MATOA  (Pometia pinnata)

By : Jepe

 

 

Photo taken by jp

 

Pagi kemaren sebelum berangkat tugas ke Rantau Prapat saya di bekali
oleh istri saya sekantong plastik buah Matoa yang dipetiknya dari pohon
matoa yang sedang berbuah di halaman belakang rumah kakaknya, Matoa
dengan nama latin (botanical name) Pometia pinnata termasuk famili
Sapindaceae adalah tanaman yang berasal dan banyak tumbuh secara alami
di tanah papua

 

Buah ini juga di juluki "buah sorga dari tanah papua" buahnya seukuran
buah pinang,  ketika masih muda berwarna hijau tua dan saat matang siap
dikonsumsi kulit luarnya  berwarna hijau daun kekuningan dengan
bercak-bercak coklat menempel  liar dikulitnya,  rasanya memang unik dan
eksotik khas buah-buahan tropis perpaduann manis  rasa lengkeng,
rambutan dan sentuhan ringan rasa durian sepertinya jauh dari rasa "nek"
jika kita mengkonsumsi buah ini sepuas-puasnya, semakin dicicipi semakin
tinggi rasa ingin memakannya, tambah dan tambah lagi.

 

Daging buahnya mengkilat dengan selaput tipis cairan bening jika dijilat
manisnya beraroma durian, tidak terlalu tebal dan juga tidak terlalu
tipis daging buahnya yang sedikit kenyal membalut biji matoa yang
berwarna hitam kecoklatan

 

Sekantong plastik matoa bekal dari istri saya tersebut sekitar 25 biji
memang terasa kurang ketika saya nikmati berdua dengan teman saya dalam
perjalanan saat istirahat sejenak di Mesjid Raya Kota Duri selepas makan
siang, hanya dalam hitungan menit sekantong kecil buah matoa tersebut
telah berubah menjadi kulit (cangkang) dan bijinya, sedang dagingnya
telah bersemayan didalam lambung kami masing-masing, rasa manis di lidah
masih terasa.

 

Matoa ini sebelum kami santap sempat saya foto dulu dan saya unduh ke
jejaring social facebook, salah seorang teman saya berkomentar cukup
menarik (orang minang, itu pasti)

 

"Motoa beda dengan Maota... :) "

 

Ehem, saya pikir seiring sejalan saja tidak ada beda jika saat maota
dilapau-lapau baik dilapau nyata maupun dilapau maya tentunya tambah
nikmat sambil mangulek (ngemil) buah Matoa.

 

Buah ini memang eksotis khas buah tropis, tapi masih tetap saja
kelemahan buah kita dibandingkan negara tetangga seperti Thailand  tidak
dibudidayakan secara teknis sehingga untuk menghasilkan varietas yang
unggul baik bentuk fisik yang seragam serta cita rasa yang standar.  Ada
yang tertarik membudi dayakan buah imi dan menjadikan peluang bisnis
(agribisnis) saya pikir tidak sulit  menanam dan memelihara serta
mengembang biakan buah sorga dari tanah papua ini, buktinya di Kota
Pekanbaru yang iklimnya panas bertolak belakang dengan iklim habitat
aslinya di dataran tinggi papua yang sejuk  bisa tumbuh cukup subur
dihalaman-halaman rumah, tanah kosong dan tanaman penghijuan komplek
perumahan  dan berbuah tanpa adanya perlakuan khusus hanya dibiarkan
tumbuh alami saja.

 

Lebih lanjut apa dan bagaimana sosok Matoa ini bisa anda lacak di lapau
saiber, sekarang yang saya pikirkan jika pulang ke Pekanbaru masih
adakah  sekantong kecil lagi buah ini disiapkan istri saya didalam
kulkas hasil dari panen beberapa pohon yang ditanam dihalaman belakang
rumah kakaknya yang tumbuh subur dan berbuah cukup banyak, 

 

 

"Motoa manisnya emang nggak ngebosanin, nggak tahu deh Maota ngebosanin
nggak yah"

 

Kota Pinang, 23 Desember 2009

 

 

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

<<image001.jpg>>

Kirim email ke