Dunsanak di Palanta nan ambo hormati.

Tadi malam Metro TV, menayangkan acara Kick Andy, yang menampilkan cara-cara
bupati kabupaten Sragen (H. Untung) memimpin daerahnya.

Didahului pertunjukan wayang kulit (yang didalangi sendiri/beliau ini juga
bisa mendalang) untuk berkomunikasi dengan rakyatnya menggunakan media
tradisional, lalu acara dilanjutkan dialog ttg kesuksesannya memimpin
kabupaten Sragen memanfaatkan e-governement.

Untuk Dunsanak yang mungkin tidak sempat menonton acara tadi malam, ambo
copykan artikel lamo dari Hr. Kompas tentang
pemanfaatan TI di Sragen.
Iyo sungguh patut dihargai metode beliau memimpin daerahnyo. Apakah sudah
ado bupati di SB nan baraja ka situ ?


Parjo (40) dua bulan belakangan ini makin betah di kantornya, Balai Desa
Gilirejo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Jawa
Tengah.
Kepala Desa Gilirejo itu punya "mainan" baru, yakni dua perangkat komputer
dilengkapi printer dan telepon bebas pulsa.
Komputer di kantor Parjo *terkoneksi secara online dengan lebih dari 500
komputer lain di Kabupaten Sragen*.

"Saya bisa sampai pukul 17.00 di kantor. Sebelumnya siang sudah pulang,"
ujar Parjo, terkekeh, ketika ditemui pada Sabtu
(16/2) siang.
Fasilitas komputer tergolong mewah untuk ukuran Desa Gilirejo yang masuk
katagori desa tertinggal.

Desa dengan penduduk 3.656 jiwa itu sempat bergolak saat pembangunan Waduk
Kedung Ombo.
*Selain bertani jagung dan ketela pohon di tegalan, penduduk bertani ikan
keramba di waduk.
*
Berbagai informasi terbaru yang tersedia di
http:kantaya.sragenkab.go.idmerupakan menu yang wajib dibaca dibaca
tiap hari.

Alamat yang terakhir merupakan *intranet yang menjadi sarana komunikasi dari
kantor kabupaten hingga ke 20 kecamatan dan 208 desa di Sragen. *

Kantaya adalah akronim dari "kan¬tor maya" Pemkab Sragen.
Bagi Parjo, komputer tersebut sangat membantu memperlancar pemerintahan.
Apalagi jarak desa itu paling jauh dari pusat
Kabupaten Sragen, sekitar 50 kilometer.
Sebelumnya, untuk membuat surat perjalanan dinas (SPD), harus ke rental
komputer di Gemolong, 15 kilometer dari Gilirejo.
Ongkos ojek Rp 20.000 sekali jalan, sekarang, tinggal diketik di fol¬der
"lemari" di kantaya, lalu dikirim ke kantaya kecamatan.

*Sejak 2003*
Program pemerintahan elektronik atau e-government dimulai Bupati Sragen
Untung Wiyono sejak tahun 2003 untuk tingkat
kecamatan dan 2007/2008 untuk tingkat desa.

*"Sebelum kita membangun infrastruktur, kita bangun dulu manusianya,"* ujar
Untung, bupati dari Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan.

Pejabat di Sragen dikursuskan komputer dan bahasa Inggris.
Itu menjadi syarat bagi pejabat Sragen untuk naik pangkat.

Untung Wiyono yang berlatar belakang pengusaha itu sejak awal mengutamakan
efisiensi dalam menjalankan pemerintahannya.
Teknologi informasi digunakan untuk memangkas biaya. Sebelumnya, biaya
telepon dan belanja alat tulis kantor Kabupaten
Sragen mencapai Rp 2,3 miliar per tahun.

Dengan teknologi informasi, pengeluaran hanya Rp 250 juta per tahun, berupa
kerja sama dengan internet service provider.
Aplikasi kantaya di antaranya laporan monitoring setiap dinas, satuan kerja,
dan kecamatan; sarana pengiriman data;
informasi dan monitoring proyek secara online pada setiap satuan kerja;
agenda kerja setiap satuan kerja; forum diskusi dan
chatting antar personel dan satuan kerja, surat dinas atau undangan.
*Dengan teknologi informasi itu, Untung Wiyono mengontrol kinerja
birokrasinya yang didukung 12.000 PNS dari komputer di ruang kerjanya.*

Kalau membutuhkan pertemuan mendadak dengan camat atau kepala desa, Untung
tak perlu memanggil bawahannya, cukup mengadakan telekonferensi.

Laporan harian kegiatan pembangunan dan laporan keuangan cukup di- sampaikan
lewat komputer.
Di kantaya juga tersedia sistem informasi pemerintahan daerah, perizinan
terpadu, sistem informasi perdagangan antar wilayah, kepegawaian, keuangan
daerah, kependudukan, pertanahan, umum daerah, sistem rumah sakit umum
daerah, informasi
strategis, pendapatan daerah, pengelolaan barang daerah, sistem informasi
geografis, kredit dan pembayaran perusahaan air
minum.

Aplikasi tersebut betul-betul diterapkan saat Kompas berkeliling ke beberapa
kantor kecamatan dan desa di Sragen.
Loket pelayanan kartu tanda penduduk dan surat-surat lain di Kantor
Kecamatan Kalijambe, misalnya, tak kalah dengan bank.
Tursim (38), Warga Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, tidak sampai 5 menit
memper¬panjang KTP.
la pun hanya perlu membayar Rp 5.000,-
Dengan sistem online, tak akan ada KTP kembar di Sragen karena database
863.914 penduduk sudah terintegrasi.

Tiap pagi pukul 07.00 - 07.30 para perangkat kecamatan dan desa sudah harus
membuka komputer untuk melihat infor¬masi, bank
berupa kegiatan, undangan, maupun perintah bupati.

"Pernah saya baru buka pukul 08.30 ternyata ada undangan rapat di kabupaten
pukul 08.30 sehingga telat," ujar Camat
Kalijambe Tugino.
Rapat jagabaya atau keamanan desa di Kecamatan Masaran, misalnya, tidak
perlu menggunakan surat yang ditandatangani Camat
Masaran Yuniarti.

Sekretaris Kecamatan Nanang Hartono cukup mengetik undangan di kantaya.
"Kami bisa menghemat tagihan telepon dan belanja
kertas hingga 70 persen," kata Camat Masaran Yuniarti.

Yuniarti pun ingin usaha batik yang berkembang di wilayahnya dipromosikan di
internet.
Sumarsono, pengusaha batik dari Desa Kliwonan, Masaran, kini mulai mendapat
pesanan, bahkan dari Malaysia, karena promosi di
internet itu.

Program e-government Sragen sudah diadopsi pemerintah pusat untuk diterapkan
di kabupaten/kota lain. Inilah wujud nyata
dari reformasi birokrasi

*Tambahan*:
*1*. Karano banyak kawula nan barasa dari kabupaten Sragen iko (Kedung Ombo)
nan alah manjadi kamanakan awak di
kabupaten Darmasraya, maka cubo kito tanyo pulo nasib mereka itu melalui
fitur Yahoo Messenger di:
http://nagari.or.id/?moda=kotakab&id=dh

*2*. Tantang teleconference kami dengan pak Saaf alah pernah mendemokannyo
di hadapan gubernur lihat di:
http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=105

*3*. Sebagai perbandingan, coba klik situs-situs kabupaten di SB

Salam

Abraham Ilyas lk. 64 th
webmaster/admin www.nagari.org

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke