Assalamu’alaikumWrWb,
Bung Riri, bung Bakhtiar Muin, Pak Saaf, dan dunsanak lainnya

Saya tertarik dengan materi pembahasan pada topik : “Dari Mana Memulai
Pembangunan Sumbar  ? Re: Lapehnya Tanago Terdidik ka Lua Nagari”.
Karena pembahasan tampaknya sudah terhenti pada postingan ke 11, topik
tersebut saya transformasikan menjadi topik baru diatas yang saya
pikir lebih mendasar, sebelum membahas topik sebelumnya yang tampaknya
lebih “berat” untuk diimplementaikan.

Rekan saya bung Bakhtiar  secara tajam telah langsung menukik ke pokok
permasalahan pembangunan yang tentunya terkait langsung dengan
ketersediaan dana disamping sikap mental masyarakat yang seyogianya
“compatible” dengan semangat membangun tersebut.

Saya tertarik dengan permasalahan yang diangkat oleh bung Riri
mengenai perlu adanya  kesamaan persepsi antara “Kita” dan “Mereka”.
Saya sependapat dengan hal ini, dengan catatan bahwa tentunya tidak
dalam semua hal “Kita” selalu lebih pintar dari “Mereka”. Apalagi
kalau ditelusur lebih lanjut, sebenarnya “Kita” ini siapa dan siapa
pula “Mereka” yang dimaksud ?

Kalau “Kita” itu adalah urang Rantau yang direpresentasikan oleh
RantauNet, apakah itu sudah dapat dikatakan valid ? Member RantauNet
hanya 1600an orang, dengan hanya belasan atau puluhan member yang
rajin mengirimkan beragam posting dengan berbagai tingkat keseriusan,
dibandingkan dengan sekian juta urang Rantau.
Apalagi kalau diibaratkan “Dapur” (hehehe...penyelenggara kan disebut
“Rang Dapua”), RantauNet memang mampu menyajikan menu andalan “sayur
lodeh” dengan rasa yang beragam pula karena ini adalah dapur tanpa
kehadiran jurumasak yang mengelola kualitas sayur lodeh yang notabene
terdiri dari beragam jenis bahan tersebut.

Saya juga tidak sepakat jika dianggap RantauNet telah mewakili urang
Rantau, karena banyak urang Rantau Minang  dengan prestasinya yang
hebat-hebat yang tidak pernah terlihat postingannya di milis ini.

Siapa pula “Mereka” ? Apakah “Mereka” ini Pemerintah Daerah (Provinsi,
Kabupaten, Nagari), ataukah semua yang berada di Ranah ? Sejumlah
postingan di RantauNet banyak yang mengesankan bahwa  “Mereka” ini
mada, keras kepala, sok pintar sendiri, tidak well organized,
melakukan sejumlah kebodohan, atau tidak mengerti permasalahan, atau
“telmi”.

Saya lebih dari 20 tahun berhubungan secara profesional dengan
sejumlah institusi di Sumbar, terutama pihak PU Provinsi dan Kabupaten
serta  biro pembangunan kantor Gubernur dan BAPPEDA. Dibandingkan
dengan sejumlah Provinsi lainnya di Indonesia (termasuk Jawa), saya
dan kawan-kawan (sebagian expatriate)  menilai bahwa secara umum
institusi dan aparat di Provinsi Sumbar ini sejak awal Pelita I dulu
berfikiran maju, luas, dan terbuka terhadap kemajuan ilmu dan
teknologi.
Di zaman “normal” (dari sudut anggaran pembangunan) Orde Baru dulu,
Sumbar  memiliki prasarana  jaringan jalan yang berkualitas (mungkin)
terbaik di Indonesia, seperti jalan Trans Sumatera dan Manggopoh-
Simpang Empat serta perkebunan OPHIR  yang merupakan perkebunan dengan
sistim Nucleus-Smallholder yang tergolong sangat berhasil di
Indonesia.

Saya menyimpulkan bahwa jika “Kita” memang secara serius ingin memberi
masukan pada “Mereka”, suatu sistim komunikasi yang baik perlu dibina
dan dikembangkan dengan berpedoman pada aturan main baku yang ada.
Pembangunan memang seyogianya didasarkan pada aspirasi dari bawah
(masyarakat) yang harus disalurkan melalui DPR. Kontrol harus
disalurkan melalui DPR, Pers, atau LSM.

Dengan demikian (andai bisa) yang perlu ditingkatkan adalah peranan
RantauNet sebagai wadah penampung aspirasi “Kita” yang berbobot dan
credible, dan punya linkage yang baik ke DPRD, Pers, ataupun LSM
setempat. Tanpa linkage ini, RantauNet yang berupa komunitas dunia
maya ini hanyalah ibarat hantu si Patrick  Swayzee yang tidak mampu
menggerakkan apapun di dunia nyata, kecuali dengan “memasuki” tubuh
Whoopi Goldberg (semoga yang membaca postingan ini masih ingat film
“Ghost” yang juga dibintangi Demi Moore ini).

Di sisi lain, RantauNet perlu merangkul juga warga Minang Rantau
lainnya yang jelas-jelas punya bobot bertolak dari pengalaman,
profesionalitas, pendidikan, atau power yang mereka miliki. Pemikiran-
pemikiran dan gagasan generasi muda Minang juga perlu diserap,
terutama yang menyangkut pembangunan Sumbar (dan mohon generasi yang
lebih tua dapat bersabar dan menahan diri jika mendengar pemikiran
mereka ini yang mungkin dirasa tidak sesuai dengan ABS-SBK atau norma
lainnya di ranah Minang).

RantauNet sebagai wadah silaturahim dan kangen-kangenan saya kira
sudah superb. Usul saya bagaimana kalau menu sayur lodeh ini bisa kita
buat variasinya menjadi goreng taruang balado, tumis kacang panjang
atau buncis, dll. Dengan kata lain, sesuai dengan usulan yang pernah
ada, RantauNet menyediakan ruang khusus untuk sejumlah hal yang kurang
seronok kalau dicampur adukkan. Sudah sangat sering terjadi bahwa
diskusi serius kemudian terpotong/terbelokkan oleh hal lain yang yang
sifatnya garah-garah dan sejenisnya. Hal ini baru terjadi beberapa
minggu yang lalu, yang kemudian memunculkan istilah “selebriti RN”
yang terasa nyelekit itu.
Di ruang khusus inilah RantauNet dapat menampung semua aspirasi
menyangkut pembangunan Sumbar yang didambakan dari sebanyak-banyaknya
urang Rantau. Urun rembug inilah yang kemudian dapat disampaikan ke
ketiga pilar demokrasi tersebut  sesuai keperluannya untuk
selanjutnya mereka perjuangkan sebagai aspirasi dari urang Rantau.

Oh ya, terkait pada penumbuhan rasa empati pada “Mereka” itu, saya
ingin menekankan kembali  tentang keterbatasan anggaran yang
dikatakan oleh bung Bakhtiar Muin. Orang yang tidak punya uang (yang
cukup) memang terkadang terkesan “bodoh”. Orang kaya  (bodoh) yang
melihat orang bergelantungan bapaluah di bis kota secara gampang akan
mengatakan : kok mau sih pake bis, kan lebih baik naik BMW pribadi
dengan sopir pribadi pula..... Melebarkan jalan Padang-Bukittinggi
seperti kata bung Bakhtiar adalah hal “keciiil” bagi bung Doddy
kepala PU Sumbar dan kawan-kawannya. Kelok Sembilan pun sekarang
sedang  dia relokasi jika dananya tersedia.....

Jadi Rang Dapua dan para dunsanak, ambo bukan ingin mengecilkan arti
RantauNet, tapi justru mendambakan  peningkatan kualitas, kemampuan,
daya jangkau, dan kemampuan penetrasinya dalam mengarahkan pembangunan
Sumbar ke depan. Tanpa peningkatan ini, saya sependapat dengan pak
Saaf : menyamakan persepsi “Kita” dan “Mereka” adalah seperti
mengharapkan tanduak kudo. Saya faham bahwa ini bukan hal mudah, tapi
marilah kita wacanakan dulu secara terarah (maaf, untuk sementara saya
kira kemampuan para “ghost” di dunia maya ini memang baru sebatas
wacana).

Salah satu sasaran strategis menyangkut pembangunan Sumbar saat ini
adalah pengembangan pemikiran mengenai pemilihan para pemimpin Nagari,
Kabupaten, dan Provinsi. Kita sudah kenyang dengan kinerja para
pemimpin yang tidak berkualitas selama ini. Akankah dalam pemilihan
mendatang  kita kembali tidak mampu memilih pemimpin yang sesuai
dengan tuntutan kebutuhan Sumbar ? Upaya penetapan kriteria Ini sudah
dimulai RantauNet beberapa bulan yang lalu, tapi ternyata sudah tidak
ada pula minat untuk meneruskan kerja yang tergantung  itu....

Itulah sekadar pendapat dari pojok Palanta, teriring maaf jika ada
isi postingan ini yang tidak berkenan di hati.

Wassalam,

Epy Buchari
L-66, Ciputat Timur
http://kadaikopi.carpediem123.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke