Da Riri dan Sanak Palanta Kusak kusuk "kekwatiran" ko memang lebih di dunia birokrasi dengan segala intriknya dan menyangkut pada isu putra daerah seperti yang Uda bilang "takut nggak kebagian" sebab di birokrasi nergara kita , jabatan dan pos2 atau bidang tertentu sampai sekarang memang tetap mengenal terminologi "tempat basah dan tempat kering"
Faktanya semenjak Otonomi daerah jabatan Bup, Wako dan Gubernur sekarang jabatan politis yang rata2 memang putra daerah punya posisi tersebut Di jaman drop2an dan dikendalikan pusat dulunya memang suku Minang banyak mendapat tempat di Birokrat di Pemerintahan prov Riau begitu juga suku2 lain seperti Batak, Jawa dan Sunda apalagi saat Kanwil belum bubar Nah semenjak Kanwil Bubar maka "putra daerah riau" yang berada di Kanwil rata2 mengisi jabatan di dinas teknis tsb Tapi seperti saya utarakan disektor swasta atau informal lainnya saya pikir orang Minang di Riau ini tetap Fight disini terutama disektor perdagangan, kemudian orang Batak tetap fight dengan berkebun sawit dengan uletnya Menurut saya memang ada upaya "menstandar" kan semua daerah disini dengan Melayu lagi2 di Birokrat (pemda-pemda) tapi ditingkat masyarakat seperti Kampar dan Kuantan masih kuat tradisinya yang memang tidak jauh beda atau identik dengan suku minang Jika sanak Bot bilang "Melayu kulturarisasi" itu memang di Pemerintahan Riau semisal seragam ala melayu, gedung pemerintahan ala melayu, warna warni dan simbol2 ala melayu, bahasa ala melayu begitu juga bahasa tulisannya di perkantoran atau nama jalan disamping huruf latin yang kita kenal dibawahnya ada huruf arab gundul melayu, acara-acara serimonial penerimaan tamu2 dari luar ala melayu. Yahhh begitulah euforia otonomi Jangan khawatir sekali lagi orang minang itu dimanapun "tidak kehilangan akal dan panjang akal, pandai dan pandai-pandai" berbaur dengan suku apapun dia di rantau orang Tapi memang jika terjadi pembelokan sejarah akar budaya tradisi akibat atau dampak "melayu kulturalisasi" di Pemerintahan Daerah, ini saya tidak bisa jawab, biarlah waktu yang akan menjawabnya Wass-Jepe Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: Riri Chaidir <[email protected]> Date: Mon, 30 Nov 2009 15:17:18 To: <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Minang di tanah Melayu...Melayunisasi??? Sanak Bot, Kelihatannya "kekhawatiran" sanak terlalu berlebihan. Pertama, tentang kenalan sanak yang "menutupi identitasnya". Prediksi saya, (dan ini saya menjadi tambah yakin setelah membaca penjelasan pak Saaf dan Jepe, dan sanak2 lain yang tinggal di Riau) itu hanya merupakan kekhawatiran orang yang *"takut ga kebagian" saja, jadi jangan dikaitkan dengan "kebijakan Pemda"*. Kedua, tentang situs www.sungaikuantan.com yang sanak katakan yang mengandung "pengingkaran" dan "memaksakan" tersebut. Terus terang, saya tidak membaca isi situ tersebut. Tapi tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada siapapun, *saya agak ragu kalau situs tersebut dapat dianggap sebagai "ancaman"*. Dari nama domainnya, itu jelas tidak mewakili pemerintah ataupun organisasi. Setelah saya buka, ternyata situs itu milik blogger berumur 22 tahun yang berasal dari Rantau Kuantan, menetap di Pakanbaru. Riri Bekasi, l, 47 2009/11/30 Bot S Piliang <[email protected]> > Sdr Harismanto, atau Anto...Kok ambo indak salah...batetangga kito di > pagambiran ndak...heheh > > Uda/Uni/Mamak jo Etek2 ambo dan Milist... > > Agak gembira saya mendengar koment dari Bapak/Ibu yang berdomisili di RIAU. > Artinya selentingan mungkin hanya kekecewaaan satu atau dua pihak saja. > Untuk kota Pekanbaru yang heterogen saya rasa masalah etnis ini tidak > masalah. Karena masing-masing sudah punya jalur dan jatahnya masing-masing. > > Akan tetapi, pada situs pemda riau, dan beberapa tulisan, terdapat istilah > "Melayunisasi Kultural", khususnya untuk daerah Kampar, Kuansing dan > daerah-daerah di perbatasan dengan SUMBAR. Entah apa yang dimaksud dengan > Melayunisasi Kultural ini. > Seperti email saya terdahulu, pada saat saya mengunjungi lapangan MTQ di > Pekanbaru dimana disana terdapat replika rumah2 adat di Prov Riau, khusus di > Rumah Lontiak Bangkinang, ditambahkan kayu bersilang khas melayu di kedua > ujung lancip. > > Kemudian saya membaca situs sejarah KUANSING, www.sungaikuantan.com , > dimana disana juga semacam pengingkaran keterkaitan sejarah teluk kuantan > dengan Minangkabau. Bahkan di situs ini juga 'memaksakan' bahwa mereka > merupakan bagian dari Melayu (meskipun bahasa, rumah adat dan budaya > nyata-nyata 90% identik dengan budaya minang). > > Apakah ini yang dimaksud Melayunisasi Kultural...Berbeda dengan Kerinci > yang meskipun masuk dalam prov Jami, namun masih merasa satu keluarga besar > dengan Minangkabau. Karena Minangkabau ini adalah sebuah konsep kesatuan > budaya yang jauh melewati batas-batas teritori edministratif sumatera barat. > > Mohon pencerahan dari Mamak-mamak dan Bundo ambo di Milist ko... > > salam > > Bot Sosani Piliang > Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream > www.botsosani.wordpress.com > Hp. 08123885300 > > --- On *Sun, 11/29/09, haris manto <[email protected]>* wrote: > > > From: haris manto <[email protected]> > > Subject: [...@ntau-net] Re: Minang di tanah Melayu...Melayunisasi??? > To: [email protected] > Date: Sunday, November 29, 2009, 9:26 PM > > > Assalammualaikum wr wb.... > Salam ka dunsanak sadonyo, nan gadang basa batuah...Ka pai tampek abtanyo, > ka pulang tampek babarito... > Agak takajuik ambo mambaco topik ko...Di zaman nan alah modern ko, masih > ado juo ruponyo nan mempersoalkan kesukuan (cauvinisme)...Padahal, satahu > ambo di Riau, walah ambo baru ka masuak tahun katigo tingga di Pakanbaru, > indak ado pergesekan sacaro langsuang maupun tak langsuang antaro urang > Minang jo urang Melayu....Malah di siko, kami saliang bahu membahu, basamo2 > jo suku2 nan lain nan ado di Riau untuak mambangun Riau...kalaupun ado > misalnyo, mungkin hanyo oknum per orangan sajo... > Baitu pulo carito nan dunsanak Bot Susani Piliang (Urang Pengambiran, kan?? > raso2 kenal ambo), mungkin hanyo oknum urang awak sajo nan takuik indak > dapek jabatan, lalu mangaku sabagai urang Melayu...sebab ambo pernah juo > diskusi jo beberapa pejabat birokrat di Pakanbaru...tarnyato, mereka nan > mangaku sabagai urang Melayu padahal inyo urang awak dek takuik lambek naiak > jabatan atau indak dapek jabatan...Padahal, indak pernah ado aturan > Melayunisasi di siko.... > Satahu ambo, dan ambo pikia wajar, petinggi pemerintahan di siko, memang > sadang bausaho "mambangkik batang tarandam (istilah awak)" agar suku Melayu > indak tasisiah cando urang Betawi di Jakarta...Makonyo dianjurkan pakai > bahaso Melayu di kantua2 pemerintahan, dan namo2 jalan dibuek an huruf arab > melayu-nyo....Takah itu pulo di Dumai, baiak suku Minang, Melayu, Batak, > Jawa dan yang lain2 nyo saliang bahu membahu... > Mungkin itu nan bisa ambo sampaikan kondisi riil di siko...Untuak > maluruihan nan bengkok....Ja an sampai ado nan salah paham sahinggo timbua > pulo dis-integrasi bangsa... > > Waalaikumsalam wr wb.... > Sutan Harismanto Djambak > Tingga di Harapan Raya, Tangkerang Timur, Pakanbaru > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
