Benar sekali, Sanak Zulkarnain, bidang pariwisatalah yang perlu kita 'push', dan kata putus mengenai hal ini berada di tangan para sanak kita di Ranah, bukan pada kita yang di Rantau ini. Namun -- seperti dapat Sanak perhatikan dalam rangkaian wacana yang pernah berkembang di Rantau Net ini mengenai pariwisata -- kita tidak tahu harus berbicara dengan siapa jika membahasnya dengan tokoh-tokoh Ranah. Semua terkesan bagaikan 'batulak batundo' saja. Alasan banyak sekali. Mulanya karena belum ada undang-undang. Setelah ada Undang-undang tentang kepariwisataan, fihak yang satu mengharapkan 'tendangan pertama' oleh pihak lain. Yang diharapkan itu menganggap hal itu bukan bidangnya. Dengan demikian maka kelihatannya yang belum ada adalah 'visi', sikap 'pro aktif', 'kreativitas', dan -- ini yang gawat -- 'political will'. Sudah barang tentu semuanya ini bisa berubah, dan untuk itu kita perlu menunggu tampilnya 'the right men' . Sementara itu kesempatan tetap berlalu. Apa boleh buat.
Wassalam, Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) --- On Thu, 1/7/10, Zulkarnain Kahar <[email protected]> wrote: From: Zulkarnain Kahar <[email protected]> Subject: Re: [...@ntau-net] 173.080 Angkatan Kerja di Sumbar Menganggur --> APA GRAND DESIGN KITA UNTUK MENANGGULANGINYA ? To: [email protected] Date: Thursday, January 7, 2010, 2:35 AM Saya sepakat dengan Saaf "diperlukan suatu 'big push' yang kemudian diikuti oleh gerakan melembaga untuk memelihara momentumnya." Tentu dengan terlebih dahulu setelah kita mampu memetakan apa yang kita punya dan sejauh mana kita akan membuka diri kita dan apa pula yang jadi harga mati. Ini bisa dicapai dengan mengumpulkan para cerdik pandai "yang berdomisili di ranah". karena approval datangnya dari sini. Bukan dari para perantau. sebuah contoh radikal - malaysia membangun genting highland - Melayu tak boleh masuk Membangun komitmen bersama se-ranah minang dan menyadari bahwa daerah kita punya potensi pendulang rupiah dari anugrah Tuhan dengan keindahan alamnya. Bidang pariwisatalah yang harus dipush terlebih dahulu. Karena ini adalah ujung tombak untuk segala macam kegiatan turunannya (seperti home industri, pendidikan, tranpostasi dsb) Tak heran bila negara2 maju saja terus menerus menata "bidang pariwisatanya". karena ini lah satu satunya ujung tombak menarik orang datang dan investasipun muncul. Dubai yang makmur membelanjakan uang banyak merobah gurun menjadi pusat wisata. Kita yang diberi cuma cuma oleh Tuhan malah tak memperdulikannya bahkan merusaknya. Salam Zulkarnain Kahar
-- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
