Hebat, Kiman. Jika diibaratkan kutu loncat, saya tidak pernah mau 'menyesuaikan 
diri' dengan kotak korek api yang mengungkung saya. Ibaratnya, justru kotak 
korek api itu yang saya bawa meloncat ke atas. Tentu saja ada 'kutu-kutu 
loncat' lain yang kurang senang. So be it (=emangnye gue pikirin? duileee)


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


--- On Mon, 1/11/10, kiman prakoso <[email protected]> wrote:


From: kiman prakoso <[email protected]>
Subject: Menembus Keterbatasan
To: "Adi yusnadi" <[email protected]>, "Andri Sukamto" 
<[email protected]>, "aneke prisila" <[email protected]>, "arie 
kreefft" <[email protected]>, "bondan" <[email protected]>, "bu ade" 
<[email protected]>, "Budhy Latif Wasly" <[email protected]>, "Darmadji 
Salamu" <[email protected]>, "deki hidayat" <[email protected]>, 
"Dina" <[email protected]>, "dina yudanti" <[email protected]>, "Djeng 
Rusti" <[email protected]>, "dr supriyantoro" <[email protected]>, "dr 
Tiara apriani" <[email protected]>, "Dr. A.I. Chandra SH.M.H." 
<[email protected]>, "Dra Ni Masjitoh Tri Siswandewi" <[email protected]>, 
"Drs.Fahmi Oemar" <[email protected]>, "Dyah Yudanti" 
<[email protected]>, "ella sadiah" <[email protected]>, "elly misqaula" 
<[email protected]>, "Elvis Wibowo" <[email protected]>, "H.Bermawi 
Bermawi" <[email protected]>, "Heddy Soraya" <[email protected]>, "heri 
adrianto"
 <[email protected]>, "Hilmy Rosyida" <[email protected]>, "Ikhsan 
Setiawan" <[email protected]>, "jajang suheri" <[email protected]>, 
"Jelita prikitiw" <[email protected]>, "Josevito herfianto" 
<[email protected]>, "kiman" <[email protected]>, "kiman prakoso" 
<[email protected]>, "Lenny" <[email protected]>, "luh rina apriani 
S.H. M.H" <[email protected]>, "martini wd" <[email protected]>, 
"Muhammad Rizqy" <[email protected]>, "Muhammad Taufikurahman" 
<[email protected]>, "Ni Luh Ketut Ari Chandrawati" 
<[email protected]>, "Novi" <[email protected]>, "Petra Retnani 
Dewi Harsini" <[email protected]>, "prisilia putri" 
<[email protected]>, "pungki indra gunawan" <[email protected]>, 
"Rahman Prakoso" <[email protected]>, "Rinaldo Arifin Gunawan" 
<[email protected]>, "Rini Rusli" <[email protected]>, "rizki sakti 
prakoso" <[email protected]>,
 "Saafroedin Bahar" <[email protected]>, "Siti Arianti" <[email protected]>, 
"Siti Hamidah" <[email protected]>, "soedjono broto" <[email protected]>, 
"Sumi Dibyo" <[email protected]>, "Sylviana Kurniawan" 
<[email protected]>, "Tanya Widjaya" <[email protected]>, "Theresia 
Susan" <[email protected]>, "viola regina" <[email protected]>, "Violeta" 
<[email protected]>, "wiwie" <[email protected]>, "Yenny Eka 
Saputri" <[email protected]>, "Yudistira Lesmana" 
<[email protected]>, "yuli" <[email protected]>, "Yuli 
Shafitri" <[email protected]>, "yulia rahpita girsang" 
<[email protected]>
Date: Monday, January 11, 2010, 3:36 PM












Indonesia Aviation & Tourism Institute ( I A T I )
Pusat Pendidikan  Travel & Tourism, Cargo , Airlines...

Knowledge.Experience.Networking.Skills.Results
Bergabunglah Bersama Kami,  Untuk Karier Anda yang lebih ......
Dibidang  Travel & Tourism, Cargo, Airlines
Karena Kami Telah Berpengalaman Lebih Dari 15 Tahun....
Jl.Blora No.34-35 - Menteng
Jakarta Pusat 10310
[email protected]”become an Expert

Menembus Keterbatasan 


Kutu loncat adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.
Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api 
kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu 
sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! Kemampuannya 
melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.

Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba 
melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan 
terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini." 
Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak 
membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan ? Kemampuan 
saya memang cuma segini. Inilah saya!"

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa 
bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun 
hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. 
Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda 
memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang 
selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan 
karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, 
bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa 
mengkerdilkan anda.

Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara 
begini, "Ngapain sih kamu kerja keras lagi seperti itu, kamu nggak bakalan 
dapat apa-apa, Kamu Nggak bakalan bebas." Ingat! Mereka adalah kotak korek api. 
Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.

Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat 
pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu 
menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang 
sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.

Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, Anda harus take action untuk 
menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di 
bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi.
Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan "gagu", dia 
mampu lulus dari HarvardUniversity. Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan 
sarjananya, namun mampu menjadi "raja" komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan 
sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia .

Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, 
tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus 
maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah 
satu perusahaan ternama.

Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah 
usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast 
food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya Anda 
masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, 
Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus 
kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga 
mampu menembus berbagai keterbatasan.

BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . ! 
REACH YOUR DREAM …….


regards
Keyman...
 
Cukuplah Ridha allah swt dan rasa ikhlas menaungi hidupku setiap saat | 
Hasbunallah Wa 
```````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
Nimal Wakil | Pengetahuan tidaklah cukup kita harus mengamalkannya . Niat 
tidaklah 
``````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
cukup kita harus Melakukannya




Berselancar lebih cepat. 
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman 
favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)


      
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke