Bung Jepe dan Sanak Mul sarato sidang RN yth,

Perkenankan Ambo sambuang kesan dan kenangan mengenai Guru.
Dapat saya merasakan betapa nikmatnya Jepe mengecap es tebak dari Cafe
Delima di Pasar Jawa Padang. Masih adakah kini ko?. Nan lamo menghilang di
Padang, al Es Kuncang, 'Obat' air kacang tujuah jurai, Nan lamak pulo Soto
Padang di Simpang Dobi.......
Sementara kita tinggalkan dulu 'kenangan lapeh salero' di Padang tu.
Dibawah ini beberapa kenangan indah unik sebagai anak Guru.

Sejatinya profesi Guru sangat mulia dan membahagiakan.
Membahagiakan guru itu sendiri bahkan orang-orang terpaut
Hidup mereka paling lama lho, . . . . . .bisa seribu tahun ala Chairil Anwar
Guru sesungguhnya tak pernah terlupakan -- guru 'killer' sekali pun--
apalagi guru favorit.  Pernahkah Anda memperkenalkan "ini bekas Guru saya"?
Tidak lazim agaknya sebutan 'Bekas Guru'.
Kebahagiaan seorang guru ternyata bisa  'terwariskan'.dalam artian  adanya
pengakuan dan rasa/sikap berterimakasih dari bekas murid ... yang sudah
jadi orang sukses.....kepada anak gurunya.

Anak guru, terkadang mendapat 'kebahagian' tersendiri manakala seseorang
bertanya " Apakah Anda anak Guru Siddiak ?". Yang bertanya seorang
Syahbandar Pelabuhan Benoa, Bali tahun 1966. jauh dari kampuang halaman
" Ondeh kok tahu Pak ?", ambo balik bertanya.
Mimik mukanya berubah berseri-seri, campur haru, mata berlinang. " Patah
tigo mistar diampokkan Guru Siddiak..... maaja ambo di Sungailimau, dek mada
juo"
Kiro2 baitu kenang beliau mengingat kejadian kisaran tahun 1940-an, duduk di
kelas 5-6 SR.
Cerita 'mengerikan' itu memang pernah ambo danga dari Ayah tercinta. " Jadi
luka dan bengkak-bengkak badan Bapak kena pukul mistar itu ?".  sigi saya.
Oooo tunggu dulu, bukan ke badan saya  tetapi  ke meja  belajar........ " Yo
ndak lupo ambo jo Guru Siddiak, entahlah baa ka jadinyo kalau indak baitu"

Bukan sekali itu saya jumpa tidak sengaja dengan 'bekas' murid Ayah.  Pernah
sekali disuatu siang tahun 1970-an,  ketika mengawasi pengeboran airtanah di
Anam Suku, Solok seorang Bapak setengah baya berujar " Sutan ini anak Guru
Siddiak, yo ?".
"Iya, kok tahu Pak" jawab saya terharu
"Guru Siddiak ketika mengajar di SR-Surian tahun 1923-1930-an
'berkumis-taba, berjambang, berjenggot rapih seperti Sutan ini"
''Ondeh...... sepanjang saya ingat.....kepala Ayah  plontos, tanpa jambang,
jenggot dan kumis  klimis"

Namun cerita Bapak itu masih masuk akal lah, karena pada tahun '20 an,
sedang mode modenya pegawai pemerintah, termasuk guru 'berkumis melintang,
lengkap dengan jenggot dan jambang'.Usia beliau paling kisaran 25 tahunan,
yah masih..........trendy.
Saat saya jumpa 'bekas' murid SR Surian itu pada tahun '70-an, usia Ayah
sudah kisaran 70 tahun. Karena saya anak bungsu maka saya mengenal ayah
secara sadar ketika berusia > 40 tahun. Seusia itu kiranya penampilan
bergeser kesederhanaan.  Entahlah....

Bung Jepe dan Bung Mul, sarato rang sapalanta,
Terbukti kan bahwa anak Guru pun mendapat warisan "bahagia,
'bangga','senang' kemana dan dimana pun berada".

Disini Guru dalam artian lebih luas, mulai dari Guru TK sd Profesor.  Rasa
bangga dan syukur itu dapat dirasakan ketika adanya penghormatan tulus dari
murid/mahasiswa/ peserta Diklat.

Kiranya saya sudahi beberapa pengalaman saya selaku anak guru cukup
menyenangkan.


Semoga ada manfaatnya, dan sekali lagi menginspirasi Jepe nan produktif
termasuk Rky Ifah 'penyair dari Bengkulu; atau pun Bung Mulyadi dan sanak
semuanya.

Wassalam, 68th
Kini di Bandung


2009/11/14 <[email protected]>

> Herr muljadi apa kabar, sudah lama kita tidak bercanda semoga Pak Mul masih
> ingat akan janjinya pada saya pada kopi "kirk douglas" ha ha kopi duo galeh
>
> Saya tak banyak komen atas pendapat Pak Mul tentang negara kita, mungkin
> karena Pak Mul hidup dinegara eropa seperti Jerman yang maju serta sehat
> penegakan hukumnya dan membuat negara kita standarnya sangat rendah sekali
> jika dibandingkan negara tempat pak mul merantau...yyahhh seperti kata Pak
> mul, antah lah yuang
>
> Kita selalu dan selalu berharap negara kita kedepan semakin hari semakin
> baik lagi semoga jangan sampai mamp......... Pak Mul, nggak kebaanglah
> negara kita sampai segit
>
> Trims Pak Mul...saya mau sarapan di lapau Ko Dinho dan tidak lupa secangkir
> kopi O yang nikmat
>
>
>
> Wass Jepe
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke