Hulubalang Raja : kejadian di pesisir Minangkabau tahun 1662-1667

Ketika Ambun Suri, putri Raja Di Hulu sudah dewasa, diundanglah para
bangsawan di sekitar Kampung Hulu Inderapura untuk mengadu peruntungan
menjadi suaminya. Hampir saja tidak ada yang beruntung, kecuali Sultan
Muhammad Syah dari Kota Hilir Inderapura
<http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Inderapura> . Ambun Suri
menerimanya bukan karena tertarik, tapi karena Sultan Muhammad Syah
merupakan raja yang lebih berkuasa daripada Raja Di Hulu, dan dia ingin
berbakti kepada orang tuanya.

Kejadian tersebut mengundang pergunjingan di masyarakat, karena Sultan
Muhammad Syah adalah sultan yang tamak yang menurut mereka tidak patut
menikah dengan putri cantik yang berbudi tersebut. Putri Kemala Sari,
istri pertama Sultan Muhammad Syah juga panas hatinya dan tidak
merelakan suaminya memperistri Ambun Suri, yang dulu menjadi teman
sepermainannya. Dia pun merencanakan menggagalkan perkawinan tersebut.

Kemala Sari mengajak Ambun Suri mandi di sungai. Di sana dia
mencelakakannya sehingga putri yang baik hati tersebut hanyut tenggelam.
Segala usaha mencari mayatnya gagal.

Sutan Ali Akbar yang bergelar Raja Adil, kakak Ambun Suri marah ketika
dia mengetahui kematian adiknya adalah ulah istri Muhammad Syah. Perang
pun pecah antara kedua raja tersebut. Muhammad Syah kemudian meminta
bantuan kompeni, yang menambah kegeraman Raja Adil.

Namun akhirnya Raja Adil kalah, dan daerahnya dibumihanguskan.
Penduduknya dibinasakan, beserta kedua orang tua Raja Adil. Dia sendiri
mundur beserta pasukannya untuk menyusun kekuatan kembali.

Sementara itu cerita beralih kepada Sutan Malakewi, seorang pemuda yang
merantau mengadu peruntungan. Dia meninggalkan kampungnya karena
kegemarannya menyabung ayam telah menghabiskan kekayaan orang tuanya,
yang kemudian tidak mau lagi memberinya uang. Dia bergabung dengan
rombongan saudagar, yang kemudian diserang penyamun. Sutan Malakewi
berhasil meloloskan diri, dan ditolong oleh Putri Rubiah yang memiliki
putri cantik yang bernama Sarawaya.

Sutan Malakewi dibawa menghadap Orang Kaya Kecil, yang punya hubungan
dengan kompeni Belanda. Orang Kaya Kecil kemudian menganggap Sutan
Malakewi sebagai anaknya sendiri. Apalagi kemudian dia mengetahui Sutan
Malakewi sering menumpas orang-orang Pauh
<http://id.wikipedia.org/wiki/Pauh,_Padang>  yang sering melakukan
penyerangan terhadap Padang <http://id.wikipedia.org/wiki/Padang> ,
pusat kekuasaan kompeni di pesisir Minangkabau . Sutan Malakewi kemudian
berkomplot dengan kompeni.

Pada saat itu kompeni tidak hanya bermusuhan dengan raja-raja setempat,
tetapi juga dengan Aceh yang masih berkuasa di daerah utara pesisir
Minangkabau. Sutan Malakewi, yang kemudian diberi gelar Hulubalang Raja,
tidak menolak untuk menumpas musuh-musuh kompeni. Dia berhasil
menghancurkan musuh-musuhnya, kecuali Raja Adil yang gigih bertahan.

Hulubalang Raja kemudian mencari adiknya yang dikabarkan diculik oleh
Raja Adil. Dia meninggalkan Orang Kaya Kecil dan Putri Sarawaya, yang
kini sangat mencintainya, masuk ke daerah Raja Adil dengan menyamar.
Namun penyamarannya terbongkar. Dia kemudian di bawa ke hadapan Raja
Adil. Hulubalang Raja kemudian terkejut karena ternyata adiknya Adnan
Dewi telah menjadi istri Raja Adil. Orang yang menjadi musuhnya selama
ini ternyata iparnya sendiri. Raja Adil dan Hulubalang Raja kemudian
melupakan permusuhan mereka dan berdamai.

Dicomot dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Hulubalang_Raja

Hulubalang Raja (judul lengkap: Hulubalang Raja: kejadian di pesisir
Minangkabau tahun 1662-1667) adalah novel karya Nur Sutan Iskandar
<http://id.wikipedia.org/wiki/Nur_Sutan_Iskandar>  yang pertama kali
diterbitkan Balai Pustaka <http://id.wikipedia.org/wiki/Balai_Pustaka>
pada tahun 1934 <http://id.wikipedia.org/wiki/1934> . Novel ini berkisah
tentang konflik antara raja-raja yang terjadi di pesisir selatan
Minangkabau <http://id.wikipedia.org/wiki/Minangkabau>  pada abad ke-17,
yang juga melibatkan kompeni Belanda <http://id.wikipedia.org/wiki/VOC>
dan Aceh <http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Aceh> .

Novel ini ditulis berdasarkan keterangan sejarah. Dalam kata
pengantarnya Nur Sutan Iskandar menyebutkan bahwa "segala keterangan dan
cerita yang berhubungan dengan sejarah yang terdapat dalam buku ini
dipungut dari kitab De Weskust en Minangkabau (1667-1668), yaitu
academisch proefschrift oleh H Kroeskamp yang dicetak oleh Drukkerij Fa.
Schotanus & Jens di Utrecht dalam 1931". Hulubalang Raja menurut Ajip
Rosidi <http://id.wikipedia.org/wiki/Ajip_Rosidi>  dan H.B. Jassin
<http://id.wikipedia.org/wiki/H.B._Jassin>  merupakan novel terpenting
Nur Sutan Iskandar. Novel ini juga merupakan novel pertama Indonesia
yang beralur ganda[1]
<file:///C:\Documents%20and%20Settings\Ardiani\Local%20Settings\Temp\Rar
$EX00.672\Hulubalang_Raja.html#cite_note-0> .

Sampai cetakan ketiga, Hulubalang Raja diterbitkan Balai Pustaka.
Cetakan keempat diterbitkan penerbit Nusantara Bukittinggi-Jakarta.
Cetakan selanjutnya sampai sekarang kembali ditangani Balai Pustaka.


Referensi


1.      ^
<file:///C:\Documents%20and%20Settings\Ardiani\Local%20Settings\Temp\Rar
$EX00.672\Hulubalang_Raja.html#cite_ref-0>  Maman S. Mahayana dkk.
Ringkasan dan ulasan novel Indonesia Modern. Jakarta: Grasindo, 2007,
hal. 53 

 

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke