Agak tergelitik juga saya mengomentari ini tapi bukan puisi IJP dan saya 
berpendapat puisi ini jauh dari destruktif

Yang menjadi pertanyaan saya kepada admin RN atau kita kenal "urang dapua" atas 
pernyataan sanak ZC yaitu

 "core nya RN dan to be more selective man"

Bagi saya apapun tulisan, analisa puisi atau karya IJP tetap saya baca, 
terlepas suka atau tidak suka akan isi atau misi yang disampaikannya itu 
masalah nomor sekian bagi saya, paling tidak saya tahu hal2 yang sekira saya 
tidak tahu atau menambah wawasan saya dari berbagai disipilin ilmu pengetahuan 

Saya memang sedikit bingung juga jika dikaitkan dengan saya yang suka juga 
memposting tulisan kalau di katakan tidak "core" RN berminang2 banyak sekali 
yang saya lepas ke RN tapi itu hasil tulisan saya pribadi bukan saduran atau 
tulisan orang lain yang saya forward ke RN seperti bercerita atau mengulas bola 
eropa atau balap moto gp, traveling dan kuliner dari daerah lain 

Saya memberanikan memposting tulisan saya terlepas ada yang suka atau tidak 
suka itu tak lebih tak kurang saya sempat bertanya pada orang dapur tentang hal 
ini sekira jauh dari "core" RN, maka jawabnya salah satu Ordap RN kira2 begini 
pada saya


"Silahkan saja posting tulisan karya sendiri ke RN walau bukan dalam konteks 
"berminang-minang", hindari forward kecuali yang menyangkut isu2 penting 
tentang ranah kita (seperti sanak Nofiardi yang memposting berita2 seputar 
ranah minang dengan berbagai isu, topik)

Dari uraian diatas saya memang kurang sependapat dengan sanak ZC kalau hasil 
karya IJP bukan core RN dan harus lebih selektif dia posting ke RN walau 
pendapat orang berbeda2 dalam menanggapi hasil tulisan IJP seperti yang dia 
sampaikan ada setuju, ada kurang setuju, ada agak setuju, ada yang setuju dan 
ada yang diam saja 

Seperti saya jika saya memang tidak menguasai untuk mengulas tlsan IJP saya 
baca tapi diam saja 

Jadi mengingat postingan saya jg selama ini banyak yg bukan "core" RN sampai 
saat ini "lasuah2 sajo" nggak ada yg protes berat, saya pikir kurang etis 
jugalah rasanya jika tulisan IJP dikatakan tidak "core" RN dan dibilang 
destruktif serta agar lebih selektif lagi

Saya melihat tanggapan IJP atas komen sanak ZC, dia mungkin "kesel" dan tidak 
mau berdebat lagi dari kata2 

"Aturan ini buat saya saja ya" lalu ditambah "ya udah menyerah"

Kalau saya balikan pada diri saya pernyataan IJP bisa jadi (ini andai2 saya 
saja)

"Kok si JP nggak core RN, nggak berlaku aturan"

Untuk lebih jelas lagi mungkin orang dapur bisa kiranya memberikan sedikit 
arahan bagaimana dengan hasil karya seseorang anggota RN yang berpotensi sekali 
dalam menulis dari berbagai bidang dan materi jika kita simak bukan "core" RN 
atau perlu dulu dijelaskan apa yang dimaksud dengan core RN ini "harus 
berminang2 kah ?" 

Paling tidak bagi saya pribadi dan saya yakin satu saat saya akan kena "hariak" 
juga jika ada merasa tulisan saya bukan core RN, bersdifat destruktif (agak 
subyektif juga sih ..kadang2 menilai seseorang) atau saya diminta agar lebih 
selektif

Ditunggu penjelasan urang dapua RN sehingga bagi anggota palanta RN yang 
produktif menulis dengan karyanya baik artikel, tulisan ringan populer, 
tauziyah, cerita, puisi dll agar tidak ada keraguan untuk posting di RN karena 
tidak "core" RN

Lebih dan kurang atas penyampaian saya ini mohon maaf 

Wass-Jepe
Hanya mengikuti milist RN ini saja secara aktif, milist lain tidak ada kecuali 
milist alumni sekolah itupun pasif sekedar bercerita ha ha hi hi dgn temen 
seperti bola moto gp kadang2 satu minggu lebih kosong postingan




Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Indra J Piliang" <[email protected]>
Date: Mon, 23 Nov 2009 14:49:42 
To: Z Chaniago<[email protected]>; RantauNet<[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Kepada Nagabonar

Wass. Siap. Sptnya aturan ini hanya berlaku buat sy saja, ya? Ya, udah. 
Menyerah! 


"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."

-----Original Message-----
From: Z Chaniago <[email protected]>
Date: Mon, 23 Nov 2009 21:41:17 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Kepada Nagabonar

Assalamu'alaikum Ww

daripada berpotensi jadi hal yang destruktif....posting seperti ini tidak
terlalu related dengan tema core nya RN.......jadi.....so please to be more
selective man......

Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak

Pada 23 November 2009 21:37, Indra J Piliang <[email protected]> menulis:

> Kepada Nagabonar
> Oleh
> Indra J Piliang
>
> Ah, sudah kubilang, jadilah presiden. Presiden jadi2an juga tidak apa2.
> Presiden bayangan juga tidak apa2. Pokoknya: presiden.
>
> Apa jawabanmu: "Aku hanya punya satu dasi, itupun sudah dijual ke tukang
> loak. Bagaimana aku bisa jadi presiden?"
>
> Bonar, bonar. Apa hubungannya presiden dgn dasi itu? Tapi tak apalah,
> mudah2an kau benar, Bonar.
>
> Tapi bukan aku kalau aku tdk mau menyerah.
> Kubilang lagi: jadilah kau presiden. Terserah presiden direktur, presiden
> partai, presiden petani atau presiden pengemis di negeri ini.
>
> Nah, mati kau! Kulihat wajahmu berbinar.
>
> "Alah, mana bisa presiden tanpa rakyat. Rakyat tanpa presiden bisa
> melakukan apa saja. Tapi presiden tanpa rakyat? Tidaklah. Kau sajalah!"
> Jawabmu sambil nelangsa.
>
> Bonar, bonar. Kali ini kau tetap benar. Apa kau telah makan minyang tangkur
> buaya dari Tarutung sana? Kirimilah aku satu sendok saja, agar lemas
> ketegangan di otakku ini.
>
> Tapi bukan aku namaku, karena pasti adalah kamu, bukan? Kubuka lagi buku2
> primbon, kudatangi pusara datuk panglima elang, kupanjati pohon dedemit di
> pinggir hutan jati itu. Kucari akal, agar kau mau jadi presiden.
>
> Nah, kukatakan lagi kepadamu, Bonar: Nih, sekepal tanah dari kuburan
> moyangmu, sebilah belati patah yang kutemukan di dasar sungai Cisadane,
> serta sobekan kain tujuh rupa peninggalan patih Gajah Mada. Jadilah
> presiden!
>
> "Apa? Apa aku mau kau jadikan sebagai presiden orang mati? Presiden itu
> untuk orang hidup, tahu!"
>
> Ndilalah, ndilalah! Habislah akalku, Bonar. Kali ini kau lagi2 benar,
> Bonar.
>
> Kaupun mendengkur, di dekat kandang ayam. Tinggal aku yg nanar menatap ke
> langit hitam.
>
> Titik2 bintang di langit terlihat muram. Tak sanggup mengirim cahaya ke
> bumi ini. Warna bulan terlihat pudar.
>
> Dan tiba2, tiga ekor naga muncul dari langit malam. Matanya merah,
> hidungnya merah, sungutnya merah, nafasnya merah!
>
> Aku berteriak: "Bonar, ada naga! Ada naga! Ada naga!"
>
> Aku tergoncang. Byur! Air bau pete dan jengkol mendarat di kepalaku. Ah,
> mimpi buruk.
>
> Dan kau memegang ember sambil terkekeh: "Kalau si Bonar jadi Naga, baru itu
> Presiden. Tapi kalau si Bonar jadi Presiden, kau hanya akan berputar2 saja
> dgn igauan dan logikamu  yg tdk kumengerti  itu. Hahahaha!"
>
> Batavia, setelah "pidato KPK itu", 23 November 2009.
>
>
> "Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
> >
>


-- 
Z Chaniago - Palai Rinuak

Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau - Menjadikan
Adat menjadi rasional .

Minangkabau !!! We must build again !!!!!!!






--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke