Catatan: saya bingung nanggapin ini.Dari sisi aturan perundang-undangan,
kebijakan ini menurut sy keliru. Lbh baik bupati membangun semacam Baitul Mall,
lalu minta para pns itu nyumbang (yang nyumbang umumin, sehingga yg nggak
nyumbang malu sendiri), sebagai contoh.
IJP
Rabu, 02/12/2009 16:35 WIB
PNS Padang Pariaman Pertanyakan Pemotongan Gaji Untuk Korban Gempa
Yonda Sisko - detikNews
dok detikcom Padang - Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Padang
Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), mempertanyakan pemotong gaji sebesar 2,5
persen untuk korban gempa. Mereka khawatir kebijakan bupati itu menjadi ajang
pungli karena tidak transparan.
"Kita sama sekali tidak keberatan untuk membantu korban gempa. Kita hanya ingin
meminta kepastian bahwa pemotongan gaji itu tidak akan disalahgunakan atau
dijadikan ajang pungli," ujar salah seorang PNS di lingkungan Pemkab Padang
Pariaman yang tidak ingin disebut namanya kepada detikcom, Rabu (2/12/2009).
Menurut dia, kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran Bupati Padang
Pariaman Muslim Kasim. Mereka yang menolak, untuk sementara memilih tidak
mengambil gaji. Bagi PNS yang sudah mengambil gaji, kata dia, pemotongan 2,5
persen itu sudah efektif berlaku.
"Kita merasa keberatan karena dalam edaran surat kebijakan bupati itu
pemotongan gaji sebesar 2,5 persen berlaku selama satu tahun ke depan. Kalau
hanya satu atau dua bulan, penolakan saya pikir tidak akan meluas," ujarnya.
Kepala Bagian Humas Pemkab Padang Pariaman Syofrion, membenarkan adanya
kebijakan tersebut. Setiap PNS dipotong 2,5 persen dari gaji pokok. Namun
Syofrion menegaskan, tidak akan menjadikan kebijakan tersebut sebagai ajang
pungli.
"Kita menuangkannya dalam peraturan Bupati agar mudah dalam melakukan
pengawasan. Kita menilai, bagaimanapun PNS merupakan sedikit kalangan yang
kondisinya relatif masih bisa membantu para korban. Jadi, pemotongan 2,5 persen
itu merupakan upaya kita untuk dapat membantu sesama korban gempa," ujar
Syofrion.
Lagi pula, sambung Syofrion, dana tersebut akan diprioritaskan untuk membantu
PNS Pemkab Padang Pariaman yang juga menjadi korban gempa. Terdapat sekitar
1500 PNS di lingkungan Pemkab Padang Pariaman yang rumahnya rusak berat akibat
gempa 30 September 2009 lalu dan butuh pertolongan segera.
"Bila sekitar 8000 PNS di Padang Pariaman menyumbangkan 2,5 persen
penghasilannya untuk mereka, kita bisa membangun sekitar 3 rumah bantuan per
bulan. Lagi pula nilai pemotongan itu tidak besar, hanya sekitar Rp 20.000-an
per PNS," katanya.
Kebijakan Bupati Pariaman itu juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Salah
satunya dari Wali Nagari Kudu Ganting, Kecamatan Limo Koto Timur, Syafnil Oyon.
Menurut dia, dalam kondisi seperti seperti sekarang, tidak ada peraturannya pun
para PNS semestinya tergerak hatinya untuk menyisihkan 2,5 persen penghasilan
membantu sesama. Ia menilai, jumlah pemotongannya relatif kecil sementara bisa
bermanfaat besar bagi yang membutuhkan.
"Kalau dihitung-hitung nilai sebesar itu sama nilai dengan kewajiban kita untuk
berzakat. Saya menghimbau jajaran saya sampai ke tingat jorong untuk turut
menyisihkan penghasilan membantu korban gempa," ujar Wali Nagari yang sekitar
90 persen atau 1640 rumah warganya rusak berat akibat gempa itu.
(yon/djo)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---