Sanak di lapau,
Tentang shalawat dulang (dengan variasi tulisan: salawaik dulang atau salawat
dulang), lihat lebih jauh:
Amir, Adriyetti. 1996. “Salawat dulang; Sastra berangka yang dihapalkan”, Warta
ATL (Asosiasi Tradisi Lisan) No.2 (Juli): 5-24.
Bahar, Mahdi. 1997. “Pertunjukan salawat talam untuk membangun mesjid”, Seni
V/02-03: 225-34.
Kartomi, Margareth J. 1986. “Muslim music in West Sumatran culture”, The World
of Music 28.3: 13-30.
Iko saketek karekan draft artikel nan sadang mbo tulih untuak Jurnal Wacana
FB-UI edisi Maret 2010) (maaf, alun disuntiang):
Salawat dulang (sometimes is written shalawat dulang or salawaik dulang) is a
religious Minangkabau verbal art form of “remembering God” (Kartomi 1986). It
is performed by two male singers, who accompany themselves by rhythmic beating
on round brass trays (dulang or talam), as opposed to frame drums. The text,
which is recited to the beat of a drum, contains Islamic teaching. Salawat
dulang essentially perform tongue-fu (like Pariaman's indang), but the debated
topics deal with religious matters. Performance is set in a contest between two
troupes who presents by turns.[1] Salawat dulang is very popular among the
Minangkabau, since this ethnic group embrace Islam (Amir 1996; Bahar 1997).
[1] Reflecting its essence as tongue-fu verbal art, salawat dulang troupes have
pretentious names, such as “Kilek Barapi” (‘Blazing Thunderbold’), “Piriang
Talayang” (‘Flying Suicer’), “Arjuna Minang” (‘Minang Arjuna’), “Gurun Sahara”
(‘Sahara Desert’), “Mustang” [the name of a fighter plane that well-known
during the World War Two], “DC 8” [the name of an aircraft produced by Boeing],
“Langkisau” [Minangkabau world for whirlwind], “Peluru Kendali” (‘Guided
Missile’) and “Garuda Minang” (‘Minangkabau Garuda’; garuda is a mythical bird,
mounted by God Vishnu in Hindu religion, which is used as official seal of
Republic of Indonesia), which have strong, deft, and threatening in their
referensial meaning (Amir 1996). One pair of performers asks questions (in
gurindam or syair forms), or members of the audience may ask the competitors
questions, ranging from the religious to the clairvoyant, seeking
advice or information (Kartomi 1986).
Semoga bamanfaaik.
Wassalam,
Suryadi
--- Pada Sab, 16/1/10, [email protected] <[email protected]> menulis:
Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: Re: [...@ntau-net] Shalawat Dulang
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 16 Januari, 2010, 2:07 PM
Di nagari kami kesenian iko tamasuak unggulan dan pilihan anak nagari baiak
dikampuang atau diundang ka rantau. Beda jo saluang/rabab jo randai
. Inyo layak ditampilkan dimesjid sesudah mengikuti wirid/tablig akbar untuak
mamparingati berbagai hal dalam agamo kito.
Mirip jo wayang di Jawa salawat dulang iko durasi pertunjuannyo bisa samalam
suntuk. Berakhir menjelang azan subuh.
Mereka terdiri dari dua group yang selalu berbalas pertanyaan mirip berbalas
pantun
Karena ditingkah berbagai joke yang attractive dan pertanyaan yang kadang cukup
dalam kesannya
Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo!
Answers!
http://id.answers.yahoo.com--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe