Assalamualaikum wr. wb. Ibu2 dan Bapak2 Innalillahiwainnailaihirajiun,
Semoga Allah swt, mengamapuni dosa2 beliau dan menerima beliau disisinya. Tidak terasa, tahum 80an achir saya mendapat tugas dari YMAE (Young Muslim Aassociation in Europa) yang sangat menyenangkan bagi saya, sempat menemeni beliau seminggu lebih di Frankfurt am Main. Banyak mahasiswa2 lainnya tidak bersedia menemani Beliau pada saat itu, sebabnya menurut dugaan saya, mereka mungkin segan2 sekiranya diajak ber-bincang2 oleh Gus Dur. Yang mana tulisan2 beliau sangat sering sekali muncul di majalah TEMPO. Seminggu bersamanya, di Frankfurt am Main, saya banyak mendengar/berbincang2 dengan beliau sianghari sewaktu berkunjung kebeberapa tempat di Frankfurt am Main dan disekitar. Selanjutnya malam2 harinya setelah mengunjungi beberapa tamu2 ber-bincang2 dengan tamu2, audience. Saya banyak mendapat beberapa anekdote2, pengalaman2 dan advises dari beliau, terutama sekali tentu saja pada saat2 hanya kami berdua saja. Waktu berlalu dengan pesatnya............ Beberapa hari sebelum Almarhum dilantik menjadi President RI, sempat beliau berkunjung ke Den Haag/Wassenaar, kebetulan saya datang agak terlambat, karena traffic jam dari Amsterdam, beliau sdh berangkat ke Mesir, lalu langsung ke Jakrata. Sewaktu saya tiba dirumah sekembali dari NL, sembari bercerita dengan istri saya, bahwasanya saya berselisih jalan dengan kenalan lama sewaktu saya masih Mahasiswa. Istri saya bertanya siapakah beliau tersebut, sewaktu saya akan menjawab.....saya terperanjat..... karena bersamaan dengat saat itu siaran berita di TV German (jam 20:15 WET) menayangkan pengangkatan Gus Dur jadi President RI. Istri bertanya pendapat saya tentang dia ( Gus Dur, saya jawab diplomatis, lihat saja nanti....... Saya bercerita tentang hal ini, bukan bermaksud mengkultus individukan Gus Dur, ataupun berbangga diri... krn sempat berkenalan dgn mantan President; Melainkan menceritakan bahwa saya pernah berkenalan dengan penulis TEMPO yang tajam/bagus (menurut saya), serta anekdote saya sendiri sekembalinya dari Belanda. Semenjak beliau menjadi President malah saya tidak ada berkeinginan bertemu dengan beliau..... Wassalam, Muljadi. -------- Original-Nachricht -------- > Datum: Wed, 30 Dec 2009 04:20:33 -0800 (PST) > Von: "Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]> > An: rantaunet rantaunet rantaunet <[email protected]> > Betreff: [...@ntau-net] Innalillahiwainnailaihirajiun. Gus Dur sudah > mendahului kita. > Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta. > > Dalam Detik.com diberitakan bahwa Gus Dur telah mendahului kita. > > Innalillahiwainnailaihirajiun. Semoga Allah swt mengampuni dosa-dosa > beliau dan menerima amal ibadah beliau. Amin. > > > Wassalam, > Saafroedin Bahar > (Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) > -- Jetzt kostenlos herunterladen: Internet Explorer 8 und Mozilla Firefox 3.5 - sicherer, schneller und einfacher! http://portal.gmx.net/de/go/atbrowser -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
