Ass.ww.

Pada hari Jum'at (tgl 7 Januari 2010)   malam ini disiarkan di TVRI Nasional 
Jakarta sebuah acara tentang sandiwara Minangkabau yang penyajiannya menyerupai 
RANDAI. 
Sehabis Sholat Magrib (jam 7.00 WITA), setelah sore  sebelumnya sedikit strees 
karena Gempa kecil di Palu (5,2 Skla richter),   secara tidak sengaja saya 
stel  Chanel TVRI di TV, yang sedang memutar acara tentang drama Minangkabau. 
Dengan mata tidak berkedip saya saksikan di TV  si Gumilang Sati sedang 
berpamitan kepada istrinya dan "Mandeh"nya disaksikan dua orang anaknya 
(kira-kira berumur 8 dan 10 tahun) untuk pergi merantau "Mengadu Nasib" di 
Rantau (Tanah Jawo), setelah "meraung-raung" minta pamit kepada si "Bundo", 
lalu si Gumilang pergi merantau dengan bekal "Seikat kain sarung" dan Ransel di 
punggung
Setibanya di Rantau (Jakarta), si Gumilang dirampok oleh 3 orang Preman Centeng 
yang ternyata "urang Minang juo", kemudian dilerai dan dinasehati oleh "urang 
Minang juga" yang berpesan " Sesama Urang Minang Jangan Babuek Jaek". 
Demikianlah selanjutnya di rantau beliau bekerja sebagai Pedagang Kaki Lima 
yang sering berhadapan dengan operasi penertiban oleh HANSIP (Polisi Pamong 
Praja), seterusnya diceritakan hingga si Gumilang sampai sukses di Rantau punyo 
HP gagah (mungkin Blackberry atau apolah indak joleh dek ambo do) tiok sabanta 
liau manalepon kesana kemari untuk urusan bisnisnya. Singkat cerita juga 
disinggung Gempa di kampung halaman.............
Acara ini agak mirip dengan RANDAI dimana selain Drama, juga diselingi  oleh  
dendang dan saluang yang suaranya ba"ibo-ibo" menyentuh kalbu.  Selain itu ada 
Tari Piriang yang diiringi oleh Talempong, Sarunai dan ditingkahi oleh katepak 
ketipung  bunyi Gandang serta nyanyian solo.

Menarik....paling tidak "Terobati raso Rindu rindu jo kampuang", selain itu ada 
pesan-pesan menarik yang dikomentari oleh perantau-perantau Minang di Jakarta 
dan Banten diantara oleh Bapak Y. Dt parpatih dan Ketua IKMPropinsi Banten. 
Komentar beliau seperti dibawah ini :

1. Urang Minangkabau yang dirantau  seringkali  tidak kompak sesamanya atau 
bahkan dalam bertukar pendapat  cenderung mau menang sendiri.  Dalam kehidupan 
sekarang ini  sudah saatnya kita memperkokoh Persatuan dan kekompakan sesama 
Orang Minang baik sesama urang rantau atau dengan kampung halaman

2. Dihimbau kepada urang rantau yang kaya dan bermodal untuk menanamkan 
modalnya di kampuang halaman, membuka lapangan kerja bagi urang kampuang, 
karena Pilihan merantau untuk sekarang ini bukanlah suatu pilihan yang terbaik 
untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, karena dari kenyataan walaupun "banyak 
yang sukses" tapi tidak sedikit yang kurang beruntung di perantauan apalagi 
kalau merantau tidak memiliki keahlian yang dapat diandalkan (menurut Ketua 
Umum IKM Banten, Ibu ? lupa saya namanya).

Dek Ambo surang  acara yang disiarkan TVRi tersebut adalah sangat luar biasa, 
"very perfect", ponten 9 untuk jerih payah seluruh pendukung baik penari, 
pemain sandiwaranyo  (ambo indak tahu siakolah  namo-namo pemainnyo, mungkin 
ado di Palanta rantau Net iko) serta pemusiknya berikut "Anak Randai"   dengan 
gagahnya memainkan gerakan silat dan dentuman pukulan tangan ke  "sarawa 
Galembong Tapak Itiak"nyo. Luar Bisa.

Mohon maaf barang kali ambo salah dalam mendeskripsikan caritonyo, mungkin adao 
nan talupo atau talabiah. 

wassalam,
Ramadanil Pitopang
Palu- Sulawesi Tengah
   
 

--- Pada Jum, 8/1/10, hanifah daman <[email protected]> menulis:

Dari: hanifah daman <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] KARENA PUISI
Kepada: [email protected]
Cc: "Kurniasih Susilawati" <[email protected]>
Tanggal: Jumat, 8 Januari, 2010, 6:04 PM





KARENA
PUISI 

   

Kusalurkan
rasa senang 

Kusalurkan
rasa sakit 

Kusalurkan
rasa gelisah 

Kusalurkan
rasa rindu 

Kesalurkan
segala rasa 

Kedalam
tulisan 

   

Entahlah 

Termasuk
jenis apa tulisanku 

Bukan
itu yang terpenting bagiku 

Lebih
dari itu 

Aku
telah menyalurkan rasa 

Yang
memberi kepuasan pada jiwa 

Pelipur
lara katanya 

   

Tak
disangka-sangka 

Gara-hara
Tulisanku 

“Terima
kasih Prof Moedomo” 

Minggu
yang lalu 

Aku
disapa seseorang  

“Salam
kenal, mbak Iffah..

Saya Susi, dulu
bekerja di proyek HEDS Lampung,  

dan
kebetulan, LTTA-nya Prof. Moedomo...

Hubungan kami berlanjut, karena th 1999,  

saya
menikah dengan anak angkat beliau, dan  

alhamdulillah
beliau hadir  

mewakili
keluarga besar suami saya.

Saya terharu membaca tulisan mbak tentang beliau,  

benar,
semua kesan pertama tentang beliau adalah killer,  

padahal,
kalau kita telah mengenal beliau lebih dalam,   

kesan
itu tak pernah ada,  

beliau
adalah ayah yang paling baik,  

paling
lembut, paling sabar..   

karena
beliau pendiam, jadi kita segan... itu saja

Semoga, ilmu beliau yang bermanfaat,  

yang
telah mbak Iffah tularkan pada anak

didik mbak, akan menjadikan lapang kubur beliau, ya mbak...” 

Aku
terkesima membacanya 

Terbayang
wajah bapak Moedomo 

Hitam,
tinggi, dan  besar 

Dengan
wajah jarang senyum kalau di kelas 

Dengan
jidat sering berkerut 

Serta
helaan nafas yang berat 

Jika
menyaksikan kertas kerja kami 

   

Terbayang
pula 

Setelah
aku bukan mahasiswanya lagi 

Ternyata
beliau baik sekali 

Ketika
aku pulang bareng dari UNILA ke Jakarta 

Beliau
mengantarku ke terminal Blok M 

Biar
aku bisa pulang ke Kali Deres 

Ke
rumah kakakku 

   

Lanjut
mbak susi di email berikutnya 

Kenapa
dia bisa menemukan tulisanku 

“aku
iseng nge-browse di internet  

masukin
nama Bapak,  

dan
salah satunya ada blog-nya mbak..  

membacanya
jadi sedih,  

inget
Bapak... tapi juga senang,  

karena
ada orang yang masih mengenang bapak,  

selain
keluarga beliau.  

Aku
mau print dan kasih liat Ibu dan  

anak2
beliau yang lain tentang tulisan mbak. 



Kebetulan, kemarin  

Susi
baru pulang liburan ke Lampung, d 

an
kebetulan lagi, mama Eike Moedomo, ikutan..  

nih,
aku kirimin satu foto ya, mbak..  

buat
kenang-kenangan dan tanda perkenalan kita..



Salam manis, mbak,

Susi” 

   

Alhamdulillah 

Terimakasih
Ya Allah 

Untuk
semua Rahmat dan HidayahMu 

   

   

Bengkulu,
8 Januari 2009 

   

   

Hanifah
Damanhuri



 

   

   

   

   





   

Mbak Hanifah yang baik,



Wah, Susi sudah tidak ketemu sama para dosen di lampung lagi, karena sejak 1996

Susi pindah kerja di USAID Jakarta, dan sekarang masih bekerja di ILO Jakarta.

Tapi, insya Allah, salam akan di sampaikan ke yang bersangkutan, lewat teman

yang masih mengajar di MIPA UNILA.



Kenapa ketemu blog mbak, heemm.. aku iseng nge-browse di internet masukin nama

Bapak, dan salah satunya ada blog-nya mbak.. membacanya jadi sedih, inget

Bapak... tapi juga senang, karena ada orang yang masih mengenang bapak, selain

keluarga beliau. Aku mau print dan kasih liat Ibu dan anak2 beliau yang lain

tentang tulisan mbak.



Kebetulan, kemarin Susi baru pulang liburan ke Lampung, dan kebetulan lagi,

mama Eike Moedomo, ikutan.. nih, aku kirimin satu foto ya, mbak.. buat

kenang-kenangan dan tanda perkenalan kita..



Salam manis, mbak,

Susi



(PS: Di foto itu, Susi yang berjilbab dengan baju cream, Ibu Moedomo yang

berbaju biru)



>>> hanifah daman <[email protected]> 04/01/2010 22:21
>>>

Assalammualaikum Wr Wb mbak Susi



Senang dan bahagia rasanya ada yang membaca tulisan hanifah, trus ada yang

meresponnya. Apalagi direspon oleh menantu Prof Moedomo.. bangga rasanya.

Hanifah beberapa kali ikut penataran di MIPA UNILA. Suatu kali, hanifah bareng

pulang dengan bapak Moedomo dari Lampung ke JKT. Hanifah tidak dibiarkan pulang

sendirian dari Halim. Beliau mengantar hanifah sampai ke terminal blok M (kami

satu taxi, beliau yang bayar). Tanyalah sama Rudi dan mbak Netty ... mereka tau

bapak Moedomo pulang bareng Hanifah. Rasanya Hanifah bangga sekali, nggak

nyangka kalau bapak Moedomo baik sekali. Yang ada di benak hanifah .. bapak

Moedomo Killer ... ( tapi kalau di kelas beliau memang Killer karena beliau

pintar sekali). Salam ke mbak Neety di matematika UNILA ya. Kok bisa ketemu
blog

hanifah ya mbak ??



Wass



Hanifah



.. 



--- On Mon, 1/4/10, Anonim <[email protected]> wrote:



From: Anonim <[email protected]>

Subject: [PUISI_KARYA_IFFAH] Komentar baru di TERIMA KASIH PROF
MOEDOMO.

To: [email protected] 

Date: Monday, January 4, 2010, 8:02 AM



Anonim   telah membuat komentar baru pada posting Anda
"TERIMA KASIH PROF

MOEDOMO"







Salam kenal, mbak Iffah..

Saya Susi, dulu
bekerja di proyek HEDS Lampung, dan kebetulan, LTTA-nya Prof.

Moedomo...

Hubungan kami berlanjut, karena th 1999, saya menikah dengan anak angkat

beliau, dan alhamdulillah beliau hadir mewakili keluarga besar suami saya.

Saya terharu membaca tulisan mbak tentang beliau, benar, semua kesan pertama

tentang beliau adalah killer, padahal, kalau kita telah mengenal beliau lebih

dalam,  kesan itu tak pernah ada, beliau adalah ayah yang paling baik,
paling

lembut, paling sabar..  karena beliau pendiam, jadi kita segan... itu saja



Semoga, ilmu beliau yang bermanfaat, yang telah mbak Iffah tularkan pada anak

didik mbak, akan menjadikan lapang kubur beliau, ya mbak... 






      -- 
..
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke