Sairiang jo itu caliak juo berita dari ReliefWeb ko: http://www.reliefweb.int/rw/rwb.nsf/db900SID/ACIO-7YAHCG?OpenDocument&rc=3&cc=idn
Salam, --MakNgah --- In [email protected], ARIEF <ariefb...@...> wrote: > > Assalamu'alaikum WW > > Adi dunsanak di palanta RantauNet nan terhormat.... > Harus diakui gonjang-ganjing berita politik dan peristiwa lain di nusantara > lah mambuek pemberitaan di baik di MEDIA CETAK maupun MEDIA ELEKTRONIK > nasional. Tapi barusan di Detik.com ado berita bahwa setelah 2 bulan gempa > sumbar, masih banyak warga nan lalok di tenda darurat. > > Kalau di inok ranuang an, tak hanya media nasional nan lupo jo bancano di > RANAH BUNDO ko. Di Palanta RN pun awak alah mulai lupo jo kondisi dunsanak > kito nan di ranah. Tamasuak badan diriko nan memang iyo acok palupo. > Namun demikian, beberapa kawan relawan di SUMBAR terutama Ranah Minang > Peduli, sampai kini masih setia mambantu dunsanak di tampek2 bencana nantun. > > > Mudah-an dari link detik ko masih bisa mambuak mato kito basamo ==> > http://www.detiknews.com/read/2009/12/01/143805/1251932/10/2-bulan-gempa-sumbar-banyak-warga-masih-tidur-di-tenda-darurat > > Salam > > A. RKM > > > 2 Bulan Gempa Sumbar, Banyak Warga Masih Tidur di Tenda Darurat > Yonda Sisko - detikNews > > dok detikcom Padang - Gonjang-ganjing berbagai peristiwa di Jakarta > menenggelamkan berita gempa dahsyat yang menghancurkan Sumatera Barat > (Sumbar). Setelah dua bulan berlalu, apa kabar korban gempa Sumbar? > > Empat Kecamatan di dua kabupaten di Sumatera Barat (Sumbar) yang mengalami > kerusakan relatif parah akibat gempa 30 September 2009, hingga kini masih > berstatus tanggap darurat. Empat kecamatan itu, dua di antaranya berada di > Kabupaten Padang Pariaman dan dua di kabupaten Agam. > > Dua bulan pasca gempa, Padang Pariaman menyatakan siap bila tanggap darurat > dihentikan dan masuk ke tahap rekonstruksi. Sementara, di Kabupaten Agam > pihak terkait meminta tanggap darurat diperpanjang karena sekitar 500 Kepala > Keluarga (KK) atau sekitar 2000-an orang masih mengungsi. > > Kepala Bagian Humas Pemkab Padang Pariaman Syofrion ketika > berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Senin (1/12/2009) > mengatakan, hingga kini status tanggap darurat di Kabupaten Padang Pariaman > masih diberlakukan untuk Kecamatan Patamuan dan Kecamatan Limo Koto Timur > meski situasi di kedua daerah tersebut dinilai sudah kembali relatif pulih. > > "Status tanggap darurat di dua kecamatan itu kami nilai sudah dapat > dilanjutkan ke tahap rekontruksi. Hanya saja, karena gempa Sumbar masuk > kategori bencana nasional, maka keputusan apakah tanggap darurat sudah dapat > dihentikan atau belum berada di tangan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan > Bencana). Bila nanti tanggap darurat diakhiri, kita siap masuk ke tahap > rekonstruksi," ujarnya. > > Dikatakan Syofrion, sebanyak Rp 27 miliar uang bantuan lauk pauk untuk > korban gempa selama tanggap darurat di daerah itu sudah disalurkan kepada > yang berhak. Pemkab Padang Pariaman, menurut dia, saat ini terus berupaya > mengatasi berbagai keluhan masyarakat, termasuk mengatasi penyakit ISPA yang > dinilai masih sangat tinggi. > > Berbeda dengan Kabupaten Padang Pariaman yang siap masuk ke tahap > rekonstruksi, masa tanggap darurat di dua kecamatan Kabupaten Agam, > masing-masing Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Malalak saat ini sedang > diusulkan untuk diperpanjang. > > Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Isfaemal, > mengatakan usul perpanjangan tanggap darurat di dua tempa itu karena masih > ada korban gempa yang mengungsi di tenda. Sekitar 2000-an warga di dua > kecamatan itu terpaksa tinggal di pengungsian karena kawasan tempat tinggal > mereka berada di zona merah ancaman longsor. > > Di Kecamatan Tanjung Raya, menurut Isfaemal, terdapat 170 kepala keluarga > yang masih tinggal di tenda dengan total pengungsi 1.987 orang. Mereka > berasal dari empat dusun di nagari Tanjung Sani yakni dusun Pandan, > Galapuang, Batu Nanggai, dan Muko Jalan. Sementara, di Kecamatan Malalak > sebanyak 200 orang juga masih bertahan di pengungsian. > > "Kita saat ini dalam perjalanan ke Padang untuk membahas lebih lanjut dan > mengusulkan perpanjangan masa tanggap darurat di Agam, khususnya di dua > kecamatan itu. Pemkab Agam, saat ini juga sedang berupaya keras agar warga > secepatnya mendapatkan tempat tinggal layak dan keluar dari pengungsian," > tukasnya. > > (yon/djo) > > -- > Arief Rangkayo Mulia.... > 39 Th/ Asa Pakan Kamih /Tilatang Kamang / Agam > Perwakilan Bukittinggi TV - JAKARTA > HP : 0813 1600 7756 > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
