Sanak Syafroni yth.
Kalau melihat data sebelumnya, dapat dikatakan adat Kuantan Singingi merupakan 
adat Minangkabau, hanya perlu memperhatikan lagi sistem kekerabatannya.
Sebenarnya telah cukup banyak pergeseran sudut pandang antropologi dalam 
memandang sistem kebudayaan di suatu tempat. Kalau dulu adat/budaya dirumuskan 
berada di suatu ruang tertentu oleh masyarakat tertentu (Boas/Malinowski), 
hingga saat ini telah banyak berubah seiring dengan perkembangan dinamika 
masyarakat. Seperti fenomena merantau (Muchtar Naim?), diaspora, marantau cino, 
padang hanyuik, dll tidak menghilangkan aspek genealogi masyarakat Minang, 
apalagi di perantauan itu mereka membangun cultural sites, bisa dalam bentuk 
organisasi atau simbol-simbol tertentu. Hanya mungkin permasalahannya bagaimana 
memelihara dan mengembangkan sistem budaya di tempat-tempat tersebut, sehingga 
adat tidak lagi selingkaran nagari, tapi sudah selingkaran badan.
Ke depan kita perlu mengkategori lebih lanjut tentang persebaran masyarakat 
Minang ini berikut sistem adat budayanya.
 
Wassalam,
-datuk endang


--- On Mon, 11/30/09, Syafroni (Engineering) <[email protected]> 
wrote:








Wa alaikum salam wr wb
 
Kalau ada orang Minang yang “malu” menyebut dirinya sbg orang Minang.
Tidak spt sdr2 kita di Negeri Sembilan yg bangga menyebut dirinya Minang “Aku 
Budak Minang” 
http://ujangchengkau.blogspot.com/2009/10/anak-negeri-sembilan.html
 
Maka ternyata orang Minang Malaysia yang dulunya berasal dari Rao – Pasaman 
juga mengaku “bukan” bagian dari Minangkabau—melainkan etnik tersendiri. 
Berikut kutipan dari pernyatan mereka di blog :
 
Suasana Auditorium UPSI telah menjadi panas pada penghujung seminar bilamana 
salah seorang pembentang yang dijemput dari Universiti Andalas , Padang , 
Sumatera Barat iaitu Prof. Puti Reno Raudha telah mengeluarkan kenyataan yang 
menyinggung perasaan majoriti peserta-peserta seminar dengan mendakwa yang 
adat-adat warisan Rao adalah semata-mata tertakluk kepada adat dari Pagarruyung 
dan Minangkabau dengan hujah yang lemah iaitu Rao lahir dari Minangkabau dan 
dibawah takluk Pagarruyung .
Diakhir ucapan , beliau juga mengeluarkan kenyataan yang ethnik Rao , 
sebenarnya tidak wujud kerana nama Rao adalah nama lokasi semata - mata ... 
Kenyataan begini sememang menimbulkan rasa kurang senang kerana ianya seperti 
cuba untuk membunuh jati diri ethnik Rao itu sendiri ..
Link : 
http://terombarawa.blogspot.com/2009/08/dialog-rawarao-vs-pagarruyung-bersama.html
 
 

Sikap seperti ini mirip dengan dengan sikap etnik Mandailing Malaysia di Tapsel 
dan sekitarnya yang enggan dianggap sebagai bagian dari etnik Batak sekalipun 
bahasa dan budaya mereka punya kesamaan dan kemiripan.
 
Mlnmrj




From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Darul M
Sent: Monday, November 30, 2009 2:20 PM
To: [email protected]
Cc: Donal Roza; Yulnedi; Suherman Riyanto
Subject: [...@ntau-net] Re: DATA PERSUKUAN, PEMANGKU ADAT KUANTAN SINGINGI 
(Riau)
 
Assalamulaikum WW
 
Ini adalah bukti Kuantan Sengingi adalah Miangkabau juga. Yang dulu disebut 
sebagai daerah rantau. Malah Bangkinang, yang merupakan bagian dari Luhak Limo 
Puluah adalah Luhak Nan Tuo, asal dari daerah Minangkabau. Kenapa sekarang 
tekanan politik di Provinsi Riau, terdengar berita mereka mau “tidak mengakui” 
bahwa mereka adalah orang Minangkabau? Patut dipertanyakan mengapa mereka 
dipaksa tidak mengakui suku Minangkabau, dan harus orang Melayu. Pada halo rang 
Minangkabau sendiri mengakui mereka adalah bagian dari suku Melayu. Dari dulu, 
sejak zaman behaula, di Minangkabau ada 2 bahasa dominan yakni Bahasa 
Minangkabau dan bahasa Melayu Tinggi.
 
Suku Jawa yang terdiri dari 3 Propinsi besar, Jawa Tengah, DI Jokyakarta dan 
Jawa Timur, mereka bangga dengan suku Jawanya. Kenapa ya Suku Minangkabau yang 
bertebar di 6 Provinsi (Selain Sumbar: Bengkulu, Jambi, Riau, Sumut dan Aceh 
(Barat)) dan satu Negara bagian di Malaysia (Negeri Sembilan), gamang atau 
digamangkan mengakui sebagai orang Minang, kecuali yang terakhir dengan bangga 
mereka mengakui sebagai orang Minangkabau dengan adat Dt Parpatiah nan Sabatang.
 
Sanak Arman Bahar yang banyak mengetahui tentang ini, mungkin dapat memanaskan 
ingatan kita lagi.
 
Salam
Darul St.P 56 Jkt
 


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke