Uda Muzirman Maaf, ambo indak kenal jo pak Bupati tu do, dan ambo ndak berkepentingan pulo apakah beliau akan terpilih atau tidak.
Cuma kalau di pikiran ambo, keliatannya terlalu capek bana kalau HANYA dari satu berita kita langsung memboikot perjalanan karir seseorang. Riri Bekasi, l, 47 On 26/12/2009, Muzirman -- <[email protected]> wrote: > Wah, demontrasi ber gerak lagi, memang susah utk berunding, sbg sepasukuan > jauh, saya merasakan bgmn perihnya berhadapan dgn kekuASAAN, yg jelas mari > kita boikot Bp.Arismunandar, krn beliau calon/balon Gubernur Sumbar, Sanak > Tanjung mari kita bikin poster > utk tidak memilih Arismunandar utk calon/balon Bupati atau Gubernur > selanjutnya. > Pak Arismunandar , andakan juga anggota milis ramtaunet ini, mari dan > silahkan beri penjelasan dgn kasus yg menimpa sanal2 saya tsb. > > Penjelasan Bp. sanagat sayahargai dan terimaksih banyak. > Apakah ada sanak2 yg tahu bgmn berhubungan dgn koordinator Suku Tanjung yg > berdemontrasi tsb, mohon bantuannya. > Jangan mundur akan hak2 sanak Tanjung, mundur setapak adalah memalukan, diam > saja adalah criminal. Anak cucu suku Tanjung tergantung akan perjuangan kita > sekarang. InsyaAAlah. > > Wass. Muzirman Tanjung. > ------------------------------------------------------------------------- > > .From: Muzirman -- <[email protected]> > Date: 2009/12/25 > Subject: TANJUNG MANGOPOH 9D25 ANCAM PEMDA AGAM > To: [email protected] > > > Kab. Agam | Jumat, 25/12/2009 16:31 WIB > Suku Tanjung "Warning" Pemkab Agam Harmen - Padang > Ekspres<http://www.padangekspres.co.id/> > > <http://www.padang-today.com/foto/berita/eksekusi%20tanah%20ricuh.jpg> > Ilustrasi > > Kaum suku Tanjung, nagari Manggopoh mengancam (warning) Pemkab Agam untuk > menuntaskan masalah yang mereka hadapi menyusul hingga kini masih tak > jelasnya ujung penyelesaian sengketa dengan PT.Mutiara Agam. > > Bahkan, kaum suku Tanjung sengaja memberi tengat waktu 3 hari kerja > terhitung mulai Senin-Rabu (28-30/12) pekan depan, dan jika tidak ada > solusi yang pas, warga akan mengusung aksi unjukrasa ke kantor gubernur dan > DPRD Sumbar. > > Dalam surat No.11/SK-KPT/NM-XII/2009 tanggal 23 Desember 2009 yang ditujukan > pada bupati Agam oleh kaum suku Tanjung Limo Payuang nagari Manggopoh yang > meminta penyelesaian kasus PT.MA <http://pt.ma/> dengan kaum suku Tanjung . > > Surat yang ditandatangani jurubicara kaum suku Tanjung Edlerman,SE, > Nasaruddin, Anwar Jera dan Sudirman berisi 6 poin pernyataan, menyebut > setelah 35 hari aksi unjukrasa warga bahkan sengaja membuat tenda-tenda > darurat di lokasi aksi, tidak ada sikap yang jelas bahkan bupati tidak > bergeming. > > Dilain pihak, sebut Edlerman, pihaknya meminta Pemkab Agam untuk > menghentikan panen buah (TBS) sawit sebelum ada kesepakatan. > > " Kami minta hal itu direalisasikan karena sejauh ini tidak ada solusi yang > pas bisa dihasilkan Pemkab Agam, kami juga akan memboikot kewajiban pada > Pemkab Agam sampai ada penyelesaian yang jelas dan tegas," ulas Edlerman. > > Sementara itu, bupati Agam Aristo Munandar dan kepala badan Kesbangpol Agam > M.Dt. Maruhun menyebut, pihaknya masih terus berupaya mencari solusi yang > pas. > > " Dalam waktu dekat, diupayakan digelar dialog kembali, kami sudah ada > beberapa langkah yang akan dilaksanakan," tegas Aristo. > > Aristo mengharapkan warga menahan diri. Pasalnya mencari pola penyelesaian > dibutuhkan waktu dan pendekatan ekstra. " Kami masih terus berupaya," sebut > bupati Agam itu lagi. > > Disisi lain, M.Dt.Maruhun, Kepala Kesbangpol Agam menyebut pihaknya berupaya > intensif menjalin komunikasi dengan pimpinan PT.MA <http://pt.ma/>. > Sasarannya agar komunikas dua arah dalam upaya mencari penyelesaian bisa > dilakukan. > > " Kita masih terus mencari upaya penyelesaian yang pas, " sebutnya. > > Sementara informasi yang diperoleh Padang Ekspres, sejak 19 November lalu > hingga Jumat (25/12), anak kemenakan kaum suku Tanjung Manggopoh masih terus > bertahan di lokasi aksi dengan mendirikan tenda-tenda darurat. (*) > > -- > . > Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat > lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama > =========================================================== > Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] > Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
