Terima kasih untuk verifikasinya Rita. Jadi dari pembicaraan Kelautan di
Lapau ini adalah baiknya kita  untuk menyokong dan maaunja-unja kemajuan
Peogram Kelauatan yang sudah ada di UBH [mungkin juga di UNAND?] itu. 
Kalau ada gangguan setempat menyebabkan kurang majunya barangkali dapat
kita anjurkan supaya hubungan UBH dengan Institute Kelautan di Malaysia
itu diperketat. Pengiriman mahasiswa kita dan pertukaran instructors
mugkin dapat dipergesit.

Salah satu Jurusan Kelautan yang baarngkali sekarang sudah bekembang
adalah di Universitas Hasanuddin, Makassar. Barangkali baik juba Padang
melihat-lihat perkembanan Makassar ini.


Sementara itu, mengenai Melayu di Lautan, kalau ingin mendapat bahan
yang fresh mengenai Malay Community in Sri Langka, silakan lihat:

The Background: The Arrivals of Malays in Sri Lanka

The Malays of today's Sri Lanka are said to be the `descendants
of the 17th century Malay Kings, Princes and Nobles exiled from Java by
the Dutch and of the Malay soldiers brought in by the British in the
18th century from the region including Malay Peninsula4), then known as
Suvarnabhumi'5). However, the origin of the Malay community of Sri
Lanka goes far beyond the 17th century A.D. It is impossible to say the
exact date of the original arrival of the Malays to Sri Lanka. But
references in Chulawamsa about an invasion by a Malay King named
Chandrabhanu make it presumable that the Malays had contacts with Sri
Lanka earlier than the Dutch period. According to Edward Reimers, there
are also references to the Malays in other historical works of the
Sinhalese of the 13th and 14th centuries A.D. that King Parakramabahu,
the Great's Admiral and captains were Malays and King
Rajasinghaâ… is said to have had Malays in his service. This may
suggest that there were Malays before they were brought or arrived
during the Dutch and the British colonial rules in Sri Lanka. Therefore,
the arrivals of the Malays can be categorised into three periods. What
are they?

Lebih jauh telitilah sumber ini di:
http://www.sailanmuslim.com/news/?p=2232

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjrif


--- In [email protected], Rita Desfitri Lukman
<rita.desfi...@...> wrote:
>
> Betul mak ngah,
>
> UBH memang punya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Selama ini
> kerja sama banyak dilakukan dengan Jerman dan Malaysia. Saya rasa
> semua pihak bisa bekerja sama untuk melasanakan ide mulia pak Saaf,
> pak Mukhtar
> Naim, sanak Andiko dan sanak lainnya terkait kelautan ini. Rektor UBH
> sekarang juga dari fakultas ini.
>
> Wassalam,
> Rita Desfitri



-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke