Pak Saaf,

 

Tentang gelar “Haji” ini memang menarik. Tadi saya coba Tanya Mak Google 
tentang gelar ini. 

 

Saya ketemu beberapa tulisan menarik yang isinya antara lain bahwa Islam tidak 
egaliter, gelar Haji ini justru “diperkenalkan” oleh Belanda waktu menjajah di 
sini. Sebelumnya, Syech Siti Jenar dan wali2 lain tidak mencantumkan gelar Haji 
di depan namanya.

 

Yang lebih menarik lagi buat saya tulisan begini. Haji itu kan “hanya” satu 
dari 5 Rukun Islam. Kenapa untuk kita2 yang telah menjalankan 4 rukun lainnya 
tidak mencantumkan gelar itu di depan nama kita (misalnya S, S, P, Z). 

 

Riri

Bekasi, l, 47

 

 

 

 

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: Saturday, January 16, 2010 1:16 PM
To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Tuanku ---->APAKAH GELAR KHUSUS THARIKAT DAN 
HANYA DI PARIAMAN ?

 


Benar Iffah. 'Gelar' saya -- bersama beberapa orang tua lain seperti Prof Dr 
Taufik Abdullah, Dr Taufiq Ismail -- adalah 'Tuanku Pujangga Diraja'. Gelar itu 
adalah gelar kehormatan kerabat Pagaruyung, bisa diberikan kepada yang 
beliau-beliau anggap perlu.

Pengaruhnya ? Ya saya senang saja, bak kata pepatah ' rajo indak buliah manulak 
sambah', apalagi saya kan sudah ada gelar sako 'Sutan Madjolelo' dari suku 
Tanjung di Kampung Dalam, Pariaman. [Selain gelar akademik 'doktor'. 'Brigjen' 
bukan gelar, tapi pangkat dalam struktur hirarki militer.] Btw, apakah titel 
'haji' itu suatu gelar, ataukah sekedar 'ijazah' sudah pernah ke Tanah Suci ? 
Jarang sekali saya pakai.

 

Wassalam,
Saafroedin Bahar

(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


 
<http://us.mc575.mail.yahoo.com/mc/showMessage?fid=Inbox&mid=1_26691132_AFFkxEIAAAvzSoF%2FLw4GFX2qLAk&sort=date&order=down&enc=auto&startMid=50&pSize=25&filterBy=&clean=&acrumb=7D5fWXteb99&.rand=236325964&cmd=msg.scan&pid=2&fn=08082009134.jpg>
 

--- On Sat, 1/16/10, hanifah daman <[email protected]> wrote:


From: hanifah daman <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Tuanku ---->APAKAH GELAR KHUSUS THARIKAT DAN 
HANYA DI PARIAMAN ?
To: [email protected]
Date: Saturday, January 16, 2010, 12:29 PM


Waalaikum Salam Wr Wb bapak Saaf

Perasaan bapak bergelar TUANKU DIRAJA  .... (maaf lupa )
Apa maksudnya itu bapak ???
Apa pengaruhnya gelar tersebut ke bapak atau ke Pagaruyung ???

Maff ya pak kalau tidak berkenan.
Pengen tau boleh dong he he he

Wass


Hanifah


--- On Sat, 1/16/10, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote:


From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Tuanku ---->APAKAH GELAR KHUSUS THARIKAT DAN 
HANYA DI PARIAMAN ?
To: [email protected]
Cc: "Suryadi" <[email protected]>
Date: Saturday, January 16, 2010, 10:48 AM


Assalamualaikum w.w. Sanak Arman Bahar, Dinda Ajoduta, dan para sanak sa 
palanta,

Informasi ini sangat menarik, karena menjelaskan bahwa gelar 'tuanku' dewasa 
ini adalah 1)  gelar khas untuk para guru agama dari kelompok tharikat [di 
Sumbar kelihatannya ada dua: Syattariah dan Naqsyabandiah, (?)] dan hanya -- 
atau terutama terdapat di Pariaman. 2) gelar 'tuanku' sama dengan gelar 
'khalifah', dan setara dengah gelar 'kiyai' di Jawa; 3)  gelar kehormatan yang 
diberikan baru-baru oleh kerabat Pagaruyung

Saya kurang tahu, apakah dalam zaman Paderi dahulu [1803-1838] juga demikian, 
oleh karena menurut kesan saya gelar 'tuanku' dan 'tuanku imam' Paderi lebih 
merupakan penguasa wilayah,, yang mempunyai dua bidang kewibawaan, yaitu dalam 
bidang keagamaan dan militer, dan disifatkan baik dengan ciri pribadinya 
[seperti Tuanku nan Tuo, Tuanku nan Renceh] atau dengan nama wilayah yang 
dikuasainya [Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Rao, Tuanku Koto Tuo, Tuanku Tambusai 
]. Jadi dengan arti ini total jenderal ada empat arti gelar 'tuanku'.

Tolong sanak yang lebih mengetahui hal ini -- terutama Sanak Suryadi di Leiden 
-- bisa mencerahkan kita semua.

 

Wassalam,
Saafroedin Bahar

(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


 
<http://us.mc575.mail.yahoo.com/mc/showMessage?fid=Inbox&mid=1_26691132_AFFkxEIAAAvzSoF%2FLw4GFX2qLAk&sort=date&order=down&enc=auto&startMid=50&pSize=25&filterBy=&clean=&acrumb=7D5fWXteb99&.rand=236325964&cmd=msg.scan&pid=2&fn=08082009134.jpg>
 

--- On Sat, 1/16/10, Arman Bahar <[email protected]> wrote:


From: Arman Bahar <[email protected]>
Subject: Bls: [...@ntau-net] Tuanku
To: [email protected]
Date: Saturday, January 16, 2010, 9:57 AM

Assalamualaikum ww

 

Ajo Duta sarato mamak ‘n dunsanak sadonyo

 

Maaf, bia lah ambo sato ciek satantangan Tuanku ko

 

Badeda jo gelaran Tuanku nan dilakek-kan Tuanku Imam Bonjol cs dizaman-nya 
gelaran tuanku kadang2 dilafazkan tuangku di Pariaman

 

Tuanku di Pariaman umum dipakaikan untuk pemuka atau yang telah dianggap lulus 
dalam pengajian ala Tharikat Satariyah yang berpusat di Ulakan Pariaman

 

Pengukuhan gelar ini tentu juga ada seremoni tertentu minimum ba-bantai-an 
sa-ikua kambiang (babeda jo pengukuhan gelar datuak se-ekor kerbau)

 

Macam2 gelar yang dipakaikan seperti misalnya mamak dari nenek saya yang 
berkedudukan di Surau Bungo di Koto Marapak Pariaman dulu, beliau bergelar 
Tuanku Palak Ubi karena pada siang hari kalau ingin ketemu dia di-palak atau 
kebun dan kebetulan sedang panen2nya ubi maka lekatlah gelar baru Tuanku Palak 
Ubi –padahal gelar aslinya bukan itu

 

Para Tuanku ini disamping dianggap lebih banyak tahu soal2 agama hingga tidak 
pula salah kalau ditingkat lokal mereka dikategorikan sebagai ulama walau tidak 
sama ke-ulama-an mereka dengan ulama MUI misalnya yang banyak bergelar 
propfessor yang S3 atau tamatan perguruan tinggi Al Azhar Mesir atau Timur 
Tengah lain-nya yang jelas ulama lokalan ini dianggap banyak kelebihan lain 
seperti misalnya merangkap “pandai ubek” yang dapat menyembuhkan banyak 
penyakit hanya dengan semburan air putih saja atau kepandaian2 lain-nya 
sehingga tidak hairan mereka sangat dihormati bahkan di-kultus-kan sebagaimana 
kiyai2 NU di Jawa sono, maklumlah masyarakat kita dikampung2 yang pendidikan 
mereka dibawah rata2 untuk soal2 seperti ini apalagi berbau gaib bahkan klenik 
sangat laris sehingga banyak tuanku, khalifah maupun kiyai yang dikeramatkan 
seperti misalnya ada saja pelayat yang mengauik agak sakauik tanah kuburan Gus 
Dur untuk keperluan tertentu    

 

Nenek saya dulu enak sih, karena setiap hari ada saja orang yang datang minta 
di”tawa-i” oleh mamaknya Tuangku Palak Ubi tersebut dan tentu saja para pasien 
akan meninggalkan tips entah itu berupa se-ekor ayam, pisang satandan, talua 
itiak atau ayam dan lain2 bahkan ada juga yang bernazar “ kok cegak-lah anak 
awak sudahko, basidakah juo awak-nyeh sikua kambiang ka tuangku”

 

Ambo kurang pasti apokah tharikat iko alah ado juo sajak zaman Shekh 
Burhanuddin di abad ke 17 dulu karena dizaman itu di Sumatera terutama Aceh dan 
pesisir Sumatera sedang berkembang Islam Syiah ataukah mungkin juga tharikat 
ini berkembangnya lama berpuluh tahun sesudah beliau tiada

 

Berbeda dengan pengikut tharikat Naqsabandiyah yang berkembang disebagian Riau, 
Sumbar, Jambi dan Sumut, mereka tidak melekatkan gelar Tuanku kepada pemuka 
atau lulusan pengajian mereka tetapi yang dilekatkan adalah gelar Khalifah 
misal gelar Khalifah Abu Kasim, salah seorang kenalan saya di Duri Riau 

 

Wasalam

abp57  

 

  _____  

Dari: ajo duta <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jum, 15 Januari, 2010 22:10:42
Judul: [...@ntau-net] Tuanku

Assalaamu'alaikum sanak kasado alahe,

 

Kito sadonyo tau panggilan Tuanku, yaitu tampek batanyo masalah masalah ugamo,

dikampuang awak, baik itu soal ibadah, muamalah dan dakwah. Kalau di Jawa samo 

jo Kyai, kalau di Sumba disabuik Tuan Guru.

 

Posisiko Tuanku tantu sangat mulia. Namun kalau terjadi pelencengan maka posisi

ini menjadi baban pada umat.

 

Rayo Haji lalu ambo dikampuang ambo Gasan Gadang, Pariaman sekalian bakurban.

Saat jawi siap didabiah, indak bisa dilakukan, karano alun ado Tuanku. "Lho 
kok?", tanyo

ambo ka kamanakan nan makordinir. Ambo dapek penjelasan sado urusan disiko 
supayo

dapek berkah harus melalui do'a Tuanku. Mulai mambangun rumah, baralek, basunaik

dan sagalo macam. Melaluiko artinyo ado upacara do'a dengan sagalo pernik 
persyaratan

nasi kuniang, bungo pinang, bungo rampai and last but not least amplop baisi 
pitih untuk

sia kalau bukan untuak Tuanku. Ruponyo zakat fitrahpun ruponyo harus diserahkan 
ka

tuanku. Alah maak..........ambo dek indak pernah tingga di kampuang iyo cuma 
bisa tangongong

sajo.

 

Kembali ka jawi nan kadidabiah, Tuanku akhirnyo datang diiringi beberapa 
"pengawal" disaat

ambo ka bagageh ka BIM. Memang akhirnyo ambo cuma bisa basalaman jo Tuanku,

indak bisa ikuik mandabiah jawi jawi tu. 

 

Di ateh oto, nakan nan tingga di Padang, karajo di Piaman manjalehkan bahwa 
kiprah

Tuanku indak ado dikota-kota. Itu hanyo praktek di jorong dan nagari. Kalau di 
kampuang

sanak baa? Apokah iko cuma di Piaman sajo?
Wassalaamu'alaikum
ajoduta/17081947/usa

 

  _____  

Coba Yahoo! Messenger 10 Beta yang baru  
<http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/neptune/*http:/id.messenger.yahoo.com/> 
Kini dengan update real-time, panggilan video, dan banyak lagi!

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~ 
<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> 
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~ 
<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> 
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

 

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke