Pak Masrur Siddik nan budiman sarato sanak Palanta RN nan Mulia

Kisah Pak Masrur tentang sosok Guru ibarat sebuah mata air bening yang tidak 
pernah kering sepanjang musim, selalu menghadirkan berbagai kisah yang kadang2 
sangat mengharu biru perasaan kita mengenang sosok sang Guru, semua kisah 
kehidupan selalu hadir pada sosok sang Guru dari sisi manapun dibicarakan, 
dibahas dimensinya sangat banyak salah satunya ya seperti kisah pendek yang Pak 
Masrur ceritakan sosok Ayahnda tercinta Bapak yang menjadi Guru di zamannya

Saya anak Guru dan sangat bisa merasakan denyut nadi paling halus bagaimana 
sosok Guru Siddik yang begitu besar jasanya menjadi Guru bagi murid muridnya 
Disiplin, keras dalam mendidik, penuh pengabdian, dicintai dan mencintai, 
sederhana dalam hidup, menjadi suri teladan bagi murid2nya

Dari kisah di bawah, teringatlah saya ketika menjadi murid SD dan SMP di awal 
tahun 70 an sampai akhir 80 an tentang kisah sebuah penggaris kayu 

"patah tigo mistar diampokannyo"

Saya tahu persis mistar yang dimaksud yaitu mistar atau penggaris sepanjang 
lebih kurang 1 meteran dengan lebar sekitar 10 Cm-an terbuat dari kayu lunak 
tipis


Wahhh mistar ini boleh dikatakan inventaris sekolah yang sering rusak dan 
"memakan" korban. Muridnya

Beginilah kerusakan fisik yang dialami sosok Mistar tersebut jika sang murid 
nakal dan bikin jengkel sang guru maka mistar tersebut adalah alat yang ampuh 
untuk "mendidik" si murid nakal, usil dalam kelas 

- kerusakan ringan mistar hanya retak atau keping bagian ujungnya ketika sang 
Guru menerangkan pelajaran didepan tapi ada murid yang selalu usil dan ribut, 
maka sang Guru sambil berteriak agar diam lalu memukulkan mistar itu ke 
meja...bagian ujungnya pecah

- Belah tiga atau dua seperti yang Pak Masrur ceritakan

- Tidak ada kerusakan fisik tapi bunyi hempasannya ke meja cukup membuat para 
murid yang ribut terdiam dan serius kembali menyimak pelajaran yang disampaikan 
sang Guru

Itulah sedikit hikayat penggaris kayu tipis yang cukup melegenda waktu sekolah 
jaman dulu

Nan jaleh ambo Pak sempat kanai lapia jo mistar kayu guru ko


Terima kasih Pak Masrur atas berbagi cerita sisi lain dari sang Guru dari 
beribu2 sisi2 menarik lainnya sang Guru dan wajar jika mereka adalah Pahlawan 
tanpa tanda jasa, Pahlawan tanpa emblem2 serta lambang tanda jasa yang menempel 
di bajunya

Saya pernah menulis kisah tentang guru ini dulu di RN silahkan Pak Masrur 
searching di emailnya atau lihat di di web RN tempat penyimpanan postingan 
members RN kalau nggak salah saya juga bercerita tentang mistar kayu ini


Wass-Jepe (44 th, Pku)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke