Da Jepe Di pesisir Sulawesi Selatan, terdapat sebuah desa yang pernah kaya raya karena tambak. Kenapa saya bilang pernah kaya ?. Berdasarkan cerita masyarakat disana, pada tahun 1970an, seorang penduduk desa mencoba membangun tambak disana dan dia berhasil dan segeralah dia naik haji. Melihat keberhasilannya, serta merta dirambahlah kawasan hutan manggrove yang menjadi sabuk desa itu dan seketika terhamparlah ratusan hektar tambak terbuka disana. Sebentar kemudian, mereka menjadi kaya dan naik haji rame-rame. Tapi tidak lama masa kejayaan itu berlangsung, setahun yang lalu ketika mereka bercerita, desa itu telah berubah menjadi miskin, kenapa ?. Ternyata ombak tidak ada lagi yang menahan, terjadi abrasi besar-besaran yang mengakibatkan desa itu kehilangan wilayah hampir 1 km dari bibir pantai. Bertambahlah keyakinan saya ketika diceritakan oleh seorang kepala Dusun di Gasan bertahun yang lalu, bahwa ketika manggrove di pelihara, maka daratan cendrung bertambah, karena akar manggrove menahan tanah. Begitu juga sebaliknya.
Saya pernah membaca ada sebuah tambak di Malaya yang disinergikan dengan hutan manggrove. Mereka membangun tambak tampa menghabisi hutan manggrove. Tambak ini kemudian disinergikan dengan ecowisata kelautan. Orang bisa jalan di jembatan-jembatan kecil yang dibangun diantara rumpun mangrove sambil memancing ikan dan sebagainya. Sejarah membuktikan, meskipun kelihatannya manusia bisa merekayasa alam untuk kepentingannya, tapi ilmu manusia tidak pernah sampai untuk mengetahui seluruh rahasia alam yang menjamin keseimbangannya, ketika kenop itu tersentuh, maka lambat atau cepat, alam akan memberikan peringatan teramat keras. Kadang kita terlalu bebal untuk membaca tanda-tanda alam, seperti gagalnya perundingan Kopenhagen kemarin. Salam Andiko Sutan Mancayo -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
