Wadooooow, jahat sekali Jepe ini. Jadi ngileeeeeer. Ini buah langka idaman ambo pas bbrp kali ke Papua. Tdk setiap saat berbuah. Enak dimakan usai makan Papeda juga. Wadoooow!!!
IJP -----Original Message----- From: "Jupardi" <[email protected]> Date: Wed, 23 Dec 2009 14:38:17 To: <[email protected]>; <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] MATOA (Pometia pinnata) ... By : Jepe MATOA (Pometia pinnata) By : Jepe Photo taken by jp Pagi kemaren sebelum berangkat tugas ke Rantau Prapat saya di bekali oleh istri saya sekantong plastik buah Matoa yang dipetiknya dari pohon matoa yang sedang berbuah di halaman belakang rumah kakaknya, Matoa dengan nama latin (botanical name) Pometia pinnata termasuk famili Sapindaceae adalah tanaman yang berasal dan banyak tumbuh secara alami di tanah papua Buah ini juga di juluki "buah sorga dari tanah papua" buahnya seukuran buah pinang, ketika masih muda berwarna hijau tua dan saat matang siap dikonsumsi kulit luarnya berwarna hijau daun kekuningan dengan bercak-bercak coklat menempel liar dikulitnya, rasanya memang unik dan eksotik khas buah-buahan tropis perpaduann manis rasa lengkeng, rambutan dan sentuhan ringan rasa durian sepertinya jauh dari rasa "nek" jika kita mengkonsumsi buah ini sepuas-puasnya, semakin dicicipi semakin tinggi rasa ingin memakannya, tambah dan tambah lagi. Daging buahnya mengkilat dengan selaput tipis cairan bening jika dijilat manisnya beraroma durian, tidak terlalu tebal dan juga tidak terlalu tipis daging buahnya yang sedikit kenyal membalut biji matoa yang berwarna hitam kecoklatan Sekantong plastik matoa bekal dari istri saya tersebut sekitar 25 biji memang terasa kurang ketika saya nikmati berdua dengan teman saya dalam perjalanan saat istirahat sejenak di Mesjid Raya Kota Duri selepas makan siang, hanya dalam hitungan menit sekantong kecil buah matoa tersebut telah berubah menjadi kulit (cangkang) dan bijinya, sedang dagingnya telah bersemayan didalam lambung kami masing-masing, rasa manis di lidah masih terasa. Matoa ini sebelum kami santap sempat saya foto dulu dan saya unduh ke jejaring social facebook, salah seorang teman saya berkomentar cukup menarik (orang minang, itu pasti) "Motoa beda dengan Maota... :) " Ehem, saya pikir seiring sejalan saja tidak ada beda jika saat maota dilapau-lapau baik dilapau nyata maupun dilapau maya tentunya tambah nikmat sambil mangulek (ngemil) buah Matoa. Buah ini memang eksotis khas buah tropis, tapi masih tetap saja kelemahan buah kita dibandingkan negara tetangga seperti Thailand tidak dibudidayakan secara teknis sehingga untuk menghasilkan varietas yang unggul baik bentuk fisik yang seragam serta cita rasa yang standar. Ada yang tertarik membudi dayakan buah imi dan menjadikan peluang bisnis (agribisnis) saya pikir tidak sulit menanam dan memelihara serta mengembang biakan buah sorga dari tanah papua ini, buktinya di Kota Pekanbaru yang iklimnya panas bertolak belakang dengan iklim habitat aslinya di dataran tinggi papua yang sejuk bisa tumbuh cukup subur dihalaman-halaman rumah, tanah kosong dan tanaman penghijuan komplek perumahan dan berbuah tanpa adanya perlakuan khusus hanya dibiarkan tumbuh alami saja. Lebih lanjut apa dan bagaimana sosok Matoa ini bisa anda lacak di lapau saiber, sekarang yang saya pikirkan jika pulang ke Pekanbaru masih adakah sekantong kecil lagi buah ini disiapkan istri saya didalam kulkas hasil dari panen beberapa pohon yang ditanam dihalaman belakang rumah kakaknya yang tumbuh subur dan berbuah cukup banyak, "Motoa manisnya emang nggak ngebosanin, nggak tahu deh Maota ngebosanin nggak yah" Kota Pinang, 23 Desember 2009 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
<<image001.jpg>>
