kalo reni lain n nyeleneh da kirim 1 email untuk 4 mailist 3 terbaca(tampil) di mailist, 1 tidak terbaca( tidak tampil) di mailist di web. ( rantaunet) di web emial yahoo krn tidak pakai outlook dr pada pusiang2 mamikiann so cuek sajo lah...di baco syukur, indak di baco ndak ba'a do
renny,ancol www.renisy.blogspot.com ________________________________ From: Riri Mairizal Chaidir <[email protected]> To: [email protected] Cc: [email protected] Sent: Tue, January 12, 2010 5:26:08 PM Subject: Email Offline - RE: [...@ntau-net] Numpang Untuk add. Taufik Rasyid Uda Mulyadi dan Dunsanak Sadoyo. Manuruik pemahaman ambo, teknologi nan memungkinkan penggunaan email secara off-line (misalnya POP3) ko justru jauah labiah tuo dibandiangkan nan awak gunokan belakangan (misalnya WebMail). Cuma mungkin adakalanya kita kurang mengeksploitasi fasilitas yang digunakan. Dengan tekonologi “lama” itu, pada waktu computer menyambung ke internet, semua email yang ditujukan untuk kita “ditarik” dari servernya email provider, dan disimpan dalam komputer. Dengan cara ini, pengguna bisa membaca dan menulis email pada waktu off-line. Berbeda dengan webmail (contohnya Yahoo yang standar) yang menyimpan email di server mereka, sehingga kita tidak bisa menggunakan secara off-line Teknolgi POP3 yang “kuno” itu praktis memang, tapi justru menimbulkan masalah apabila user merasa “terpaksa” menerima email yang tidak diperlukan, misalnya ukuran terlalu besar atau “bajelo-jelo”. (Kalau Uda Mulyadi perhatikan, salah satu nan acok komplen dengan posting “raksasa” ko adalah Mak Sati, dan ambo caliek ternyata Mak Sati menggunakan account @telkom.net, yang memang POP3). Kalau yang webmail, kita hanya menggunakan bandwith kalau membuka email, jadi kalaupun ada posting raksasa, tapi kita tidak buka, ya tidak ada bandwith dan waktu download yang terpakai. Sekarang ada yang mirip POP3 tapi lebih baik, karena memberikan pilihan, apakah email akan “ditarik dari server”, misalnya menggunakan Microsoft Outlook, atau dibuka di Web. Contohnya @gmail.com – termasuk juga @rantaunet.org. Di sisi lain, Yahoo.com yang standar (gratis) sekarang murni POP3. Cuma kalau saya – karena sering harus membaca/ menulis pada waktu offline – “terpaksa” berlangganan Yahoo Premium, USD 19 per tahun.
-- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
