Sabtu, 05 December 2009
Warung Diduga Esek-esek Mega Mendung akan Dibongkar Padang, Singgalang Puluhan warung yang diduga tempat esek-esek, yang berada di kawasan wisata alam Mega Mendung akan dibongkar dalam minggu ini. Karena, selain keberadaanya melanggar hukum, warung tersebut juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Hal ini diungkapkan Ketua Tim Pelaksana Penertiban dan Pengawasan Kawasan Hutan Lindung Lembah Anai, Ir, H. Edi Aradial MBA., setelah melakukan pengecekan langsung kelapangan, Jumat (4/12) kemarin. "Dalam minggu ini, warung yang dibuat untuk pasangan muda-mudi ini akan dibongkar," tegasnya. Selain melanggar UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi, UU No 9 tahun 1997 tentang Kepariwisataan dan UU No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Keberadaan tempat seperti ini juga melanggar perda mengenai penyakit masyarakat (pekat). "Menurut laporan masyarakat, tempat ini digunakan pasangan yang belum nikah untuk melakukan tindakan asusila. Itu sudah melanggar adat dan agama," tambahnya. Hal senada diungkapkan Chandra Putra, SH., anggota bidang penyuluhan/sosialisasi tim. "Keberadaan warung-warung tersebut sudah menyalahi aturan, jika dibiarkan, banyak lahan yang akan ditebas masyarakat sehingga merusak kelestarian hutan lindung." Di kawasan Mega Mendung terdapat lima titik yang tidak memiliki izin, kawasan tersebut dikuasai dan dikelola oleh warga. Sedangkan menurut Iyel, salah seorang pedagang yang berada di kawasan Mega Mendung, keberadaan mereka sudah diketahui oleh pihak nagari. "Kami sudah minta izin kepada pihak nagari, dan mereka memberikan izin, tentu kami melapor ke nagari, tidak ke kantor gubernur," ujarnya. Dari pendataan yang dilakukan tim gabungan, terdapat lebih dari 50 pondok-pondok kecil di sepanjang sungai yang terindikasi tempat pasangan muda-mudi berbuat asusila. Sebelum meninggalkan lokasi, Edi Aradial mengungkapkan, "yang pasti kita bongkar adalah pondok-pondok ini, sedangkan untuk tempat tinggal warga, akan dicarikan solusinya dalam 30 hari ke depan" pungkasnya. Sebagaimana diberitakan kemarin, kawasan lindung dan cagar alam di Lembah Anai dan sekitarnya mulai rusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Flora dan fauna di kawasan itu juga terancam punah. Tidak hanya itu dua kawasan tersebut juga disinyalir sebagai tempat esek-esek. Warga sekitar mulai resah dibuatnya. Luas kawasan cagar alam yang berada di sekitar Lembah Anai sekitar 225 hektare, sedangkan kawasan Mega Mendung luasnya sekitar 12,5 hektaer. Dua kawasan tersebut sejak reformasi banyak dikuasai oknum-oknum yang mengatasnamakan dirinya sebagai pemilik lahan. Mereka mendirikan bangunan-bangunan yang tidak berizin. Seperti pondok-pondok yang berkedok wisata untuk mata pencarian. Lokasi itu disinyalir dijadikan tempat esek-esek dan sudah membuat warga resah.Ags http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=395 9 ________________________________ The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
