Seri "life on a plate" 
Rendang Lintau
By : Jepe

Hati saya hampa dan hambar saat makan siang ini disebuah warung sebelah kantor 
di Kota Pinang, hambar dan hampa jika menikmati hidangan makan siang ala nasi 
ramas karena menunya. Boleh dikatakan biasa-biasa saja "nggak menggigit selera"

Bertambah parah derita hatiku yang hambar dan hampa jika selalu terkenang dan 
terbayang (ha ha ha segitu amat ya) kiriman rendang dari kampung istri ku Lubuk 
Jantan Lintau, etek Istri ku dari kampung mengirim rendang tentunya dari daging 
baru dan segar dari sapi kurban

Sebelum aku berangkat dari Pekanbaru bertugas ke Kota Pinang ini sempat 
mencicipi Rendang ala Lintau ini dengan bumbunya (dadak) berwarna hitam pekat 
dan sedikit berminyak dengan serpihan daging padat yang lembut, memang rasanya 
"nggak lari" kemana-mana dan itu terbukti ketika menyicipi ini membuat lidah 
saya bergoyang tak terkendali sarapan pagi dengan nasi panas dan sepotong 
rendang ini

Istriku sempat menawarin agar dibawa beberapa  potong buat bekal atau tambahan 
menu makan di Kota Pinang, tapi anak ku "menjerit" manja tak terkendali dan 
protes sambil merajuk "nggg papakan bisa cari makan di warung ma, rendangnya 
jangan dibawa..tidakkkkk"

Ya sudah aku mengalah sambil menambah sepotong lagi saat sarapan pagi sebelum 
berangkat ke Kota Pinang

"Maafkan Daku ya Bang, anakmu nggak rela dibungkusin rendang dari kampung 
emakku, mereka pada suka dan sarapan pagi mereka pada lancar kan mereka perlu 
energi buat sekolah" itu kira2 kata istriku sambil membereskan segala 
perlengkapan yang akan kubawa bertugas ke Kota Pinang

Ahaa...nggak perlulah rasanya aku menangis dan maraung  sejadi jadinya nggak 
dibekalin rendang lintau yang hitam "manyalinok" dan nendang abis ini, ya sudah 
nomor satukan selera anak, saya sudah tua mengalah saja

Dari berbagai "genre" dan variasi sebuah kuliner pusaka ranah minang yang 
bernama Rendang atau lazim di lafazkan oleh orang Minang RANDANG, maka rendang 
dari kampung istri saya ini tampilannya memang khas, bisa hitam pekat begitu 
ya, sepertinya nggak kalah-kalah amat sama kulit orang yang negro banget, 
rendang ini berminyak tanggung kalau kembali sama kulit orang negro ini hampir 
sama ketika "si hitam" pekat ini kulitnya diminyakin..jadi deh seperti rendang 
lintau si Negro ini, tinggal digigitan aja kali yahhh :)

Rasanya memang harum dan khas sepertinya ada aroma "rasan-rasan" asap yang khas 
dan faktanya etek istri saya memang membuat banyak di halaman rumah dikampung 
dengan tungku tigo sajarangan (maksudnya tungku yang berbatu tiga diatasnya 
wajan besi) dengan sumber api dari kayu bakar dan sabut kelapa.

Bumbu dipilih dan diracik dengan manual dengan daging sapi yang baru disembelih 
tentu semakin membuat rendang ini rasanya sangat enak "nggak lari dari 
pakemnya", saya bisa membayangkan proses membuat rendang di halaman dengan 
tungku tigo sajarangan ini apinya di jaga setiap langkah demi langkah sampai 
rendang ini hitam dan mengeluarkan minyak

Rendang Lintau seperti rendang2 lain di kanagarian ranah minang adalah sebuah 
bentuk kekayaan kuliner suku ini dengan cita rasa tinggi dan dibuat oleh 
tangan2 ahli dari tradisi turun temurun dengan sentuhan tradisional yang kental 
dan serba manual

Ahhh..memang hatiku hambar dan hampa makan siang ini jika selalu 
terbayang-bayang dengan rendang di rumah kiriman etek istriku dari lubuak 
jantan Lintau, masih adakah jika kelak aku pulang ke Pekanbaru akhir pekan ini, 
jangan membayangkan sesuatu yang. Mustahil

Nah yang mustahil itu adalah "dedak-dedak"nya yang lezat aku pikir sudah kandas 
di sikat anak-anak ku, bahkan tetesan terakhir dedak itu akan disapunya dengan 
nasi panas pada wadah rendang ini.

Salam kuliner "life on a plate"

Kota Pinang, 3 Desember 2009


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke