Assalamu'alaikum Ww

daripada berpotensi jadi hal yang destruktif....posting seperti ini tidak
terlalu related dengan tema core nya RN.......jadi.....so please to be more
selective man......

Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak

Pada 23 November 2009 21:37, Indra J Piliang <[email protected]> menulis:

> Kepada Nagabonar
> Oleh
> Indra J Piliang
>
> Ah, sudah kubilang, jadilah presiden. Presiden jadi2an juga tidak apa2.
> Presiden bayangan juga tidak apa2. Pokoknya: presiden.
>
> Apa jawabanmu: "Aku hanya punya satu dasi, itupun sudah dijual ke tukang
> loak. Bagaimana aku bisa jadi presiden?"
>
> Bonar, bonar. Apa hubungannya presiden dgn dasi itu? Tapi tak apalah,
> mudah2an kau benar, Bonar.
>
> Tapi bukan aku kalau aku tdk mau menyerah.
> Kubilang lagi: jadilah kau presiden. Terserah presiden direktur, presiden
> partai, presiden petani atau presiden pengemis di negeri ini.
>
> Nah, mati kau! Kulihat wajahmu berbinar.
>
> "Alah, mana bisa presiden tanpa rakyat. Rakyat tanpa presiden bisa
> melakukan apa saja. Tapi presiden tanpa rakyat? Tidaklah. Kau sajalah!"
> Jawabmu sambil nelangsa.
>
> Bonar, bonar. Kali ini kau tetap benar. Apa kau telah makan minyang tangkur
> buaya dari Tarutung sana? Kirimilah aku satu sendok saja, agar lemas
> ketegangan di otakku ini.
>
> Tapi bukan aku namaku, karena pasti adalah kamu, bukan? Kubuka lagi buku2
> primbon, kudatangi pusara datuk panglima elang, kupanjati pohon dedemit di
> pinggir hutan jati itu. Kucari akal, agar kau mau jadi presiden.
>
> Nah, kukatakan lagi kepadamu, Bonar: Nih, sekepal tanah dari kuburan
> moyangmu, sebilah belati patah yang kutemukan di dasar sungai Cisadane,
> serta sobekan kain tujuh rupa peninggalan patih Gajah Mada. Jadilah
> presiden!
>
> "Apa? Apa aku mau kau jadikan sebagai presiden orang mati? Presiden itu
> untuk orang hidup, tahu!"
>
> Ndilalah, ndilalah! Habislah akalku, Bonar. Kali ini kau lagi2 benar,
> Bonar.
>
> Kaupun mendengkur, di dekat kandang ayam. Tinggal aku yg nanar menatap ke
> langit hitam.
>
> Titik2 bintang di langit terlihat muram. Tak sanggup mengirim cahaya ke
> bumi ini. Warna bulan terlihat pudar.
>
> Dan tiba2, tiga ekor naga muncul dari langit malam. Matanya merah,
> hidungnya merah, sungutnya merah, nafasnya merah!
>
> Aku berteriak: "Bonar, ada naga! Ada naga! Ada naga!"
>
> Aku tergoncang. Byur! Air bau pete dan jengkol mendarat di kepalaku. Ah,
> mimpi buruk.
>
> Dan kau memegang ember sambil terkekeh: "Kalau si Bonar jadi Naga, baru itu
> Presiden. Tapi kalau si Bonar jadi Presiden, kau hanya akan berputar2 saja
> dgn igauan dan logikamu  yg tdk kumengerti  itu. Hahahaha!"
>
> Batavia, setelah "pidato KPK itu", 23 November 2009.
>
>
> "Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
> >
>


-- 
Z Chaniago - Palai Rinuak

Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau - Menjadikan
Adat menjadi rasional .

Minangkabau !!! We must build again !!!!!!!

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke