Ren, ambo kan pakai @rantaunet.org 

 

Kalau mereply, lai nampak, tapi kalau mambukak subyek baru ndak nampak di email 
do; tapi di web RN (yahoo dan googlegroups) lai muncul nyo.

 

Antah apo penyebabnyo ndak tau lo ambo do.

 

Riri

Bekasi, l 47

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Reni Sisri Yanti
Sent: Tuesday, January 12, 2010 5:38 PM
To: [email protected]
Subject: Re: Email Offline - RE: [...@ntau-net] Numpang Untuk add. Taufik Rasyid

 

kalo reni lain n nyeleneh da

kirim 1 email untuk 4 mailist

3 terbaca(tampil) di mailist, 1 tidak terbaca( tidak tampil) di mailist di web. 
( rantaunet) di web emial yahoo krn tidak pakai outlook

dr pada pusiang2 mamikiann so cuek sajo lah...di baco syukur, indak di baco 
ndak ba'a do

 

renny,ancol

www.renisy.blogspot.com

 


 

 

  _____  

From: Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Sent: Tue, January 12, 2010 5:26:08 PM
Subject: Email Offline - RE: [...@ntau-net] Numpang Untuk add. Taufik Rasyid

Uda Mulyadi dan Dunsanak Sadoyo.

 

Manuruik pemahaman ambo, teknologi nan memungkinkan penggunaan email secara 
off-line (misalnya POP3) ko justru jauah labiah tuo dibandiangkan nan awak 
gunokan belakangan (misalnya WebMail). Cuma mungkin adakalanya kita kurang 
mengeksploitasi fasilitas yang digunakan. 

 

Dengan tekonologi “lama” itu, pada waktu computer menyambung ke internet, semua 
email yang ditujukan untuk kita “ditarik” dari servernya email provider, dan 
disimpan dalam komputer. Dengan cara ini, pengguna bisa membaca dan menulis 
email pada waktu off-line.  Berbeda dengan webmail (contohnya Yahoo yang 
standar) yang menyimpan email di server mereka, sehingga kita tidak bisa 
menggunakan secara off-line

 

Teknolgi POP3 yang “kuno” itu praktis memang, tapi justru menimbulkan masalah 
apabila user merasa “terpaksa” menerima email yang tidak diperlukan, misalnya 
ukuran terlalu besar atau “bajelo-jelo”. (Kalau Uda Mulyadi perhatikan, salah 
satu nan acok komplen dengan posting “raksasa” ko adalah Mak Sati, dan ambo 
caliek ternyata Mak Sati menggunakan account @telkom.net, yang memang POP3). 

 

Kalau yang webmail, kita hanya menggunakan bandwith kalau membuka email, jadi 
kalaupun ada posting raksasa, tapi kita tidak buka, ya tidak ada bandwith dan 
waktu download yang terpakai.

 

Sekarang ada yang mirip POP3 tapi lebih baik, karena memberikan pilihan, apakah 
email akan “ditarik dari server”, misalnya menggunakan Microsoft Outlook, atau 
dibuka di Web. Contohnya @gmail.com – termasuk juga @rantaunet.org.

 

Di sisi lain, Yahoo.com <http://yahoo.com/>  yang standar (gratis) sekarang 
murni POP3. Cuma kalau saya – karena sering harus membaca/ menulis pada waktu 
offline – “terpaksa” berlangganan Yahoo Premium, USD 19 per tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke