Assalamu'alaikum,
kalau boleh menambahkan, setelah soal karakter ini, kemudian yang perlu adalah 
soal kecakapan dalam bekerja sama/berorganisasi. ini yang ditunjukkan 
kekuatan-kekuatan yang menguasai dunia kini.

demikian saja, penambah-nambah
wassalam
erwin z, 37, jkt

On 07/01/10 14:35, Dr.Saafroedin BAHAR wrote:
> Sanak Kurnia, pak Darul, dan para sanak sekalian,
> Sungguh, saya senang sekali membaca posting Anda berdua tentang masalah
> pengangguran di Ranah, bahwa akar masalahnya bukanlah pada kurangnya
> lapangan kerja itu sendiri, tetapi pada karakter manusinya. Seorang penulis
> Amerika tentang kepemimpinan para jenderal meringkas masalah ini dengan
> frasa padat bahwa: character is everything. Dengan kata lain, bukan
> tingginya pendidikan, bukan banyaknya koneksi, bukan banyaknya peluang yang
> akan menentukan seseorang itu mempunyai pekerjaan atau tidak, tetapi pada
> baik tidaknya karakter yang bersangkutan. Dalam hubungan ini saya baru saja
> membaca buku-buku Dahlan Iskan, Dirut PT PLN yang baru, dan saya sungguh
> terkesima. Dari anak sebuah keluarga miskin di Jawa Timur, yang baru
> mengenal sepatu pada saat menjadi murid kelas dua SMA, beliau mampu
> mengatasi kemiskinan tersebut, dan tumbuh menjadi seorang CEO dari k.l. 100
> buah perusahaan, pandai bahasa Arab, Inggeris, dan ... Mandarin ! Beliau
> tekun, rendah hati, jujur, mau belajar, sangat islami [walau jarang sekali
> mengutip ayat Quran atau hadits Nabi], teliti, dan herannya tidak mata
> duitan [sampai sekarangpun beliau memimpin sebuah perusahaan daerah dengan
> syarat: tak mau digaji !]Sudah barang tentu saya bertanya dalam hati, kok
> di Sumatera Barat yang -- dahulu - terkenal dengan jiwa wiraswastanya itu
> demikian banyak pengangguran ? {Termasuk beberapa orang adik kandung saya
> sendiri dan putera-puteranya !]. Kesimpulan saya secara pribadi sama dengan
> kesimpulan Sanak Kurnia, bahwa mereka banyak yang malas,mau enaknya saja,
> tinggal minta bantuan kepada sanak saudaranya di Rantau.Masalahnya lebih
> lanjut: siapakah yang membentuk karakter seseorang ? Banyak bacaan
> mengatakan bahwa tokoh paling penting dalam pembentukan watak seseorang
> adalah ibu, khususnya pada saat kita berusia 0-5 tahun. Dengan kata lain,
> lingkungan yang paling menentukan dalam pembentukan karakter seseorang
> adalah keluarga, yang menurut undang-undang terdiri dari ibu, ayah, dan
> anak-anaknya. Sewaktu saya masih aktif di Komnas HAM, bersama dengan Ibu
> Prof Dr Ruswiati Suryasaputra, MS -- ketua Subkomisi Kelompok Khusus dan
> Komisioner Hak Perempuan -- dan Bundo Nyzmah Rumzy kami pernah
> berbincang-bincang tentang perlunya ada persiapan muda -mudi tentang
> pembentukan keluarga. Sayang karena berbagai kesibukan pembicaraan ini
> belum sempat kami tindak lanjuti. Saya usulkan agar topik pembentukan
> karakter ini dapat kita tindak lanjuti sungguh-sungguh, khususnya oleh
> karena ada masalah karakter pada para sanak kita yang demikian banyak 
> menganggur. Jika tidak ditangani secara mendasar, berapa banyaknya pun
> bantuan kita berikan, mereka akan tetap menganggur juga !.
>
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)
>
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke