Bagus sekali refleksinya da. Sebelum rangkaian gempa mengingatkan orang di Sumbar, ada ide ambisius untuk membangun apa yang disebut dengan Padang Bay City. Ketika manusia tidak lagi didengar, maka alam yang memberikan peringatan, yang kualitas peringatannya kadang tidak terkira.
Salam andiko sutan mancayo [email protected] wrote: > Catatan Awal Tahun Baru 2010 > "Semua Telah Hilang" > > By ; Jepe > > > > Pagi ini diawal tahun baru 2010 saya mencoba menyusuri pantai air tawar > merupakan bagian garis pantai yang tak terputus membentang di sepanjang > pesisir pantai sumatera bagian barat dilautan lepas samudra Hindia, Pantai > dengan segala kenangan masa kecil dan remaja bermain begitu lepas dan bebas > bersama. Kawan sebaya dan masyarakat nelayan disepanjang pantai yang mencari > nafkah dari menangkap ikan dan segala isi pantai serta laut perairan dangkal > > Saya menyisir bibir pantai yang terletak didepan kampus UNP sampai di > persimpangan jalan Cendrawasih menuju rumah kediaman keluarga saya yang telah > kami tempati sejak tahun 1976 sebelum pindah dari perkampungan penduduk Air > Tawar asli (sekarang kampus/Hall FKT IKIP)m Sudah banyak yang berubah bahkan > bisa dibilang berubah total dan banyak telah hilang suasana dan kondisi > pantai dijaman saya kecil dan rremaja dulu > > Tidak ada lagi sungai yang membelah perkampungan tempatku berenang dikala air > pasang, tempatku memancing ikan dengan joran pelepah daun nipah untuk sekedar > bersenda gurau dengan ikan saridiang yang bergerombolan dan begitu "bodoh" > terus menerus tak henti henti menyampar umpan pancing kami setiap dilemparkan > ke sungai atau begitu penasarannya kami mendapatkan Marang yang sangat lar > dan pintar dalam menyambar umpan kami. Begitu juga betapa rindunya kami > dengan suara batai-batai yang khas mencericit saat mulutnya tersangkut dimata > pancing kami dan berada dalam genggaman tangan kecil kami. > > Tidak ada lagi parak nipah tempat kami bermain lumpur sambil mencari lokan > dengan menggoreskan parang pada lumpur-lumpur yang membenamkan kaki kami > dengan kedalaman mulai dari mata kaki sampai pangkal pahan ketika kami haus > dan lapar buah nipah yang lunak lembut dengan rasa manis khas satu tandan > penuh kami buka satu persatu sambil bercanda saling melempar cangkangnya > atau saat pasang kami bergelayutan diatas pucuk nipah seperti tombak yang > diikat rapat banyak satu sama lainnya sebagai pelampung kami menuju pinggir > perkampungan masyarakat, pucuk nipah ini akan dijandikan oleh penduduk daun > mudanya untuk lintingan tembakau menjadi rokok > > > Rumpun semak jeruju dibibir sungai masih membayang jelas dipelupuk mataku > ketika melewati parit kecil yang kotor dulunya sungai yang bersih membelah > kampungn semua telah hilang tak berbekas, daun jeruju yang berduri dan selalu > kami akan merasakan perih goresan di punggung saat berenang di Sungai dan > kawan sebayaku bercanda dengan mendorong ke daun keruju yang menjorok dan > menyentuh bibir air sungai atau tiba-tiba kawan kami menjerit kesakitan > karena kakinya "dipantak" ikan lapu sarok yang berbisa dan bisa membuat > demam, maka kami segera mengambil buah jeruju dan menumbuknya untuk mendapat > getahnya lalu kami balurkan pada kaki kawan kami yang "dipantak" lapu sarok > ini > > Terbayang juga sama saya disungai itu saat air pasang dan arus kuat saling > berkejaran buah ketaping dan buah galapuang hanyut ke muara dungai, terkadang > kami mendapatkan beberapa buah kelapa tua yang hanyut lalu kami pintas dan > dibawa pulang buat emak dirumah memasak gulai ikan atau untuk membuat si > palai bada dari anakianak ikan hasil tangkapan pukat > > Didaratan sepanjang bibir pantai juga begitu, tidak ada lagi batang dadok > yang daunnya saya gunakan buat membungkus ikan tandeman hasil upah menarik > cikang pukat yang dikasih nelayan, Pohon Kedondong yang tidak berbuah > (kedondong jantan) tumbuh rapat diperkampungan nelayan tidak ada lagi saya > temui telah berganti dengan perumahan yang rapat, daun kedondong yang > digunakan oleh "penggalas" ikan untuk menutup ikan dalam wadah yang dijunjung > diatas kepala agar ikan tetap segar dan terlindung dari sinar terik matahari > saat di jojokan masuk keluar kampung. > > "Parak Karambia" yang lebat dan berjejer di perkampungan nelayan telah > berubah menjadi gedung2 kampus UNP, Kedai, Ruko dan perumahan, tidak ada lagi > berserakan di tanah kelapa-kelapa yang jatuh berlobang isinya dimakan tupain > kelapa yang berlubang gerowong ini kami sebut "karambia tokeng", tempat yang > sangat efektif menyimpan umpan memancing seperti udang saia dan cumi dan > hasil ikan pancingan kami di muara sungai > > Ahh.semua telah berubah..tidak ada lagi yang tersisa jikapun ada itu hanya > deburan ombak pagi yang menghempas garis pantai dengan suaranya yang khas > mengecipak, tidak ada lagi nelayan yang menari berlenggang lenggok dipagi > hari menjelang matahari tinggi menarik tali pukat, tidak ada lagi hiruk pikuk > dan carut marut nelayan ketika kandua ikan mendarat di pasir bibir pantai > yang landai > > Sejak tahun 1971 kami tinggal di perkampungan air tawar ini didepan rumah > kami yang berjarak sekitar 200 meter terhampar pantai yang penuh kenangan > dimasa kecil dan remaja itu, setiap pergantian tahun dimulai tentu ada yang > berubah tapi masih tetap dalam sebuah mata rantai ekosistim hutan nipah dan > mangrove pesisi pantai di awal tahun 70 an sampai paling tidak diakhir tahun > 80 an tapi setelah itu tahun berganti tahun semua telah hilang. > > Rantai ekosistim dan sikus ekologi tempat saya bermain bebas dan lepas dengan > teman sebaya itu telah punah dan hancur berganti dengan tiang-tiang nbeton > perumahan, entah berapa banyak ekosistim pantai peraiaran dan hutan mangrove > dispenjang garis pantai Pulau Sumatera ini hancur dan punah akibat tekanan > dan serakahnya umat manusia dengan berbagai kepentingan, tekanan dari > kekuasaan ketika uang berbicara untuk kepentingan bisnis tanpa mempedulikan > keseimbangan ekosistim lagi, tanpa mencoba lagi menyambung mata rantai > > Selamat Tahun Baru 2010 saya ucapkan terutama bagi anda yang memang secara > khusus merayakannya setiap pergantian tahun Masehi ini dalam hidupnya.;Jika > sekarang memang terasa "gaya" berkata resolusi dan "beresolusi" lah di tahun > 2010 ini untuk membuat lingkungan hidup lebih baik dan memperbaiki yang telah > kita rusak dan tidak menambah lagi kerusakan pada lingkungan dan alam sekitar > kita > > > Padang, 1 Januari 2010 > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
