Da Riri yang udah "bela-belain" mencarikan link buat saya dan tentunya saya berterima kasih sekali
Sudah lama betul rasanya Da saya menyaksikan atau menonton di Televisi saya menonton dari awal sampai akhir kisah Ny Eroh ini, mungkin ini yang saya maksud karena sosok pelakunya menatah dan memahat batu cadas di perbukitan yang tandus untuk mengalirkan air (sunda : cai) Saya memang saat itu tertegun dan tergagum-gagum menontonnyan maka sedikit banyak saya tahu tentang hal ini Jika uda dulunya nggak nonton sedikit banyak saya bisa deskripkan kerja Ny Eroh yang liuar biasa ini Memadukan Kekuatan, Seni (hanya insting dan hati bermain tanpa sebuah rancangan) dan memadukan dengan kondisi alam Bisa bayangkan Ny Eroh memahat batu atau cadas berliku-liku di bebukitan dan mencari titik dengan ketinggian yang sama prinsipnya dari hulu ke hilir air yang dialirkannya dari tempat yang tinggi perlahan tapi pasti turun sedikit demi sedikit (landai) ke tempat yang rendah untuk mengairi sawah Dan bisa juga membayangkan Air yang jernih. Bening tersebut mengalir dalam parit kecil yang di tatah dan dipahat sedemikian rupa oleh Ny Eroh, sebuah maha karya seni diciptakan hanya dengan naluri atau insting alami dari Ny Ero, batu alam sekali lagi di batu alam air mengalir berliku2 Saya ketika itu sungguh tertetegum dan kagum luar biasa atas karya Ny Erot dikerjakan dengan manual serta kekuatan fisiknya Btw ada nggak Da youtube nya he he..minta cariin mulu ya saya Luar Biasa memang Ny Eroh Wass-JP Lagi di Duri makan siang Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: Riri Chaidir <[email protected]> Date: Tue, 1 Dec 2009 22:17:06 To: <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: 14 Thn Memahat Gunung Jepe, Rasonyo kalau yang apak2 itu di nusa tenggara Kalau yang di Jawabarat itu Ny Eroh (bukan mak Erot lho), di Tasikmalaya, yang dapat penghargaan Kalpataru tahun 1988. Ada yang nulis puisi untuk dia di http://puisi-bsh.blog.com/2009/04/28/kalpataru-di-pasirkadu/ riri 2009/12/1 <[email protected]> > Ado nan luar biaso juo sarupo urang India ko tapi maaf ambo lah lupo > > Nan jaleh di daerah Sunda nan tandus banyak bebatuan masuak Kab Sumedang ? > > Pak tuo nan dapek penghargaan kalpataru ko, mamahek batu2 di lereng2 bukik > manembus medan nan sulik untuak mengalirkan aia, lah ratusan paek batu habih > dek inyo > > Urang kampuang disinan mancimeeh malah cendrung mangecek pak tuo ko lah > gilo karajo nan indak2 sajo > > Tapi berkat ketekunannyo hari demi hari bulan demi bulan tahun berganti > tahunan. Lah duo dakek duo dekade akhirnyo bisa mengalirkan air dari banda2 > batu cadas nan dipaeknyo..yo luar biasa > Sahinggo memberikan manfaat nan luar biaso bagi penduduknyo dalam pemenuhan > kebutuhan air sehari_hari > > ambo manonton di tv tentang Pak tuo nan dapek kalpataru..lah lamo juo, ado > sanak nan tahu lebih tepatnya > > Mungkin da Riri bisa carikan link kalpataru tentang pak tuo ko atau sanak2 > aktivis lingkungan tahu tentang kisah ko > > Wass-Jepe > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: "Indra J Piliang" <[email protected]> > Date: Tue, 1 Dec 2009 08:05:20 > To: Koran Digital<[email protected]>; Kahmi< > [email protected]>; Forahmi<[email protected]>; > RantauNet<[email protected]> > Subject: [...@ntau-net] 14 Thn Memahat Gunung > > Demi Parkiran Truk, Ramchandra Pindahkan Gunung > > Selasa, 1 Desember 2009 | 14.20 WIB > >  > shutterstock > > > PATNA, KOMPAS.com — Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Pepatah ini pas > untuk menggambarkan tekad seorang pria desa dari India. > > Ramchandra Das (53), nama pria itu, menggunakan palu dan memahat selama 14 > tahun untuk membangun sebuah terowongan yang menembus pegunungan sehingga > dia dapat memarkir truknya di depan rumahnya. "Saya tidak dapat memarkir > truk saya dekat dengan rumah karena pengunungan menghalangi jalan saya," > kata Das yang tinggal di wilayah Gaya, di timur negara bagian Bihar, kepada > Reuters, Selasa (1/12). > > Das mengatakan, dia takut pencuri membawa kabur truknya. Ketakutan itulah > yang mendorongnya untuk membangun terowongan sendirian setelah pemerintah > menolak membantunya. "Saya harus meninggalkan truk saya beberapa mil jauhnya > dari rumah maka saya memutuskan untuk melakukan sesuatu," kata Das melalui > telepon. > > Penduduk desa yang harus berjalan bermil-mil mengelilingi pegunungan untuk > mencapai ladang juga menggunakan terowongan selebar 4,5 meter itu. Mereka > memuji Das atas karya besar itu. "Kami jarang menemui seorang pria yang > dapat bekerja begitu keras untuk mencapai tujuannya," kata Prabhat Kumar > Jha, seorang pejabat pemerintah lokal. > > EGP > Sumber : REUTERS > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
