KARENA PUISI Kusalurkan rasa senang Kusalurkan rasa sakit Kusalurkan rasa gelisah Kusalurkan rasa rindu Kesalurkan segala rasa Kedalam tulisan Entahlah Termasuk jenis apa tulisanku Bukan itu yang terpenting bagiku Lebih dari itu Aku telah menyalurkan rasa Yang memberi kepuasan pada jiwa Pelipur lara katanya Tak disangka-sangka Gara-hara Tulisanku “Terima kasih Prof Moedomo” Minggu yang lalu Aku disapa seseorang “Salam kenal, mbak Iffah.. Saya Susi, dulu bekerja di proyek HEDS Lampung, dan kebetulan, LTTA-nya Prof. Moedomo... Hubungan kami berlanjut, karena th 1999, saya menikah dengan anak angkat beliau, dan alhamdulillah beliau hadir mewakili keluarga besar suami saya. Saya terharu membaca tulisan mbak tentang beliau, benar, semua kesan pertama tentang beliau adalah killer, padahal, kalau kita telah mengenal beliau lebih dalam, kesan itu tak pernah ada, beliau adalah ayah yang paling baik, paling lembut, paling sabar.. karena beliau pendiam, jadi kita segan... itu saja Semoga, ilmu beliau yang bermanfaat, yang telah mbak Iffah tularkan pada anak didik mbak, akan menjadikan lapang kubur beliau, ya mbak...” Aku terkesima membacanya Terbayang wajah bapak Moedomo Hitam, tinggi, dan besar Dengan wajah jarang senyum kalau di kelas Dengan jidat sering berkerut Serta helaan nafas yang berat Jika menyaksikan kertas kerja kami Terbayang pula Setelah aku bukan mahasiswanya lagi Ternyata beliau baik sekali Ketika aku pulang bareng dari UNILA ke Jakarta Beliau mengantarku ke terminal Blok M Biar aku bisa pulang ke Kali Deres Ke rumah kakakku Lanjut mbak susi di email berikutnya Kenapa dia bisa menemukan tulisanku “aku iseng nge-browse di internet masukin nama Bapak, dan salah satunya ada blog-nya mbak.. membacanya jadi sedih, inget Bapak... tapi juga senang, karena ada orang yang masih mengenang bapak, selain keluarga beliau. Aku mau print dan kasih liat Ibu dan anak2 beliau yang lain tentang tulisan mbak. Kebetulan, kemarin Susi baru pulang liburan ke Lampung, d an kebetulan lagi, mama Eike Moedomo, ikutan.. nih, aku kirimin satu foto ya, mbak.. buat kenang-kenangan dan tanda perkenalan kita.. Salam manis, mbak, Susi” Alhamdulillah Terimakasih Ya Allah Untuk semua Rahmat dan HidayahMu Bengkulu, 8 Januari 2009 Hanifah Damanhuri Mbak Hanifah yang baik, Wah, Susi sudah tidak ketemu sama para dosen di lampung lagi, karena sejak 1996 Susi pindah kerja di USAID Jakarta, dan sekarang masih bekerja di ILO Jakarta. Tapi, insya Allah, salam akan di sampaikan ke yang bersangkutan, lewat teman yang masih mengajar di MIPA UNILA. Kenapa ketemu blog mbak, heemm.. aku iseng nge-browse di internet masukin nama Bapak, dan salah satunya ada blog-nya mbak.. membacanya jadi sedih, inget Bapak... tapi juga senang, karena ada orang yang masih mengenang bapak, selain keluarga beliau. Aku mau print dan kasih liat Ibu dan anak2 beliau yang lain tentang tulisan mbak. Kebetulan, kemarin Susi baru pulang liburan ke Lampung, dan kebetulan lagi, mama Eike Moedomo, ikutan.. nih, aku kirimin satu foto ya, mbak.. buat kenang-kenangan dan tanda perkenalan kita.. Salam manis, mbak, Susi (PS: Di foto itu, Susi yang berjilbab dengan baju cream, Ibu Moedomo yang berbaju biru) >>> hanifah daman <[email protected]> 04/01/2010 22:21 >>> Assalammualaikum Wr Wb mbak Susi Senang dan bahagia rasanya ada yang membaca tulisan hanifah, trus ada yang meresponnya. Apalagi direspon oleh menantu Prof Moedomo.. bangga rasanya. Hanifah beberapa kali ikut penataran di MIPA UNILA. Suatu kali, hanifah bareng pulang dengan bapak Moedomo dari Lampung ke JKT. Hanifah tidak dibiarkan pulang sendirian dari Halim. Beliau mengantar hanifah sampai ke terminal blok M (kami satu taxi, beliau yang bayar). Tanyalah sama Rudi dan mbak Netty ... mereka tau bapak Moedomo pulang bareng Hanifah. Rasanya Hanifah bangga sekali, nggak nyangka kalau bapak Moedomo baik sekali. Yang ada di benak hanifah .. bapak Moedomo Killer ... ( tapi kalau di kelas beliau memang Killer karena beliau pintar sekali). Salam ke mbak Neety di matematika UNILA ya. Kok bisa ketemu blog hanifah ya mbak ?? Wass Hanifah . --- On Mon, 1/4/10, Anonim <[email protected]> wrote: From: Anonim <[email protected]> Subject: [PUISI_KARYA_IFFAH] Komentar baru di TERIMA KASIH PROF MOEDOMO. To: [email protected] Date: Monday, January 4, 2010, 8:02 AM Anonim telah membuat komentar baru pada posting Anda "TERIMA KASIH PROF MOEDOMO" Salam kenal, mbak Iffah.. Saya Susi, dulu bekerja di proyek HEDS Lampung, dan kebetulan, LTTA-nya Prof. Moedomo... Hubungan kami berlanjut, karena th 1999, saya menikah dengan anak angkat beliau, dan alhamdulillah beliau hadir mewakili keluarga besar suami saya. Saya terharu membaca tulisan mbak tentang beliau, benar, semua kesan pertama tentang beliau adalah killer, padahal, kalau kita telah mengenal beliau lebih dalam, kesan itu tak pernah ada, beliau adalah ayah yang paling baik, paling lembut, paling sabar.. karena beliau pendiam, jadi kita segan... itu saja Semoga, ilmu beliau yang bermanfaat, yang telah mbak Iffah tularkan pada anak didik mbak, akan menjadikan lapang kubur beliau, ya mbak...
-- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
