Ado nan luar biaso juo sarupo  urang India ko tapi maaf ambo lah lupo

Nan jaleh di daerah Sunda nan tandus banyak bebatuan masuak Kab Sumedang ?

Pak tuo nan dapek penghargaan kalpataru ko, mamahek batu2 di lereng2 bukik 
manembus medan nan sulik untuak mengalirkan aia, lah ratusan paek batu habih 
dek inyo

Urang kampuang disinan mancimeeh malah cendrung mangecek pak tuo ko lah gilo 
karajo nan indak2 sajo 

Tapi berkat ketekunannyo hari demi hari bulan demi bulan tahun berganti 
tahunan. Lah duo dakek duo dekade akhirnyo bisa mengalirkan air dari banda2 
batu cadas nan dipaeknyo..yo luar biasa
Sahinggo memberikan manfaat nan luar biaso bagi penduduknyo dalam pemenuhan 
kebutuhan air sehari_hari

ambo manonton di tv tentang Pak tuo nan dapek kalpataru..lah lamo juo, ado 
sanak nan tahu lebih tepatnya

Mungkin da Riri bisa carikan link kalpataru tentang pak tuo ko atau sanak2 
aktivis lingkungan tahu tentang kisah ko

Wass-Jepe
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Indra J Piliang" <[email protected]>
Date: Tue, 1 Dec 2009 08:05:20 
To: Koran Digital<[email protected]>; 
Kahmi<[email protected]>; Forahmi<[email protected]>; 
RantauNet<[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] 14 Thn Memahat Gunung

Demi Parkiran Truk, Ramchandra Pindahkan Gunung

Selasa, 1 Desember 2009 | 14.20 WIB


shutterstock⁠ 


PATNA, KOMPAS.com — Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Pepatah ini pas 
untuk menggambarkan tekad seorang pria desa dari India.

Ramchandra Das (53), nama pria itu, menggunakan palu dan memahat selama 14 
tahun untuk membangun sebuah terowongan yang menembus pegunungan sehingga dia 
dapat memarkir truknya di depan rumahnya. "Saya tidak dapat memarkir truk saya 
dekat dengan rumah karena pengunungan menghalangi jalan saya," kata Das yang 
tinggal di wilayah Gaya, di timur negara bagian Bihar, kepada Reuters, Selasa 
(1/12).

Das mengatakan, dia takut pencuri membawa kabur truknya. Ketakutan itulah yang 
mendorongnya untuk membangun terowongan sendirian setelah pemerintah menolak 
membantunya. "Saya harus meninggalkan truk saya beberapa mil jauhnya dari rumah 
maka saya memutuskan untuk melakukan sesuatu," kata Das melalui telepon.

Penduduk desa yang harus berjalan bermil-mil mengelilingi pegunungan untuk 
mencapai ladang juga menggunakan terowongan selebar 4,5 meter itu. Mereka 
memuji Das atas karya besar itu. "Kami jarang menemui seorang pria yang dapat 
bekerja begitu keras untuk mencapai tujuannya," kata Prabhat Kumar Jha, seorang 
pejabat pemerintah lokal.

EGP
Sumber : REUTERS




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke