asalamualaikum wr wb Pak Emi & Rky Ifah, Pesan yang dalam sekali jwsan
Salam Masrur Siddik sedang di Medan 2009/11/20 hanifah daman <[email protected]> > > Assalammualaikum WR WB bpk Emi . Ikut pula ifah merenungkan apa kemungkinan > yang terjadi pada lelaki yang letih ini. Ifah serimg jg wkt di Jkt naik bis > kota dan KA. naik mobil mewah teman jg sering. Rasanya suasananya nggak > sebegitu amat. Ifah serimg di kasih tdmpat dtduk sama orang. Sepertinya > kalau kita menutup diri maka tertutuplah dunia. Karna tak pernah peduli dg > orla, lalu muncul rasa cemas bgm nanti kalau anak lahir ? Tamg tak ada teman > yg peduli tak ada. Nah jantungan jdmya. Solusi, perbanyak teman atat uang. > Wass. Hanifah > > suheimi ksuheimi wrote: > > Letih Saya sering letih , eh tiba-tiba terbaca artikel yang menarik hati > yang di tulis sejawat saya dr Faisa Baaras Spesialis Jantung. Dan saya suka > tulisan ini. Untuk berbgai ingin saya bagikan pada milis ini semoga adfa > manfaatnya. Agar kita juga bisa memelihara diri, jangan sampai keletihan > menghantarkan kita pada penyakit jantung yang mengerikan. Selamat membaca. > Lelaki itu berdiri pada pukul 4 sore. Awan hitamberarak dari Pasar minggu. > Angin deras menyapu dedaunan di sepanjanh jalan Sudirman. Lalu selembar > gerimis tergerai, tempias di pipinya orang-orang bergegas, tak peduli. > Saling mendahului menggapai pintu bus atau menyeberang secepatnya sebelum > hujan jatuh terungkur di jalanan. Lelaki itu mendekap tas kerjanya > erat-erat. Ia terpana menyaksikan orang-orang yang bergegas itu. Wajah-wajah > yang tampak capek dan ingin > > cepat tiba di rumah. Tak bersuara, tak di kenal, tak menyapa. Hanya > gegas, hanya langkah yangcepat. "Semua tampak letih" gumamnya seorang diri. > "Dimana-mana aku menyaksikan wajah-wajah letih, lesu danlusuh. Dimana-mana > orangpun menyapapun enggan" Ada bus ke jurusan rumahnya lewat.Penuh.Tapi > orang-orang merangsek naik. Lelaki itu tidak ikut bergerak ia terpaku. > "Mereka letih. Biarlah mereka duluan. Aku disini menunggu" gumam hatinya. > Banyak orang bergelantungan diatas bus. "Apakah kerja keras seharian di > Jakarta ini begitu menyita energi? Aku menyaksikan keletihan bergelantungan > di mana-mana. ”Pandangan yang hampa. Dan mata yang penat.Setiapsore" Kata > lelaki itu sebelum beranjak pergi mengejar bus yang melintas kosong > Tiba-tiba ia merasa sangat sunyi. IA merasa sendirian di tengah di tengah > gegas orang-orang di sekitarnya, yang tak mengenalnya tak menyapanya, > takpeduli. Istrinya menyambut di pintu"Saya letih suaranya > > pelahan" "Ya engkau tampak letih sayang" kata istrinya sambil meraih tas > kerja sambil meraih tas kerja yang di geletakkannya disamping kursi. "Tak > banyak yang saya kerjakan di kantor. Tapi mengapa saya letih sendirian? Tak > banyak energi yang ku pakai, kecuali menulis, menyortir surat-surat dan > menyiapkan bahan-bahan rapat. Tak ada yang lain. "Hidup di Jakarta ternyata > membuatnya membuatnya cepat lelah. Sebagai seorang pegawai rendah, hidupnya > memang pas-pasan,cendrung kurang setiap bulan.Apalagi belakangan ini, ketika > kandungan istrinya makin mendekati bulannya dan anak pertama mereka akan > lahir di bulan agus ini. Tak ada persiapan biaya untuk melahirkan di rumah > sakit sampai hari ini. Tak jelas mau dapat dari mana. Gajinya hanya cukup > untuk makan sehari-hari berdua bersama istrinya "Jalan belum terbuka, > bersabarlah" Kata istrinya selalu" Jalan bukan belum terbuka. Di Jakarta > jalan tidak akan pernah terbuka, tapi harus di buka secara > > paksa. Dan saya letih, gumam lelaki itu di dalam hatinya. Semalama > lelaki itu menggeletak di tempat tidur. Matanya sukar di di katupkan. > Keletihan ini . Keletihan ini gumamnya ternyata bukan hanya sehari ini. > Keletihan ini sudah dirasakannya sejak lama, keletihan yang diam-diam > mencengkram dirinya. Keletihan yang selama ini tidak begitu di kenalnya. > Keletihan yang tidak jelas sebab musababnya. Keletihan yang diam-diam > menyusup dalam. Tiba-tiba ia sadar ia memang hanya merupakan bagian dari > wajah-wajah yang disaksikannya dijalan itu. Wajah-wajah yang letih. Ia > menatapi sendiri wajahnya di cermin. Adakah keletihan begitu kuatnya > mereddam biji matanya selama ini? Benarkah kerja keras yang telah membuat > kita begitu letih berkepanjangan selama ini? Tidakkah ada faktor lain yang > lebih dominan? sesuatu yang diam-diam menggerogoti batin kita, sesuatu yang > mengiring kesendirian kita di tengah kehidupan keras yang tak saling > > menyapa? "Jantung saya berdebar-debar terus, dokter. Dan saya letih > sekali, saya cemas sekali, tak jelas kenapa". Antara keletihan dan kecemasan > memang tak jelas batasnya. Kita tak pernah membicarakannya, karena kita tak > saling menyapa. Dan kecemasan memang lebih dominan, saya tak tahu. Lalu > tiba-tiba saya teringat pesan guru saya sewaktu menghadapi orang yang letih. > Ingat pesan Tuhan kata sang guru. Tuhan memanggil orang yang letih dengan > rahaman dan rahimNya ”Wahai orang yang letih, kembalilah kepadaKu, pinytuKu > senantiasa terbuka, akan Kubukakkan rahasia besar dan terlindung yang selama > ini tak kau ketahui. Kalau kau menyandarkan diri pada manusia, ketahuilah > bahwa manusia itu tak pernah merasa puas” Saya ingat pituah sang guru ini. > Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al Qur'an Maka > tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya:"Bawalah > ke mari makanan kita; > > sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini". (QS. > 18:62) Dan kepunyaan-Nyalah segala yang ada di langit dan di bumi. Dan > malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak mempunyai rasa angkuh untuk > menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. (QS. 21:19) Pekanbaru 19 Nov > 2009 > > Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman Tambahkan > mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang > > > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
