Mungkin mrk yang terlibat maso itu masih bnyk yg iduik jadi klo ado pro kontranyo bs kito ikuti versi mrk masing-masing
Adalah lumrah sbg lawan politiknya.... kelompok komunis maupun keturunannya selalu menghujat Suharto krn waktu itu mrk mmg marasai dek Suharto Krn selain hukuman lsg kpd org komunis , keturunannya jg dibatasi dlm bermasyarakat misalnya utk jd PNS Utk di Jawa pelaku yg menumpas Komunis ini bukan hanya militer. Tp lapisan masyarakat yg selama ini tidak nyaman dengan tindak tanduk PKI misalya KOKAM dari Muhammadiyah dan Banser NU. Dlm kondisi chaos ini tdk dipungkiri ada jg balas dendam pribadi. Tp klo kt lht tindak tanduk komunis selama periode 59-65 ini. Rasanya sah-sah saja terjadi balas dendam tsb Sesudah gagalnya PRRI-Permesta. Dominasi Komunis di Istana sampai pemerintahan sipil dan militer semakin menjadi-jadi Bgt jg dibidang kebudayaan Lekra habis-habisan menghujat kaum agama misalnya HSBI Untuk media di Sumbar harian Haluan dilarang terbit sejak PRRI kalah. Kemudian Aman Makmur jg dilarang krn mungkin kurang revolusioner Ambo yg baru klas satu SR dan sdg asyik jo komik Sutan Balun jd kehilangan bacaan favorit Kita hanya bs memperoleh informasi yg revolusioner lwt Suara Persatuan. Yang hanya brisi indoktrinasi yg disesuaikan dengan sponsornya kaum Komunis Sgl sesuatu yg dianggap kontra revolusi hrs dibasmi Di Sumbar sesdh era OPR yg jd tukang tunjuk bg APRI yg kadang lbh ganas kpd warganya dari APRI itu sendiri Banyak mrk yg jd Pemuda Revolusioner (Pemuda Rakyat-- sebelum jd OPR sdh Pemuda Rakyat jg ? ) Ada pemuda revolusioner ini yang sampai membakar tilakuang amaknyo dan selalu menghujat mrk yg melaksanakan kewajiban sbg umat beragama Warga Sumbar sbg pihak yg kalah perang betul-betul mati kutu. Ado keluarga kami yang sempat masuk akademi militer tp akhianyo tapaso mancangkua dikampuang. Krn indak tahan taruih dihujat Selain itu anak inyiak ambo nan lah kuliah di FDOK Unand lulus untuk kuliah di Moskow Setelah bbrp bulan di Jkt inyo tapaso pulang kampuang krn merasa terlalu banyak indoktrinasi dan keharusan yg mesti dilaksanakan yg bertentangan dengan syariat yang diyakininya selama ini Jd inyo gagal ka Moskow, samantaro baliak ka Unand lah malu pulo Impian jd dotor sirna..... Kondisi jd babaliak sesudah 30 Sept 65 Kelompok Revolusioner lari ka rimbo Gn Singgalang,sekitar rimbo PLTA Singkarak , dakek Baso dll Keadaan jd berbalik lagi. Nan jaleh kini rasonyo lbh leluasa indak mencekam spt maso pra 30 Sept 65 Untuak kawasan global sendiri. terlihat kegagalan paham Komunis itu. Trserah klo month jual lg paham ini. Tp ingat keputusan MPRS mengenai ini Klo masalah HAM kt hrs ingat : "Siapa yg meniup angin akan menuai badai" Wass TR Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
