Wah, demontrasi ber gerak lagi, memang susah utk berunding, sbg sepasukuan
jauh, saya merasakan bgmn perihnya berhadapan dgn kekuASAAN, yg jelas mari
kita boikot Bp.Arismunandar, krn beliau calon/balon Gubernur Sumbar, Sanak
Tanjung mari kita bikin poster
utk tidak memilih Arismunandar utk calon/balon Bupati atau Gubernur
selanjutnya.
Pak Arismunandar , andakan juga anggota milis ramtaunet ini, mari dan
silahkan beri penjelasan dgn kasus yg menimpa sanal2 saya tsb.

Penjelasan Bp. sanagat sayahargai dan terimaksih banyak.
Apakah ada sanak2 yg tahu bgmn berhubungan dgn koordinator Suku Tanjung yg
berdemontrasi tsb, mohon bantuannya.
Jangan mundur akan hak2 sanak Tanjung, mundur setapak adalah memalukan, diam
saja adalah criminal. Anak cucu suku Tanjung tergantung akan perjuangan kita
sekarang. InsyaAAlah.

Wass. Muzirman Tanjung.
-------------------------------------------------------------------------

.From: Muzirman -- <[email protected]>
Date: 2009/12/25
Subject: TANJUNG MANGOPOH 9D25 ANCAM PEMDA AGAM
To: [email protected]


 Kab. Agam | Jumat, 25/12/2009 16:31 WIB
Suku Tanjung "Warning" Pemkab Agam Harmen - Padang
Ekspres<http://www.padangekspres.co.id/>

 <http://www.padang-today.com/foto/berita/eksekusi%20tanah%20ricuh.jpg>
Ilustrasi

Kaum suku Tanjung, nagari Manggopoh mengancam (warning) Pemkab Agam untuk
menuntaskan masalah yang mereka hadapi menyusul hingga kini masih tak
jelasnya ujung penyelesaian sengketa dengan PT.Mutiara Agam.

Bahkan, kaum suku Tanjung sengaja memberi tengat waktu 3 hari kerja
terhitung mulai Senin-Rabu (28-30/12) pekan depan,  dan jika tidak ada
solusi yang pas, warga akan mengusung aksi unjukrasa ke kantor gubernur dan
DPRD Sumbar.

Dalam surat No.11/SK-KPT/NM-XII/2009 tanggal 23 Desember 2009 yang ditujukan
pada bupati Agam oleh kaum suku Tanjung Limo Payuang nagari  Manggopoh yang
meminta penyelesaian kasus PT.MA <http://pt.ma/> dengan kaum suku Tanjung .

Surat yang ditandatangani jurubicara kaum suku Tanjung Edlerman,SE,
Nasaruddin, Anwar Jera dan Sudirman berisi 6 poin pernyataan, menyebut
setelah 35 hari aksi unjukrasa warga bahkan sengaja membuat tenda-tenda
darurat di lokasi aksi, tidak ada sikap yang jelas bahkan bupati tidak
bergeming.

Dilain pihak, sebut Edlerman, pihaknya meminta Pemkab Agam untuk
menghentikan panen buah (TBS) sawit sebelum ada kesepakatan.

" Kami minta hal itu direalisasikan karena sejauh ini tidak ada solusi yang
pas bisa dihasilkan Pemkab Agam, kami juga akan memboikot kewajiban pada
Pemkab Agam sampai ada penyelesaian yang jelas dan tegas," ulas Edlerman.

Sementara itu, bupati Agam Aristo Munandar dan kepala badan Kesbangpol Agam
M.Dt. Maruhun menyebut, pihaknya masih terus berupaya mencari solusi yang
pas.

" Dalam waktu dekat, diupayakan digelar dialog kembali, kami sudah ada
beberapa langkah yang akan dilaksanakan," tegas Aristo.

Aristo mengharapkan warga menahan diri. Pasalnya mencari pola penyelesaian
dibutuhkan waktu dan pendekatan ekstra. " Kami masih terus berupaya," sebut
bupati Agam itu lagi.

Disisi lain, M.Dt.Maruhun, Kepala Kesbangpol Agam menyebut pihaknya berupaya
intensif menjalin komunikasi dengan pimpinan PT.MA <http://pt.ma/>.
Sasarannya agar komunikas dua arah dalam upaya mencari penyelesaian bisa
dilakukan.

" Kita masih terus mencari upaya penyelesaian yang pas, " sebutnya.

Sementara informasi yang diperoleh Padang Ekspres, sejak 19 November lalu
hingga Jumat (25/12), anak kemenakan kaum suku Tanjung Manggopoh masih terus
bertahan di lokasi aksi dengan mendirikan tenda-tenda darurat. (*)

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke