"Dendang Kulioner" Andiko Sutan Mancayo

By : Jepe

 

Saya ingat sebuah lagu yang cukup legendaries dan dipopulerkan kembali
oleh Bob Geldof  "Big Boss" konser akbar di tahun 80-an untuk Afrika
dalam sebuah konser amal  yang melibatkan penyanyi dan artis top dunia,
lagu itu berjudul "I don't like Monday" atau terjemahan bebasnya
kira-kira  "saya tidak suka hari senin", Anda tidak suka hari ini karena
hawa liburan akhir pekan yang cukup panjang mulai hari Jum'at (Tahun
Baru Hijriah) masih terasa, mudah2an tidak dan tetap bersemangat dan
liburan akhir pekan kemaren tentunya membuat pikiran anda lebih segar
dan rilek lagi menghadapi hari senin yang katanya selalu di benci orang,
lupakan  dulu sejenak "I don't like Monday"  bagaimana sedikit kalau
saya bahas tentang "Dendang Kuliner" yang unik dari Andiko Sutan Mancayo
menyanyikan sebuah kuliner ranah minang yang memang "nggak ada matinya"
dan dikenal dan rata-rata diterima lidah berbagai suku di tanah air
kita.

 

Menarik sekali bagi saya cara-cara Suntan Mancayo menyampaikan dan
menjelaskan sebuah menu khas ranah minang, sungguh ini yang berbicara
sebuah seni dengan kehalusan ungkapan yang terlatih, diolah dari bahasa
perasaan lalu diterjemahkan oleh otak yang berpikir lalu dilanjutkan
dengan ungkapan seperti dendang yang syahdu berlenggang lenggok yang
terkadang diberikan sebuah hentakan keras tapi  dalam sebuah keindahan
ibarat tendangan kaki  pandeka tuo yang telak bersarang di hulu hati,
pas mengena membuat orang pingsan dan nanar dalam keindahan bertutur itu
(bagi saya...nggak tahu  apakah anda merasakan juga begitu ketika
membaca laporan Andiko berkuliner ??)

 

Saya coba bertanya kepada Andiko, hai anak muda kok indah sekali anda
bertutur dalam mengungkapkan kuliner ranah minang kita, tidak banyak
jawaban yang disampaikan Sutan Mancayo tapi saya dapat menyelami
penjelasannya yang singkat baik secara tersurat dan tersirat dengan
cerita pengalamannya sejak kecil sampai usia sekarang, ternyata Andiko
Sutan Mancayo punya pengalaman yang sarat di pelosok-pelosok ranah kita
apalagi diseputar kampungnya dan dia tahu banyak kalau saya istilahkan
mungkin sebuah "Antropologis Kuliner Pusaka Ranah Minang" , Sutan
Mancayo telah banyak bertemu orang-orang tua yang 'berisi" di ranah
Minang mulai dari daerah pesisir pantai barat Ranah Minang telah
dijelajahinya, entah berapa muara yang telah dia seberangi (jika ingat
muara dan Andiko penggemar berat lagu ratapan Zalmon tentunya saya ingat
akan sebuah istilah yang cukup magis "kasiak tujuah muaro" saya tidak
mengerti tentang kasiak ini, mungkin Andiko bisa ceritakan Hikayatnya
jika dilihat dari sudut Antropologis  tentunya bukan untuk
bersyirik-syirik ria), Andiko paham cara-cara bertutur khas dengan
kata-kata tersirat dan melereang yang sering dia dengar dan alaminya
sejak kecil dikampung apakah dengan orang-orang tua seperti pendekar,
Datuk-datuk pemangku Adat atau dipelajarinya dari kisah tambo-tambo dan
kesenian tradisi seperti  saluang dan rabab lalu dikemasnya dengan
pengalamannya serta melihat kejadian dan fenomena alam.

 

Coba kita lihat potongan "Dendang Kuliner Andiko Sutan Mancayo"
menyanyikan sebuah masakan khas ranah Minang yaitu Dendeng balado, Gulai
Ikan dan Gulai Tunjang yang dibuat oleh orang lintau yang membuka usaha
rumah makan di Pekanbaru disebuah emperan beratap seng dan berdinding
papan, tapi masalah rasa jangan ditanya seperti yang selalu saya bilang
dalam seni kuliner yang namanya rasa tidak akan pernah bohong jika enak
akan tetap dibilang enak, saya kopi pastekan Dendang Kuliner itu

 

Dendeng kariang pinggua kabau, bagulimang jo lado sirah ratak leba.
Coklat langkuang dendeang ko, kilek bakilek dimakan minyak. Alun sampai
pinggan licin, mahambuah pulo ikan gulai, jatuah tatunggang ka ateh
nasi,

 

Anda akan larut dan terbawa hanyut dengan ungkapan diatas, lidah anda
akan merespon dan itu membuat air liur anda jernih 

Pinggua Kabau ahh tentunya Andiko  mengungkapkannya jika ada peta daging
seekor sapi atau kerbau yang selama ini dikenal di dunia kuliner daging
dibagian inilah yang paling enak dan empuk saya pikir. Andiko saya pikir
secara teknis bukan ilmunya dalam soal peta daging seperti kebanyakan
kita jumpai dalam buku-buku kuliner tapi pengalaman kulinernya
berbicara jika melihat seekor tergolek di tangah galanggang nan
babapaneh, daging Pinggua ini yang dia tahu paling enak cerita dari
mulut ke mulut orang tua di ranah minang  "nan tasabuik lamak"

 

bagulimang jo lado sirah ratak leba, Jika saya mengungkapkan sering saya
bilang "ladonyo ditokok sayang2 ratak-rata indak bainjek, tapi Andiko
lebih halus lagi mengungkapkannya "ratak leba" saya pikir anda sangat
bisa membayangkan bagaimana lado dendeng ini bentuknya, anda akan dibawa
larut dengan bentuk dan rasanya

 

Coklat langkuang dendeang ko, kilek bakilek dimakan minyak

 

Sebuah ungkapan bentuk fisik dari dendeng yang kami makan, menyiratkan
dendeng ini tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis menyatu padu
tanpa terpecah (berdarai) ketika digoreng dalam ukuran standar dan
seragam rumah makan setiap potongnya, ya melengkung bukan datar karena
digoreng dengan tingkat kekeringan yang pas sehingga dendeng itu crispy
dan garing/firm dalam bahasa minang diungkapkan "badaruak-daruak" jika
anda pandang lebih dalam lagi potongan dendeng yang melengkung ini sayup
sayup sampai diterpa cahaya maka disetiap sudut dimensi dendeng yang
kering yang melengkung dalam piring  ini memang mengkilat "dimakan"
minyak goreng, selaput tipis  minyak goreng ini membasahi dendeng
(salayang)dengan aroma harum yang khas..ahhh saya membuat perut anda
"manggarumeh" siang menjelang istirahat makan, mudah2an saya harap
begitu..(laperrrr he he he he)

 

 

(Andiko punya terminalogi Arkhais "Cipia" untuk piring jamba ) 

 

Secara keseluruhan Andiko begitu pas "mendendangkan dan menyanyikan"
sosok dendeng balado yang kering dan badaruak ini dengan balutan minyak
goreng dan taburan cabe keriting yang ditumbuk kasar dari daging pilihan
yang terbaik dari seekor kerbau atau sapi

 

Itu dulu nanti kita lanjut...jika anda mencintai pusaka kuliner ranah
minang, maka apa yang diungkapkan oleh Andiko Sutan Mancayo ini adalah
bagian dari "antropologi"  masakan ranah minang yang terkenal itu, saya
tidak berlebihan dalam hal ini mungkin bisa jadi saya baru pertama kali
membaca "syair-syair" yang indah tentang cita rasa masakan ranah minang
yang diungkapkan oleh seorang anak muda ranah minang yang sarat
pengalaman hal-hal yang paling dalam menyangkut adat dan budaya ranah
minang bukan hanya berdasarkan teori, buku2, tambo2 klasik yang dia baca
tapi lebih kepada sebuah perjalanan dan lansung terjun kelapangan
bertemu dengan sosok orang2 tua yang berilmu dan selalu arif dipedalaman
telah membuka mata, hati dan pikiran seorang Andiko begitu secara
tersirat jika saya menterjemahkan apa yang dia ceritakan pada saya 

 

 

Salam "Life on a plate"

 

Jepe, Pku, 21 Desember 2009

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke