-
From: Muzirman -- <[email protected]>
Date: 2010/1/21
Subject: PEMBOBOL ATM DI BALI BISA PUNYA RENCAN LAIN
To: [email protected], MuzIrman <[email protected]>

Para hadirin balairung, berbicara ttg phising, skimming, dll nya, pewrsonal
identity thief. etc.
Saya rasa  Bank kita cukup bebas mengambil uang lewat ATM, seharusya utk
mengambil Bank lewat ATM sebaiknya di batasi, mis nya 1 juta per minggu atau
lbh kecil lagi, tergantung
perrundingan kita dgn pihak bank.. bank2 tertentu  pengambilan lewat ATM
dibatasi jumlahnya dalam waktu tertentu. Klau pengambilan lbh besar harus
lewat counter jam kerja.
Masalahnya mungkin kah pihak Bank sengaja utk membebaskan nasabah nya
mengambil lewat ATM semaunya, dll

Wass. Muzirman Tanjung.
-------------------------------------------------------------------
Pembobol ATM di Bali Bisa Jadi Punya Rencana Lain
Kamis, 21 Januari 2010 | 09:12 WIB
 KOMPAS/RIZA FATHONI
Ilustrasi
 *TERKAIT:*

   - Inilah Modus Skimming ATM
   
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/01/21/08433452/Inilah.Modus.Skimming.ATM.>
   - Pembobol ATM di Bali Satu Sindikat dengan
Jakarta<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/01/21/08315760/Pembobol.ATM.di.Bali.Satu.Sindikat.dengan.Jakarta>
   - 2 ATM Kena, BNI Intensifkan
"Sweeping"<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/01/20/22213929/2.ATM.Kena..BNI.Intensifkan..quot.Sweeping.quot.>
   - Pembobolan ATM Bagian dari Kejahatan
Internasional<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/01/20/18142155/Pembobolan.ATM.Bagian.dari.Kejahatan.Internasional>
   - Korban Pembobolan ATM di Bali Terus
Bertambah<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/01/20/17523259/Korban.Pembobolan.ATM.di.Bali.Terus.Bertambah>

 *JAKARTA, KOMPAS.com* — Melihat modus pembobolan sejumlah ATM di Bali
beberapa hari terakhir, pelaku diperkirakan punya rencana selain kejahatan *
skimming* ATM. Hal tersebut dikatakan pakar forensik teknologi informasi,
Ruby Z Alamsyah.

"Biasanya tidak seheboh ini. Saya pikir mereka punya *plan* lain, misalnya
segera kabur ke mana pun," ujar Ruby saat dihubungi, Rabu (20/1/2010) malam.
Ia mengatakan, pelaku kejahatan *skimming *ATM biasanya justru melakukan
aksinya diam-diam.

Kenapa demikian? Ruby mengatakan, pelaku yang menjadikan *skimming *ATM
sebagai sumber penghasilannya justru akan mengambil dana tabungan korban
dengan cermat. Jangan sampai korban sadar bahwa dana di tabungan diambil
sedikit demi sedikit.

"Pemilik ATM kadang-kadang enggak *aware *(peduli) dengan nominal
tabungannya. Jadi kalau berkurang sedikit, tidak akan terasa," jelas Ruby.
Kelemahan inilah yang dimanfaatkan pelaku untuk mencuri uang tabungan.

Pelaku biasanya mengambil dengan rasio atau persentase tertentu, misalnya
menarik maksimal Rp 10 juta untuk tabungan yang nilainya lebih dari Rp 100
juta atau Rp 1 juta untuk tabungan yang nilainya puluhan juta. Menurut Ruby,
kalau tidak punya rencana lain, pelaku tidak mungkin akan membuat habis dana
nasabah, seperti di Bali yang semuanya dikuras sampai habis.

Akan digunakan untuk apa dana tersebut, Ruby tak menjelaskan. Namun,
katanya, banyak pelaku *skimming* yang menghabiskan dananya di luar negeri,
bahkan menghidupi keluarga yang tinggal di sana.
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke