dengan masyarakat serta
> mendengar
> > keluh kesah mereka, lalu di jeritkan di parlemen suara mereka ini dimana
> > mereka anggota dewan yang nota bene penyambung lidah rakyat untuk
> > menyampaikan segala keluh kesah serta beban derita hidup mereka yang
> miskin
> > jauh dari sejahtera
> >
> > Tapi saat ini apa yang terjadi para elit2 pemimpin bangsa besar ini
> > mempertontonkan pada rakyat banyak betapa mereka-mereka tersebut telah
> > membuat hidup bernegara ini lagi sakit dan mabuk
> >
> > Kenapa begitu jika hidup bernegara dan berbangsa ini diatur dan
> berdasarkan
> > hukum, ya jelas negara ini lagi sakit dimana hukum kita ditelanjangi dan
> > dikangkangi serta diatur dengan kekuatan uang, ironisnya para pemimpin
> garda
> > terdepan dalam penegakan hukum yang berbuat terlepas dari berbagai macam
> > istilah mulai dari kriminalisasi KPK, rivalitas KPK dan Polisi,
> perseteruan
> > KPK dengan Kejaksaan serta berbagai persoalan rumit di bidang hukum
> dengan
> > tarik menarik kepentingan antar institusi atau lembaga pemerintahann
> >
> > Ada yang merasa terusik, ada yang merasa terancam wahh macam2 padahal
> > lembaga2 penegak hukum itu seharusnya bersatu dalam penegakan hukum
> serta
> > memberantas korupsi apa0boleh buat ketika ujung2nya tetap uang yang
> bermain
> > dan negara sekali lagi jika berdasarkan hukum maka negara ini dalam
> keadaan
> > sakit dan sakit
> >
> > Bertambah ironis ketika yang sakit itu adalah para petinggi yang
> menegakkan
> > hukum di republik ini, terlepas siapa yang benar dan salah dalam
> pertarungan
> > dipenghujung tahun 2009 yang sangat "sensasional"  dengan istilah "cicak
> > versus buaya" sudah tidak jelas lagi siapa cicak dan siapa buaya, rakyat
> > sedih dan prihatin melihat pemimpinnya yang ditelanjangi dan dikangkangi
> > oleh kekuatan uang para cukong2
> >
> > Teringatlah saya  sebuah kata "tajam nan menusuk" dari ninik kita di
> ranah
> > minang
> >
> > "Tungkek bana nan mambaok rabah"
> >
> > Ironiskan resapilah makna kata itu, jika kita telan mentah-mentah
> kalimat
> > tajam itu , kita tahu  sebatang tongkat tentu dibutuhkan buat penopang
> > sesuatu benda yang bersdiri agar tidak runtuh, tapi alangkah naifnya
> karena
> > sebatang tongkat inilah membuat benda yang di topang ini runtuh,
> begitulah
> > sekarang mental aparat penegak hukum kita, mereka sendiri yang membuat
> hukum
> > itu di acak-acak serta diobok-obok oleh kekuatan uang para cukong dan
> mereka
> > begitu gampang tergoda oleh uang pada akhirnya mereka melakukan tindakan
> > memalukan didepan rakyat banyak, semua ingin menegakan benang basah yang
> > jelas pasti mereka lagi sakit dan tongkat yang mereka pegang agar hukum
> > tegak setegaknya malah menjadi runtuh, roboh dan berderai
> >
> > Saya tidak bisa membayangkan apa dalam pikiran presiden menghadapi
> aparatur
> > negara di bidang penegakan hukum ini yang lagi sakit, siapapun yang
> menjadi
> > Presiden bahkan malaikat sekalipun akan berada dalam pusaran yang sulit
> dan
> > rumit, lembaga penegak hukum Polisi, Jaksa dan KPK semua berada di bawah
> > kendali Presiden apalagi dibentuk TPF dengan anggota 8, semua lembaga
> hukum
> > tersebut dimata Presiden dan Rakyat berusaha sekuat tenaga bahwa mereka
> yang
> > paling benar, mereka sedang menegakan benang basah di depan kita semua,
> > mereka ingin mempertontan kepada rakyat  bahwa merekalah yang  "sehat"
> tapi
> > sesungguhnya mereka sedang sakit dan sekarat karena mengendalikan dan
> > menegakan hukum dengan kekuatan uang yang berbicara (money talk)
> >
> > Sungguh jika hukum seperti ini maka negara dan bangsa ini memang sedang
> > sakit, jika "the life must go on" maka kita menjalani hidup di negara
> ini
> > dalam kondisi penegak hukum yang sedang sakit, mau contoh seorang
> Winarno
> >  ketika meminta sepeda motornya yang ditahan polisi masih saja diminta
> uang
> > 5 juta walau Winarno sudah berdamai dengan keluarga korban, itu sepotong
> > hukum yang dikendalikan uang, ahhh saya pikir anda tentu banyak
> menemukan
> > contoh2 yang lain dalam kehidupan betapa negara kita berdasarkan hukum
> lagi
> > sakit dan mabuk
> >
> > Desa Titi Akar, 12 Nop 2009
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> > Teruuusss...!

-- 
Jetzt kostenlos herunterladen: Internet Explorer 8 und Mozilla Firefox 3.5 -
sicherer, schneller und einfacher! http://portal.gmx.net/de/go/chbrowser

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke