Jepe, puisi bagi sy adalah: menyimpan segala macam hal yg sy pikirkan dan 
lihat, krn tdk sempat menulisnya panjang2. Jadi, semacam bank pikiran, bank 
data. 

Selembar puisi bisa menjadi sebuah buku. 

Sebait puisi bisa menjadi sebuah artikel. 

Krn belajar linguistik, semiotika, dllnya, puisi mengandung unsur2 simbolik. 
Penanda dan petanda. Masak garuda bisa terbang di dlm dada? Kan itu yg sy 
tulis. Juga soal merah-putih (krn byk org demo pakai warna partai, etnis, 
agama, dll). 

Kalau diminta menjelaskan puisi sy, sy bisa jelaskan. Tapi kalau bersahut2an, 
sindir2an, apalagi menuduh sy mengajak demo di jalanan, keliru sekali. Sy ajak 
demo di tenda2 pakai nasi bungkus dan ikan asin, koq. 

Dan satu hal yg jelas: puisi sy bukanlah sy. Ini yg terpenting. Mengatakan 
puisi IJP adalah IJP sama saja dgn mengatakan sy tdk waras. Apa waras kalau sy 
bilang garuda bisa terbang di dalam dada? 

Ini penjelasan singkatnya. Adie Massardi menulis puisi dgn judul "Negeri Para 
Bedebah" kalau nggak salah. Sy tdk setuju negeri ini dihuni para bedebah, 
tetapi puisi itu disebarkan dimana2. Toh sy tdk protes puisi itu dan tdk juga 
menuduh Adie itu termasuk para bedebah juga, krn dia tinggal di negeri para 
bedebah yg dia tulis itu. 

Begitulah. 

IJP
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Sun, 22 Nov 2009 02:14:46 
To: <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Saya sangat setuju sekali bagi saya puisi itu bukan diperdebatkan atau saling 
sahut menyahut

Kalau pantun melayu bolah lah saling berbalas

Tapi kalau puisi lebih kepada bahasa hati dan jiwa yang berbicara dari 
penulisnya atau kata2 atau setiap baris kalimat puisi itu "melebihi dari makna 
yang tertulis"

Kita terkadang terlalu sulit mencerna sebuah puisi yang ditulis seseorang, tapi 
ketika coba membaca berulang-ulang dan menghayati dengan dalam baru kita bisa 
menemukan maknanya walau belum tentu sama apa makna yang akan disampaikan oleh 
penulis puisi

Puisi yang diciptakan dengan kedalam hati dan perasaan. Dengan pemilihan kata2 
yang halus dan indah kata orang yang ahli sastra

Itu hanya setingkat di bawah wahyu illahi saja, seperti penyair terkenal dari 
lebanon Kahlil Gibran, kata2 dalam puisinya mengilhami para pengkotbah dalam 
menyampaikan wahyu2 dalam kitab suci

saya penikmat puisi siapapun penulisnya tentunya dengan kadar dan pemahaman 
yang berbeda anatara suatu puisi dengan puisi dengan berbeda penulisnya tapi 
yang jelas pasti saya harus bisa dan mencoba memahaminya bukan untuk di debat 
atau berbalas puisi seperti pantun

Saya jadi ingat di jaman PKI sastrawan terbelah dua yaitu golongan manifeso 
kebudayaan dengan sastrawan berafiliasi ke PKI seperi Lekra

Dan merek memang tidak berdebat dengan hasil2 puisi mereka saling balas 
membalas tapi lebih kepada saling ejek ideologi. Mereka saya pikir sadar puisi 
yang diciptakan Lekra itu bahasa puitis dan halus2 juga begitu juga puisi 
ciptaan sastrawan manifes kebudayaan bagus2 juga dari isinya

Paling2 sastrawan Lekra berbedebat dalam masalah ideologi bukan terjebak 
berdebat pada hasil karya mereka masing2

Seperti Lekra mengejek Manifesto Kebudayaan yang mereka singkat dan plesetan 
Mani Kebo (kerbau) bukan berdebat pada isi puisi sastrawannya

Nikmatilah puisi jangan di perdebatkan atau dibalas dengan sebuah puisi 
pertentangan atau tandingan yang dihasilkan atau idenya timbul membuat puisi 
tsb karena membaca puisi seseorang

Menikmati puisi dengan kata2 dan kalimat yang "lebih" itu hampir sama 
sajamenurut saya menikmati sebuah lukisan abstrak potret diri seorang affandi 
dengan cangklongnya, jika anda melihat lukisan tersebut tidak ada gunanya anda 
perdebatkan kenapa lukisan itu begini begitu bla bla bla

Pandangan pertama anda akan nanar melihat lukisan itu, tapi pandangan 
selanjutnya terus menerus anda bawakan kepada jiwa dan hati anda lalu anda olah 
dengan pikiran anda maka mudah2an anda akan mendapatkan makna dan keindahan 
lukisan abstrak Affandi tersebut dan ujungnya2 anda tidak akan mendebat dan 
membuat tandingan

Begitu sedikit pendapat saya dalam menikmati sebuah puisi

Pertanyaan saya sama bung IJP bukan berdebat lo bung 

Tapi

Kalaulah boleh tahu anda melihat, menikmati,merasakan dan mebuat puisi itu 
bagaimana, apa arti sebuah puisi bagi anda, 

Wass-Jepe
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Indra J Piliang" <[email protected]>
Date: Sun, 22 Nov 2009 00:09:10 
To: Eri Bagindo Rajo<[email protected]>; RantauNet<[email protected]>
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Wah, sy tdk berminat mendiskusikan ini. Ini negara bebas merdeka. Dan tdk perlu 
juga menulis bhw saya mantan CSIS, S2 UI, dllnya itu. Taufik Ismail pas nulis 
puisi juga nggak ditulis: dokter hewan, dllnya. 

Nggak perlulah. Dan sy nggak minat berbalas2an puisi. 

Tadi mlm sy mau kirim puisi juga, tp males jadinya. Kira2 yg sy tulis: ah, tdk 
ada revolusi di Jkt mlm ini, bla bla bla. Pas sy cari tiket 2012 habis bersama 
istri, jlnan macet, cafe2 penuh. 

Masak nanti pas sy tulis soal itu, tdk ada revolusi mslnya, lalu ada mhs bales, 
sy harus jwb lagi? Puisi ya puisi. Personal sekali sifatnya. 
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."

-----Original Message-----
From: Eri Bagindo Rajo <[email protected]>
Date: Sat, 21 Nov 2009 15:42:37 
To: <[email protected]>
Subject: Bls: [...@ntau-net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!

Assalamu'alaikum WW Sanak Zul dan sidang Palanta Lapau RN yang Mulia

Tarimo kasih Sanak Zul, iko tulisan terbaik nan pernah ambo baca salamo dua 
tahun aktif mambaco RN tiok hari.
Iko hadiah pagi hari nan ambo tarimo barupo  Sajak gubahan sanak Zulkarnain 
Kahar.

Sabana Mantap, pertanyaan dan tantangan dari pelaku kehidupan ekonomi pada 
sanak IJP politikus mudo nan mantan peneliti CSIS, lulusan S2 dari FISIP UI. 
Ka baa lah jawab dari IJP ambo tunggu pulo. 

Tahun 78 s/d awal 80an alah ambo cubo jadi demonstran di JKT, hasilnyo cuma 
kuliah jadi lamo salasainyo, nilai dibawah standard dan dikaja kaja intel.



Wassalamu'alaikum WW
Erinos Muslim Tanjung
mantan kutu balai  pasa ateh bkt.


________________________________
Dari: Zulkarnain Kahar <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Ming, 22 November, 2009 02:33:05
Judul: [...@ntau-net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!


and then what..?
 
setelah kami bersatu
setelah menyinsing lengan baju
setelah otak kami beku
setelah badan kami kaku
 
setelah lahir yatim baru
setelah lahir janda baru
setelah orde berganti baru
setelah tangis berubah haru
 
setelah sejarah berlalu
setelah sukarno ber neo neo baru
setelah suharto ber orde baru
setelah habibie tak laku
setelah amin tak berani maju
 
Setelah gusdur tak bersepatu
Setelah mega ber itu itu 
setelah akbar bergolkar baru
setelah kala tak berkuku
 
what do you expect us to do
 
berbaris menghadang peluru
berkorban untuk pemimpin baru
bermimpi ada perubahan baru
 
katakan siapa pemimpin baru itu
 
tolong sampaikan  pesan ku
kita sudah berbaju baru
pelajari  dan rangkul rajkyatmu
ajari mereka dengan ilmu
bukan dengan janji janji palsu
Siapkan dirimu untuk menang diajang pemilu
 
Kalau berdoa masih laku inilah doaku..
 
Hidup negeri ku
Ya Allah naikanlah harkat dan martabat bangsaku
Jauhkanlah para pemimpin dan calon pemimpin kami dari hal hal yang salah
Amin
 
Zulkarnain Kahar
Si Indonesia dari Minangkabau
 
From: Indra J Piliang <[email protected]>
To: RantauNet <[email protected]>
Sent: Sat, November 21, 2009 3:27:10 AM
Subject: [...@ntau-net] Bersatulah Kaum Demonstran!

Bersatulah Kaum Demonstran!
Oleh
Indra J Piliang

Seruling waktu telah ditiup.
Malaekat sejarah bangun.
Tan Malaka tidak lagi berteriak di dalam kuburnya. 

Massa actie! Massa actie! Massa actie! 




      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/







--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke