Letih

Saya sering letih , eh tiba-tiba terbaca artikel yang menarik hati yang di 
tulis sejawat saya dr Faisa Baaras Spesialis Jantung. Dan saya suka tulisan ini.
Untuk berbgai ingin saya bagikan pada milis ini semoga adfa manfaatnya. Agar 
kita juga bisa memelihara diri, jangan sampai keletihan menghantarkan kita pada 
penyakit jantung yang mengerikan. Selamat membaca.


Lelaki itu berdiri pada pukul 4 sore. Awan hitamberarak dari Pasar minggu. 
Angin deras menyapu dedaunan di sepanjanh jalan Sudirman. Lalu selembar gerimis 
tergerai, tempias di pipinya orang-orang bergegas, tak peduli. Saling 
mendahului menggapai pintu bus atau menyeberang secepatnya sebelum hujan jatuh 
terungkur di jalanan.

Lelaki itu mendekap tas kerjanya erat-erat. Ia terpana menyaksikan orang-orang 
yang bergegas itu. Wajah-wajah yang tampak capek dan ingin cepat tiba di rumah. 
Tak bersuara, tak di kenal, tak menyapa. Hanya gegas, hanya langkah yangcepat.
"Semua tampak letih" gumamnya seorang diri. "Dimana-mana aku menyaksikan 
wajah-wajah letih, lesu danlusuh. Dimana-mana orangpun menyapapun enggan"

Ada bus ke jurusan rumahnya lewat.Penuh.Tapi orang-orang merangsek naik. Lelaki 
itu tidak ikut bergerak ia terpaku.
"Mereka letih. Biarlah mereka duluan. Aku disini menunggu" gumam hatinya. 
Banyak orang bergelantungan diatas bus.
"Apakah kerja keras seharian di Jakarta ini begitu menyita energi? Aku 
menyaksikan keletihan bergelantungan di mana-mana. 
”Pandangan yang hampa. Dan mata yang penat.Setiapsore" Kata lelaki itu sebelum 
beranjak pergi mengejar bus yang melintas kosong

Tiba-tiba ia merasa sangat sunyi. IA merasa sendirian di tengah di tengah gegas 
orang-orang di sekitarnya, yang tak mengenalnya tak menyapanya, takpeduli.
Istrinya menyambut di pintu"Saya letih suaranya pelahan"
"Ya engkau tampak letih sayang" kata istrinya sambil meraih tas kerja sambil 
meraih tas kerja yang di geletakkannya disamping kursi.
"Tak banyak yang saya kerjakan di kantor. Tapi mengapa saya letih sendirian? 
Tak banyak energi yang ku pakai, kecuali menulis, menyortir surat-surat dan 
menyiapkan bahan-bahan rapat. Tak ada yang lain.
"Hidup di Jakarta ternyata membuatnya membuatnya cepat lelah. Sebagai seorang 
pegawai rendah, hidupnya memang pas-pasan,cendrung kurang setiap bulan.Apalagi 
belakangan ini, ketika kandungan istrinya makin mendekati bulannya dan anak 
pertama mereka akan lahir di bulan agus ini. Tak ada persiapan biaya untuk 
melahirkan di rumah sakit sampai hari ini. Tak jelas mau dapat dari mana. 
Gajinya hanya cukup untuk makan sehari-hari berdua bersama istrinya
"Jalan belum terbuka, bersabarlah" Kata istrinya selalu"
Jalan bukan belum terbuka. Di Jakarta jalan tidak akan pernah terbuka, tapi 
harus di buka secara paksa. Dan saya letih, gumam lelaki itu di dalam hatinya.

Semalama lelaki itu menggeletak di tempat tidur. Matanya sukar di di katupkan. 
Keletihan ini . Keletihan ini gumamnya ternyata bukan hanya sehari ini. 
Keletihan ini sudah dirasakannya sejak lama, keletihan yang diam-diam 
mencengkram dirinya. Keletihan yang selama ini tidak begitu di kenalnya. 
Keletihan yang tidak jelas sebab musababnya. Keletihan yang diam-diam menyusup 
dalam. Tiba-tiba ia sadar ia memang hanya merupakan bagian dari wajah-wajah 
yang disaksikannya dijalan itu. Wajah-wajah yang letih.

Ia menatapi sendiri wajahnya di cermin. Adakah keletihan begitu kuatnya 
mereddam biji matanya selama ini?
Benarkah kerja keras yang telah membuat kita begitu letih berkepanjangan selama 
ini? Tidakkah ada faktor lain yang lebih dominan? sesuatu yang diam-diam 
menggerogoti batin kita, sesuatu yang mengiring kesendirian kita di tengah 
kehidupan keras yang tak saling menyapa?
"Jantung saya berdebar-debar terus, dokter. Dan saya letih sekali, saya cemas 
sekali, tak jelas kenapa".
Antara keletihan dan kecemasan memang tak jelas batasnya. Kita tak pernah 
membicarakannya, karena kita tak saling menyapa. Dan kecemasan memang lebih 
dominan, saya tak tahu.

Lalu tiba-tiba saya teringat pesan guru saya sewaktu menghadapi orang yang 
letih. Ingat pesan Tuhan kata sang guru. Tuhan memanggil orang yang letih 
dengan rahaman dan rahimNya
”Wahai orang yang letih, kembalilah kepadaKu, pinytuKu senantiasa terbuka, akan 
Kubukakkan rahasia besar dan terlindung yang selama ini tak kau ketahui.
Kalau kau menyandarkan diri pada manusia, ketahuilah bahwa manusia itu tak 
pernah merasa puas”
Saya ingat pituah sang guru ini.
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al Qur'an 

Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada 
muridnya:"Bawalah ke mari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih 
karena perjalanan kita ini". (QS. 18:62)

Dan kepunyaan-Nyalah segala yang ada di langit dan di bumi. Dan 
malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak mempunyai rasa angkuh untuk 
menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. (QS. 21:19)

Pekanbaru 19 Nov 2009





      "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com"
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke